Arti dan Fungsi Batu Balas (Ballast) pada Jalur Kereta Api

2
225
Batu Ballas kereta api
Mengukur batu balas kereta

Keretapedia – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas arti dari batu ballas kereta api serta fungsi dari batu balas (ballast). Batu ballas kereta api merupakan salah satu komponen utama dalam jalur kereta api. Bahan dasar dari ballas adalah batu pecahan dengan bentuk dan ukuran tertentu. Bentuk batu balas kereta api pada umumnya memiliki sudut yang lancip dan ukuran batu ballas yang baik adalah berkisar antara 2 cm – 6 cm.

Baca Juga :
Beberapa masalah pada Ballas kereta api.
Mengenal bagian, komponen dan cara ukur wesel kereta api.
Fungsi dari Bantalan rel kereta api.

Ketika roda kereta melintas akan memberikan beban berat (axle load) ke rel (rail) lalu diteruskan ke bantalan (sleepers). Lalu diteruskan ke lapisan balas (ballast) di sekitarnya dan disebar ke seluruh permukaan tanah disekitarnya.

Apa Balas atau Ballas itu sendiri?

Ballas merupakan lapisan teratas dari suatu struktur pada tubuh baan jalan KA dan lapisan terusan dari lapisan tanah dasar, dan terletak di daerah yang mengalami konsentarasi tegangan yang terbesar akibat lalu lintas Kereta pada jalan rel, oleh karena itu material pembentukannya harus sangat terpilih.

Lapisan Balas merupakan lapisan yang berupa batu-batuan yang berukuran kecil yang berada di bawah rel, tepatnya di bawah, samping, dan sekitar bantalan rel (sleepers).

Ukuran profil ballas memiliki ukuran kelas jalan tersendiri, tergantung dari kelas jalan mana yang mereka gunakan (lihat tabel penampang melintang). 

Fungsi utama balas / ballas kereta api adalah untuk :

  • Meneruskan dan menyebarkan beban bantalan ke tanah dasar
  • Mengokohkan kedudukan bantalan.
  • Menjaga trek rel agar tetap berada di tempatnya,
  • Melancarkan air hujan sehingga tidak terjadi penggenangan air yang ada sekitar bantalan dan rel. 
  • Untuk meredam getaran trek rel saat rangkaian KA melintas,
  • Sebagai lapisan yang mudah untuk dilakukan penyesuaian ketinggian rel (Levelling) pada saat perawatan.
  • Mencegah tumbuhnya rumput yang dapat mengganggu drainase air hujan.

Untuk menghemat biaya dalam pembangunan jalan KA, maka hal-hal yang dilakukan adalah memberikan lapisan atas tubuh jalan yang lebih bagus kualitasnya dibandingkan Dengan lapisan bawah (masih memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan)

Persyaratan Batu Balas / ballas Atas 
Lapisan batu balas atau ballas atas pada jalur rel kereta api terdiri dari batu pecah yang keras yang sering juga disebut sebagai ballas, lapisan ini harus dapat meneruskan air dengan baik.

Syarat-syarat ballas bagian atas adalah sebagai berikut :

  • Batu Ballas berwarna abu-abu  kehitam-hitaman dan keras tidak keropos.
  • Batu Ballas yang dipecah dengan menggunakan mesin pemecah batu dengan ukuran ballas sekitar 2-6 cm.
  • Mempunyai kekerasan yang tinggi, bersisi kasar.
  • Bersih dari kotoran tanah, lumpur, rumput dan bahan-bahan ikutan yang merugikan.
  • Sisinya bersudut tajam.
  • Balas harus tahan cuaca dan sewaktu dipecok tidak remuk/hancur.
  • Berat jenis balas harus >2.500 kg/m3, dengan gradasi sebagai berikut :

  • Kandungan lumpur organik yang merusak dan mengandung lumpur <0,50 % dari berat asal.
  • Porositas ballas batu pecah < 3 %
  • Tingkat kehilangan berat sesudah 500 putaran (AASHTO 96) maks. 25%.
  • Partikel pipih < 5 % ;
  • Kuat tekanan rata-rata > 900 kg/cm2 ;
  • Kadar Lumpur< 0,5 % ;
  • Spesific Gravity Bulk Dry  > 2,6
  • Material yang melalui ayakan No. 200 < 1 %
  • Keausan pada test Los Angeles, nilai LA < 40 %

Persyaratan Material Balas Bawah (Sub Ballas)

Berfungsi sebagai lapisan penyaring (filter) antara tanah dasar dan lapisan balas. sub balas harus dapat mengalirkan air dengan baik. Tebal minimum lapisan sub balas bawah adalah 15 cm.

  • Lapisan balas bawah terdiri dari kerikil halus, kerikil sedang atau pasir kasar yang memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam Peraturan Bahan Jalan Rel Indonesia (PBJRI)
  • Material subbalas harus bebas dari Lumpur, kotoran dan material organik.
  • Lapisan balas bawah ini harus dapat berfungsi sebagai lapisan penyaring (filter) antara tanah dasar dan lapisan balas atas disamping dapat mengalirkan air dengan baik.
  • Lapisan subbalas dibawah bantalan ini harus dipadatkan sampai mencapai nilai kepadatan 100 %   menurut percobaan ASTMD698.
  • Sand equivalent (menurut AASHTO T – 176) minimal 25.
  • Keausan pasa test Los Angeles, nilai LA < 40 %.
  • Kandungan lumpur < 5% dari berat asal.
  • Tidak boleh mengandung kotoran organik.
  • Daya dukung dengan CBR > 15 %
  • Gradasi yang diisyaratkan :

Pekerjaan Permbersihan batu Balas

  • Mengeluarkan / menguras batu Ballas termasuk mengayak untuk pasang spoor.
  • Batu Ballas digorek diantara bantalan sedalam 10 cm di bawah bantalan.
  • Batu Balas kotor diayak dengan saringan kawat. Kotoran lumpur dibuang, ballas yang sudah bersih dapat dimasukkan kembali.
  • Memasukkan Ballas kricak ke jalan rel termasuk merapikan/memprofil. Ballas yang berceceran di tubuh baan dimasukkan ke spoor. Merapikan/memprofil ballas di bawah bantalan minimal 20 cm.
  • Setelah selesai pengerjaan tubuh jalan dan dimulai memasang balas perlu diperhatikan dengan cermat adanya penurunan lanjutan dan penyimpangan tidak boleh melebihi 10 mm.
  • Pencemaran balas disebabkan karena adanya faktor internal dan eksternal seperti gerusan antar balas, cuaca, butiran halus yang berasal dari bawah seperti lumpur.

(dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here