Fungsi dan Jenis-jenis Wesel di Kereta Api

0
56

KERETAPEDIA – Apa kalian tahu cara kereta berpindah jalur? yap, kereta dapat berpindah jalur dengan menggunakan Wesel (turnout), wesel berfungsi agar rangkaian kereta dapat berpindah dari jalur satu ke jalur lainnya.

JENIS-JENIS WESEL (perhatiakan gambar dibawah) :
  • Wesel Biasa, kiri dan kanan (lihat gbr.3.12 dan 3.11).
  • Wsl Lengkung searah lengkung (gbr.3.13), berlawanan arah (gbr.3.14) , simetris (gbr.3.15).
  • Wesel Tiga jalan (gbr.3.16 dan 3.17).
  • Tergeser (gbr.3.18 dan 3.19).
  • Wesel Inggris; yang dilengkapi dengan gerakan-gerakan lidah serta sepur bengkok (gbr.3.20 dan 3.21).
KOMPONEN-KOMPONEN WESEL (Perhatikan gambar dibawah) :
  1. Lidah wesel
    Bagian yang dapat bergerak pada wesel; pangkal lidah disebut akar. Sudut tumpu (β) adalah sudut antara lidah dengan rel lantak. Sudut tumpu dinyatakan Dengan tangen tg β = 1:m, dimana nilai m antara 25 sampai 100
  2. Jarum wesel beserta sayap-sayapnya
    Jarum adalah bagian wesel yang memberi kemungkinan kepada flens roda melalui Perpotongan bidang-bidang jalan yang terputus antara 2 rel. Sudut kelancipan jarum disebut sudut samping arah. rel sayap berfungsi agar flens roda tidak keluar jalur.
  3. Rel lantak
    Suatu rel yang diperkuat badannya yang berguna untuk bersandarnya lidah-lidah wesel. 
  4. Rel paksa
    Dibuat dari rel biasa yang kedua ujungnya di bengkokkan ke dalam. Jarak antara rel paksa dengan rel lantak adalah 42 mm.
  5. Sistem penggerak
    Penggeral atau Pembalik wesel adalah mekanisme untuk menggerakkan ujung lidah. Wesel dipasang pada bantalan kayu, dengan ukuran panjang berbeda dengan Bantalan Yang digunakan pada track (lurusan).

Baca Juga :
1. Ruang Bebas dan Ruang Bangun di Kereta Api
2. Arti, Cara dan Perhitungan Rel Gongsol / Rel Paksa di Kereta Api

Nomor wesel (n) menyatakan tangen sudut simpang arah wesel;
seperti contoh : tg = 1: n. Sudut wesel ada beberapa jenis yaitu sudut wesel 1:8, 1:10, 1:12, 1:14, 1:16 dan 1:20.

Kecepatan ijin pada wesel tercantum pada :

Bagan ukuran menjelaskan ukuran-ukuran wesel dan dapat digunakan untuk menggambar bagan emplasemen secara berkala.

M = Tengah wesel = titik potong antara sumbu sepur lurus dengan sumbu sepur belok.
A =  Awal wesel, tempat sambungan rel lantak dengan rel biasa, jarak dari A ke ujung lidah sekitar 1000 mm.
B =  Akhir wesel = sisi belakang jarum
n =  No wesel

Pemilihan penggunaan Wesel didasarkan pada kebutuhan pelayanan seperti kesediaan lahan, kecepatan, biaya.

Illustrasi Wesel dan Kereta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here