Kereta Ukur Galunggung No.SU 3 16 01

3
107
kereta ukur galunggung
Stasiun Gambringan

A. INFORMASI UMUM :

Kereta ukur Galunggung merupakan salah satu kereta ukur jalan rel atau KUJR yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap prasarana perkeretaapian yang dilintasi khususnya kereta ukur ini dapat mengukur geometri jalur kereta api serta beda tinggi kawat LAA dan devisiasinya.

Kereta ukur jalan rel Galunggung ini menurut Undang-undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian masuk dalam kategori sarana perkeretaapian khusus. Selain kereta ukut jalan rel Galunggung, ada juga kereta ukur jalan rel Ciremai, kereta ukur jalan rel Sumatera dan kereta ukur jalan rel Sulawesi.

Baca juga :
1. Mengenal ballas pada jalur kereta api
2. Rel Ketiga (third rail) pada Jalur LRT
3. Arti dan jenis kereta api

B. ALAT UKUR / SENSOR YANG DIGUNAKAN :

Di dalam kereta ukur Galunggung dilengkapi dengan 2 (dua) buah alat ukur / sensor ukur yaitu :

[1] TGMS (Track Geometry Measurement System;

Sebuah alat ukur berupa sebuah sistem sensor untuk melakukan pengukuran geometri jalur. Data hasil pengukuran tersebut berfungsi untuk mengetahui kondisi terkini jalur dan rencana perawatan baik jangka pendek atau jangka panjang.

Sistem ini dapat dipasang pada hampir semua sarana dan untuk penyediaan semua data yang diperlukan untuk pengelolaan aset lintasan yang optimal. Pengukuran dapat dilakukan di semua kondisi cuaca. TGMS yang digunakan adalah produksi dari ENSCO.

Selain mengukur geometri jalan rel, kereta ukur Galunggung juga dilengkapin dengan alat untuk mengukur profil rel atau RPMS (Rail Profile Measurement System).

Sensor RPMS

[2] OWMS (Overhead Wiring Measurement System).

Alat ukur ini adalah produksi dari DB Systemtechnik yang berfungsi untuk melakukan pengukuran tebal diameter kawat, tinggi dan devisiasi kawat listrik aliran atas.

OWMS dari DB Systemtecknik

C. INFORMASI TEKNIS :

Badan keretaMild steel
BogieBolsterless
Sistem pengeremanKombinasi pengereman hidrodinamik & pengereman  pneumatik
Alat perangkaiAutomatic Tight Lock coupler
Sistem kelistrikanGenset, 380 V, 31 KVA
PropulsiDiwapack, 
Kelengkapan akomodasiRuang Inspeksi, Ruang Kontrol, Ruang Rapat, Dapur, Toilet

Berikut adalah data teknis KA Galunggung :

DATA  TEKNIS
Kapasitas penumpang20 orang
Kecepatan pengukuran (min.)27 km/jam
Kecepatan Maks100 km/jam (150 km/jam)
Lebar jalur rel1.067 mm (1435 mm)
Beban gandar15 ton (22 ton)

D. PARAMETER PENGUKURAN :

Pelaksanaan pengukuran kereta ukur Galunggung ini ada 7 (tujuh) parameter pengukuran yang digunakan. yaitu :

[1] TRACK GAUGE (LEBAR JALUR)

Jarak antara kedua batang rel yang diukur 14mm kebawah dari atas kepala rel secara vertikal. Lebar jalur dalam waktu tertentu dapat menjadi melebar atau menyempit. Lebar antar kedua rel ini sangat penting untuk diukur karena dapat mempengaruhi kestabilan, daya angkut dan kecepatan kereta tersebut.

Illustrasi lebar sepur / Track Gauge

Untuk di Indonesia sendiri menggunakan lebar jalur 1067 mm dengan toleransi pengukuran :

  • Jalur baru toleransi +2 mm dan 0 mm; dan,
  • Untuk jalur yang sudah beroperasi adalah +4 mm dan -2 mm.

[2] PROFILE (ANGKATAN)

Terjadinya perbedaan beda tinggi rel pada bentang rel tertentu. Yang dicari adalah nilai vertikal dari beda tinggi rel tersebut.

Contoh gambar terjadi beda tinggi rel.

[3] ALIGNMENT (LISTRINGAN)

Tidak berbeda jauh dengan profile atau angkatan, Listringan mencari beda nilai secara horisontal.

Contoh jalur yang perlu dilakukan listringan

[4] CROSSLEVEL

Sering juga disebut sebagai peninggian rel atau juga cant.

Crosslevel dapat berbahaya jika terdapat pada lengkung atau disebut reverse elevation.

Reverse elevation

[5] TWIST (SKILU)

Pada kondisi tertentu akibat angkatan yang kurang baik maka dapat terjadi kondisi Skilu. Ketika 4 roda dari suatu sumbu bogie atau pasangan roda harus sebidang. Terjadi perbedaan pertinggian yang sebenarnya antara 2 titik sepanjang 3 meter.

Batas Skilu – PM.32 Tahun 2011

Berbahaya karena dapat menyebabkan roda anjlok (bila ditambah dengan keadaan buruk lainnya dari kekakuan sumbu bogie pergerakan mengayun dan lainnya).

[6] CURVATURE

Sebuah derajat kelengkungan jalan rel yang menyatakan derajat dari panjang chord 100 ft.

[7] WARP

Mirip dengan Twist, namun tidak terbatas pada jarak tertentu (continue)

E. TRACK QUALITY INDEX (TQI)

Hasil dari Kereta Ukur yang didapat berupa data-data grafik dari beberapa parameter yang sudah dilakukan pengukuran. Kemudian data tersebut diolah kedalam bentuk angka-angka statistik sehingga dapat memudahkan mencari nilai toleransi Track Quality Index Total (TQITotal). 

Ada beberapa referensi standar TQI yang digunakan dari berbagai negara, yakni :

  • SD index
    Diambil dari standar deviasi 7 parameter, diambil dari panjang segment tertentu (biasanya 100 m atau 200 m) UK, Australia.
  • Q index
    konversi dari 80th percentile standar deviasi. Nilai TQI dari 10-0, dengan keterangan semakin besar semakin baik. Netherland
  • P index
    Rasio dari nilai sampling point dimana parameter pengukuran +- 3mm terhadap nilai total sampling point satu segment. Semakin besar P index, semakin buruk. Jepang
  • Track Roughness index
    Nilai rata-rata dari nilai pengukuran yang di kuadratkan sepanjang satu segment. Amtrak-Amerika
  • Track geometry index
    Nilai pengukuran panjang lintasan aktual yang dibandingkan dengan panjang segmen. Semakin kecil nilainya maka semakin baik.
  • Canadian TQI
    Nilai 2nd polynomial dari standar deviasi pada panjang segment tertentu. Semakin besar nilainya, semakin baik. Canada

Setiap negara memiliki standar perhitungan tersendiri sesuai standar mana yang mereka terapkan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang dunia kereta api di Indonesia. Apakah sobat keped ada masukan atau informasi tambahan seputar kereta ukur jalan rel yang ingin anda bagikan kepada teman-teman? silahkan bisa kirim kepada kami melalui email cs@keretapedia.com

Sumber : Kemenhub; PT.Inka; Balai uji kereta api; DB, ENSCO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here