Bagian-Bagian Pada Jembatan

1
54

PENGERTIAN JEMBATAN :

Jembatan adalah suatu konstruksi yang dibuat untuk menghubungkan dua daratan yang terputus atau menyeberangi suatu rintangan seperti pada daerah aliran sungai dan diantara dua lembah.

Penggunaan jembatan tidak hanya pada pembangunan jalan raya saja tetapi juga untuk jalur kereta api. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang bagian-bagian jembatan.

Berdasarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam Pengantar Dan Prinsip – Prinsip Perencanaan Bangunan bawah / Pondasi Jembatan tahun 1988. Bangunan Jembatan pada umumnya terdiri dari 6 (enam) bagian pokok, yaitu : 

Keterangan berdasarkan nomer pada gambar :
1. Bangunan atas;
2. Landasan ( Biasanya terletak pada pilar/abdument )
3. Bangunan Bawah ( yang memikul beban );
4. Pondasi;
5. Optrit, (terletak di belakang abdument);
6. Bangunan pengaman.

BAGIAN – BAGIAN JEMBATAN :

STRUKTUR ATAS

Biasa disebut juga sebagai Superstructure. Bagian jembatan yang menerima beban langsung baik dari lalu lintas kendaraan, beban pejalan kaki, dan bahkan beban mati untuk selanjutnya di salurkan ke struktur bawah jembatan. Struktur atas jembatan terdiri dari : gelagar-gelagar induk, struktur tumpuan atau perletakan, struktur lantai jembatan dll. Pada umumnya meliputi :

  • Gelagar-gelagar utama (rangka utama), yang terbentang dari titik tumpu ke titik tumpu lain. Gelagar-gelagar ini terdiri dari batang diagonal, horizontal dan vertical yang membentuk rangka utama dan terletak pada kedua sisi jembatan.
  • Gelagar melintang, berupa baja profil yang terletak di bawah lantai kendaraan, gunanya sebagai pemikul lantai kendaraan.
  • Lantai kendaraan, terletak di atas gelagar melintang, biasanya terbuat dari kayu atau pasangan beton bertulang dan seluruh lebar bagiannya digunakan untuk lalulintas kendaraan.
  • Pipa Sandaran (Hand Rail), biasanya dari pipa besi, kayu dan beton bertulang yang dipasang diantara tiang-tiang sandaran di pinggir sepanjang jembatan atau tepi lantai trotoar dan merupakan pembatas dari kedua sisi samping jembatan.
  • Tiang Sandaran (Rail Post), biasanya dibuat dari beton bertulang untuk jembatan girder beton, sedangkan untuk jembatan rangka tiang sandaran menyatu dengan struktur rangka tersebut.
  • Peninggian Trotoar (Kerb)
  • Lantai trotoar, terletak di pinggir sepanjang lantai kendaraan dan digunakan sebagai tempat pejalan kaki.
Gambar Bagian-bagian pada Jembatan

STRUKTUR BAWAH (SUBSTRUCTURES)

Fungsi utama struktur bawah adalah memikul beban – beban pada struktur atas dan juga beban pada struktur bawah itu sendiri untuk disalurkan ke pondasi. Yang selanjutnya beban – beban tersebut oleh pondasi disalurkan ke tanah dasar. Struktur bawah jembatan umumnya meliputi :

PANGKAL JEMBATAN (ABUTMENT)

Merupakan bangunan yang berfungsi untuk mendukung bangunan atas dan juga sebagai dinding penahan tanah. Bagian – bagian abutment terdiri dari :

  • Bagian Dinding belakang (Back wall)
  • Dinding penahan (Breast wall)
  • Dinding sayap (Wing wall
  • Oprit / Plat injak (Approach slab), merupakan jalan pelengkap untuk masuk ke jembatan dengan kondisi disesuaikan agar mampu memberikan keamanan saat peralihan dari ruas jalan menuju jembatan.
  • Konsol pendek untuk jacking (Corbel)
  • Tumpuan (Bearing).

PILAR JEMBATAN (PIER)

Terletak di tengah jembatan yang memiliki fungsi yaitu mentransfer gaya beban jembatan ke pondasi. Sesuai dengan standar yang ada, panjang bentang rangka baja, sehingga apabila bentang sungai melebihi panjang maksimum jembatan tersebut maka dibutuhkan pilar. Pilar terdiri dari bagian – bagian antara lain :

  • Kepala Pilar
  • Kolom Pilar
  • Pilecap

DRAINASE

Berfungsi untuk mengalirkan air hujan secepat mungkin ke luar dari jembatan sehingga tidak terjadi genangan air dalam waktu yang lama. Akibat terjadinya genangan air maka akan mempercepat kerusakan struktur dari jembatan itu sendiri. Saluran drainase ditempatkan pada tepi kanan dan kiri dari badan jembatan (saluran samping), dan gorong – gorong.

PONDASI

Meneruskan beban-beban di atasnya ke tanah dasar. Pada perencanaan pondasi harus terlebih dahulu melihat kondisi tanahnya. Dari kondisi tanah ini dapat ditentukan jenis pondasi yang akan dipakai. Pembebanan pada pondasi terdiri atas pembebanan vertikal maupun lateral, dimana pondasi harusmampu menahan beban luar diatasnya maupun yang bekerja pada arah lateralnya. Berdasarkan sistemnya tipe pondasi yang dapat digunakan untuk perencanaan jembatan ada berbagai macam.

TIPE- TIPE PONDASI

  • Pondasi telapak (Spread footing), Pondasi telapak digunakan jika lapisan tanah keras (lapisan tanah yang dianggap baik mendukung beban) terletak tidak jauh (dangkal) dari muka tanah. Dalam perencanaan jembatan pada sungai yang masih aktif, pondasi telapak tidak dianjurkan mengingat untuk menjaga kemungkinan terjadinya pergeseran akibat gerusan.
  • Pondasi sumuran (Caisson), Pondasi sumuran digunakan untuk kedalaman tanah keras antara 2-5 m. Pondasi sumuran dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk lingkaran berdiameter kurang dari 80 m. penggalian secara manual dan mudah dilaksanakan. Kemudian lubang galian diisi dengan beton siklop (1pc : 2 ps : 3 kr) atau beton bertulang jika dianggap perlu. Pada ujung pondasi sumuran dipasang pier untuk menerima dan meneruskan beban ke pondasi secara merata.
  • Pondasi Tiang (Pile Foundation)
    Pancang Kayu (Log Pile)
    Tiang Baja (Steel Pile)
    Pancang Beton (Reinforced Concrete Pile)
    Tiang Pancang Komposit (Compossite Pile)

(dikutip dari berbagai sumber )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here