Mengenal Kalayang ‘Skytrain’ APMS di Bandara Soekarno Hatta

    3
    110
    Kalayang skytrain Bandara Soekarno hatta
    APMS Bandara Soekarno Hatta

    PENGENALAN

    Kalayang singkatan dari Kereta Layang yang diambil dari kata sebelumnya yang akan digunakan yaitu Skytrain merupakan kereta APMS Automatic People Mover System yang berada di Bandara Soekarno Hatta dengan jalur sepanjang 3,05 Km. (tag : Kalayang / skytrain, apms bandara soekarno hatta).

    kalayang / Skytrain merupakan fasilitas moda transportasi antar terminal di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Sebelum ada Kereta Kalayang ‘Skytrain’, para pengguna jasa bandara berpindah dari terminal satu ke antar terminal lainnya dengan menggunakan bus.

    Penggunaan bus shuttel sebagai feeder antar terminal dirasa kurang efektif dari segi kapasitas dan waktu tempuh perjalanan yang memakan waktu banyak. PT.Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soerkarno Hatta membuat terobosan dengan membuat Kalayang antar terminal tersebut.

    Dengan menggunakan kereta kalayang, berharap dapat meningkatkan pelayanan dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan perpindahan antar terminal dapat ditempuh dengan waktu 5 – 7 menit dan mampu meningkatkan jumlah penumpang sebanyak 176 penumpang dalam satu rangkaian.

    Baca Juga :
    1. Mengenal Parameter Pengukuran Kereta Ukur Galunggung.
    2. Mengenal Penambat Rel (Fastening Rail) di Jalur Kereta Api.
    3. Jadwal Kereta Api Argo Parahyangan Tahun 2020.
    4. Jadwal Kereta Api Argo Bromo Anggrek Tahun 2020.

    SISTEM KALAYANG ‘SKYTRAIN’

    Kereta Kalayang ‘Skytrain’ Bandara Soekarno Hatta dapat digunakan oleh para pengguna jasa bandara secara gratis yang ingin melakukan perpindahan antar terminal satu ke terminal lainnya ataupun dari terminal ke stasiun kereta api bandara yang terletak di Gedung Integrated .

    Untuk dapat menggunakan kereta Kalayang, pengguna jasa harus melalui Shelter Kalayang yang terdapat disetiap Terminal dan juga di Gedung Integrated Building yang terhubung dengan Stasiun Kereta Api Bandara lintas Bandara Soekarno Hatta- Stasiun Manggarai.

    Kereta Kalayang ‘Skytrain’ ini dilengkapi dengan 2 jalur (track) yang digunakan dalam operasi Kalayang dan tiap-tiap jalurnya dioperaskan 2 Set Kalayang dengan 2 gerbong disetiap Set Kalayang.

    APMS Bandara soekarno hatta
    Skema elektrifikasi APMS Bandara Soekarno Hatta | PT.AP II

    Kereta Kalayang ini dapat beroperasi dengan kecepatan hingga 60 km/jam, dengan setiap rangkaian kereta dilengkapi dengan teknologi Automated guidway transit (AGT). Sistem operasi kalayang menggunakan roda karet berjalan diatas jalur yang berbahan beton (tanpa batang rel) dan untuk sistem elektrifikasi APMS ini menggunakan rel konduktor atau rel ketiga (disebut dengan power rail) dengan posisi kontak samping (side contact).

    Coba anda bayangkan, jika dulu kalian pernah bermain mobil-mobilan Tamiya yang sangat hitz pada eranya, seperti itulah cara berjalan kereta APMS ini. Sepasang roller blade yang bersentuhan dengan guide rail (sebagai rel penuntun) yang terletak disisi kiri dan kanan APMS hingga APMS tersebut dapat berjalan mengikuti jalur lurus maupun jalur berbelok.

    Pelaksanaan pembangunannya, untuk peralatan fasilitas operasi seperti persinyalan, listrik dan telekomunikasi dikerjakan oleh PT. LEN Industri dan untuk sarana keretanya diproduksi oleh Woojin Industri asal Korea Selatan. 

    Disetiap Shelter kalayang dilengkapi dengan rankaian pintu yang dapat buka-tutup secara otomatis yang terintegrasi dengan sarana (platform screen doors ‘PSD’) serta dilengkapi dengan papan informasi berupa layar kaca TV yang memberikan informasi seputar jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta kalayang.

    Diharapkan kedepannya, pembangunan kereta kalayang ‘skytrain’ Bandara Soekarno Hatta dapat terintegrasi dengan jalur melingkar yang menghubungkan dari terminal 1 hingga terminal 4.

    Demikian pembahasan singkat mengenai Kalayang atau Skytrain, APMS Automatic People Mover System yang berada di area Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Semoga para pembaca dapat memahami. Jangan lupa untuk share artikel ini jika bermanfaat. Terima Kasih

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here