Mengenal Catu Daya / Substation pada KRL

1
105
gardu KRL
Substation / Catu daya kereta

PENGERTIAN SUBSTATION KRL

Catu daya atau Substation pada operasional kereta merupakan sumber daya listrik bertegangan tinggi yang berguna untuk pengoperasian KRL atau kereta rel listrik beserta dengan peralatan penunjang lainnya. KRL menerima arus listrik sebesar 1500 vDC yang berasal kontak antara pantograph kereta dengan jaringan elektrifikasi listrik aliran atas (LAA). Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya tentang Sekilas elektrifikasi Listrik aliran atas di Jabodetabek.

Untuk menggerakan KRL, Catu daya / Substation membutuhkan daya yang cukup besar untuk dapat menggerakan KRL dan penunjang lainnya. Substation menerima arus yang sangat besar dari PLN sebesar 20 kV AC kemudian di konverter menjadi DC sebesar 1500 vDC.

MEKANISME

Begini-begini pada masih bingung ya bagaimana mekanisme kerjanya Substation itu? sekarang kita mengibaratkan sebuah rangkaian listrik menggunakan baterai untuk menghidupkan sebuah lampu. Perhatikan gambar dibawah.

Skema rangkaian arus listrik lampu baterai

Melihat dari gambar rangkaian baterai diatas, menggambarkan bahwa baterai adalah sebagai sumber daya listrik yang kemudian menyalurkan arus listrik melalui kabel atau kawat saluran (arus listrik negative dan arus listrik positive) dan diterima oleh lampu sehingga lampu tersebut bisa menyala.

Bagaimana dengan substation yang notabene untuk menggerakan KRL yang membutuhkan daya yang sangat besar. Perhatikan gambar dibawah ini.

skema rangkaian listrik aliran atas

Seperti gambar diatas, mekanisme kerjanya Substation seperti rangkaian baterai pada gambar pertama. Dapat kita lihat bahwa :

  • Baterai = Substation
  • Kawat Saluran (+) = Jaringan LAA
  • Kawat Saluran (-) = Rel kereta
  • Lampu = KRL
skema catu daya atau substation kereta

Ibarat Baterai adalah Substation sebagai sumber daya listrik. Jaringan LAA (listrik aliran atas) sebagai media pengantar arus listrik bermuatan positive (+) dan rel sebagai media pengantar arus listrik bermuatan negative (-) untuk menggerakan KRL.

Seperti pada gambar diatas, Substation menerima daya yang sangat besar dari jaringan listrik PLN sebesar 20kV AC kemudian diturunkan tegangannya oleh transformator atau trafo menjadi 1,4kV AC. setelah diturunkan dayanya, kemudian dirubah dari arus AC (bolak-balik) menjadi arus DC (arus searah) sebesar 1500 kV DC alat ini disebut recifier. Kemudian dilakukan penyearah untuk disalurkan arus listrik positive (+) melalui jaringan LAA dan arus listrik negative (-) melalui rel kereta.

JENIS-JENIS CATU DAYA / SUBSTATION

  • Meidensha, Jepang.
  • Alsthom, Perancis.
  • Siemens, Jerman.

Demikian adalah gambar singkat bagaimana sebuah catu daya / substation dapat menjalankan KRL dan peralatan penunjang lainnya. Semoga artikel ini dapat membantu menambah wawasan dan pengetahuan semuanya.

Jika Sobat KePed ada masukan, saran atau bahkan mau mengirim artikel tentang hal-hal yang berbau kereta api untuk dibagikan ke orang banyak, silahkan anda dapat mengirimkan melalui email cs@keretapedia.com. bye 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here