Mengenal Pembangunan Jembatan dengan Metode Balance Cantilever.

1
15

Pekerjaan Konstruksi jembatan memiliki karakteristik wilayah masing-masing sesuai dengan kondisi geografis dan topografi wilayah tersebut. Pada pekerjaan konstruksi di daerah yang cukup padat penduduknya, pembangunan dapat meningkatkan kemacetan di sekitar pembangunan yang berada diatas jalan yang sudah ada (eksisting) seperti halnya pembangunan jalan layang non toll (Jakarta – Karawang) atau LRT Jabodebek yang membentang dari bekasi – cawang, Cibubur – Cawang, Cawang – Dukuh Atas. oleh karena itu, perlu metode konstruksi pelaksanaan pekerjaan jembatan yang tidak memakan lahan yang besar di sekitarnya.

Akhir-akhir ini salah satu metode konstruksi yang sering digunakan adalah metode free balanced Cantilever atau metode kantilever seimbang metode pembangunan jembatan dimana dengan memanfaatkan efek kantilever seimbangnya maka struktur dapat berdiri sendiri, mendukung berat sendirinya tanpa bantuan sokongan lain (perancah/falsework )yang proses konstruksi struktur atasnya dilakukan bagian atas struktur tanpa mengganggu bagian dibawahnya.

Metode Free Balanced Cantilever menggunakan Box Girder yang merupakan balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Box girder yang dipakai adalah girder fabrikasi (precast) dan atau juga pengecoran ditempat (cast in situ).

Struktur jembatan dibangun pertama kali dengan membangun struktur-struktur kantilever seimbang. Kantilever yang pertama dibuat adalah kantilever ”N”, dan seterusnya dibangun kantilever ”N+1”, kantilever ”N+2”, kantilever ”N+3” dan kantilever ”N+i.

Ada tigas jenis metode konstruksi Free Balanced Cantilever untuk :
1. konstruksi box girder Precast :
– Balanced Cantilever dengan Launching Gantry;
– Balanced Cantilever Erection dengan Lifting Frame;
– Balanced Cantilever dengan Cranes.
2. Kontruksi Cast in Situ :
– Balanced Cantilever dengan Form Traveller.

Metode pembangunan jembatan ini sangat umum telah banyak dilakukan dalam pembangunan, salah satu contoh yaitu pembangunan jalan layang Pasupati, Bandung dengan bentang panjang 2,5 km dan difungsikan pada tahun 2005 silam.

(dikutip dari berbagai sumber).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here