Bantalan Rel Beton Balok Ganda dan Balok Tunggal

0
221

KERETAPEDIA – Sebelumnya pada pokok pembahasan utama keuntungan dan kerugian masing-masing Bantalan rel (Sleepers railway) yang dipakai pada kereta api (baca disini). sekarang kita akan membahas tentang bantalan rel beton balok ganda dan bantalan rel beton balok tunggal.

Perkembangan penggunaan bantalan beton mengalami peningkatan yang cepat karena langkanya kayu, digunakannya RPM, peningkatan teknologi beton dan berkembangnya teknik pratekan.

ADA DUA JENIS BANTALAN BETON
(Menurut PD10) :

contoh bantalan beton balok ganda

[1] BANTALAN BETON BALOK GANDA

Jenis ini terdiri atas dua buah balok beton yang diperkuat yang dihubungkan dengan batang atau pipa. NS saat ini menggunakan bantalan beton ganda dengan R 54 pada lintas yang baru. Kedua balok dihubungkan dengan pipa dari bahan sintetis yang diisi dengan beton yang diperkuat.

Permukaan atasnya mempunyai kemiringan 1:40, yaitu sesuai dengan kemiringan rel. Beratnya 210 kg. menunjukkan lintas TGV milik SNCF yang menggunakan bantalan beton balok ganda dengan penambat Nabla (Perhatikan Gambar a diatas),

[2] BANTALAN BETON BALOK TUNGGAL

Berbentuk batang dengan ukuran yang hampir sama dengan bantalan kayu dan menggunakan penambat Elastis (Perhatikan Gambar b diatas).

bantalan beton
Bantalan Beton Balok Tunggal | Wikipedia

BANTALAN BETON DIBAGI JADI DUA PROSES (PD10) :

  • Proses Pra Tekan “Pretension”
    Kawat baja perkuatan ditegangkan sebelum pengecoran beon.
  • Proses Post Tekan “Posttension”
    Kawat baja perkuatan ditegangkan setelah pengecoran beton dan penarikan dilakukan sampai beton membeku.

[2,1] BANTALAN BETON PRATEKAN BLOK TUNGGAL DENGAN PROSES “PRETENSION” :

  • Pada jalur lurus bantalan beton pratekan dengan proses ‘pretension’ mempunyai ukuran panjang :
    L = 1 + 2 αΦ
    Dimana  : 
    1 = jarak antara kedua sumbu vertikal rel (mm)
    α = 80 sampai 160
    Φ = diameter kabel baja prategang (mm)
  • Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk tulangan geser tidak kurang dari  U – 24 dan mutu baja prategang ditetapkan dengan tegangan putus minimum sebesar 17.000 kg/cm2.
  • Bantalan beton pratekan dengan proses “Pretension”, harus mampu memikul momen minimum sebesar :
BagianMomen (kg – m)
Bawah Rel+ 1500
Tengah Bantalan– 765
  • Bentuk penampang bantalan beton harus menyerupai trapesium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan, tidak kurang dari  85% luas penampang bagian bawah rel.
  • Pusat Berat Baja Prategang diusahakan sedekat mungkin dengan Pusat Berat Beton.
  • Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang cukup diambil sebesar 25% gaya prategang awal. Kecuali jika diadakan hitungan teoritis, maka diambil lain dari 25%.

[2.2] BANTALAN BETON PRATEKAN BLOK TUNGGAL DENGAN PROSES “POSTTENSION” :

  • Pada jalur lurus, bantalan beton pratekan dengan proses ‟Posttension” mempunyai ukuran panjang:
    L= l + 2y
    Di mana :
    l = jarak antara kedua sumbu vertikal rel (mm)
    y = panjang daerah regularisasi tegangan, yang tergantung jenis
    angker yang dipakai.
  • Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk tulangan geser tidak kurang dari mutu U-24 dan mutu baja parategang ditetapkan dengan tegangan putus minimum sebesar 17.000 kg/cm2.
  • Bantalan beton paratekan dengan proses “posttension” harus mampu memikul momen minimum sebesar :
BagianMomen (kg – m)
Bawah Rel+ 1500
Tengah Bantalan– 765
  • Bentuk penampang melintang bantalan beton harus trapesium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan, tidak kurang dari 85 % luas penampang bagian bawah rel.
  • Pusat Berat Baja Prategang harus selalu terletak pada daerah galih sepanjang bantalan.
  • Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang cukup diambil sebesar 20 % gaya prategang awal. Kecuali jika diadakan hitungan teoritis, maka diambil lain dari 20 %.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here