Biaya pada Jasa Transportasi

1
16

Secara umum perlu diketahui bahwa pentingnya masalah biaya pada jasa transportasi untuk disadari sepenuhnya oleh para Insinyur Transportasi atau perencanaan tidak saja hanya harus mengetahui biaya dari fasilitas-fasilitas transportasi dan disamping itu juga mengetahui biaya operasi transportasi yang telah ada. Biaya pada jasa transportasi.

Biaya adalah faktor yang menentukan dalam transportasi misalnya sebagai bahan salah satu untuk pertimbangan penetapan tarif jasa transportasi dan juga sebagai alat control agar dalam pengoperasian transportasi dapat mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi. Biaya pada jasa transportasi sangat erat kaitannya dengan keuntungan dan perkiraan investasi.

Baca Juga :
1. Menelusuri Jembatan Leuwi Jurig di Cianjur
2. Sistem Penomoran Sarana Kereta Api
3. Mengenal Alat Penyambung Kereta (Coupler)

A. KLASIFIKASI BIAYA

Biaya pada jasa transportasi dapat diklasifikasikan menurut berbagai cara tergantung kepada maksud pengelompokannya :

1. Biaya Total dan Biaya Rata-rata ( per unit )

Biaya total adalah untuk menghasilkan sejumlah hasil produk tertentu.
Contoh :

a. Biaya Total

untuk mengangkut barang 5 ton sejauh 60 km (300ton-km) atau mengangkut penumpang sebanyak 25 orang sejauh 40km (1000 km-pnp).

b. Biaya Rata-rata

adalah biaya untuk menghasilkan per unit produk atau jasa. (biaya rata-rata = biaya total / jumlah produksi)

2. Biaya Tetap dan Biaya Variabel

a) Biaya Tetap

 Adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada besarnya produksi atau volume atau tingkat produksi.

Misalnya : Dalam keadaan truk atau bus tidak dioperasikan,artinya tidak ada produksi ton-km atau pnp-km, ada biaya yang dibebankan, yaitu penyusutan kendaraan, biaya izin dan surat-surat kendaraan.

b) Biaya Variabel

Biaya variabel yang berubah secara langsung   berkaitan dengan jumlah keluaran volume produksi     ( ton-km atau pnp-km).Misalnya : biaya pengoperasian truk atau bus : biaya   bahan bakar, biaya pelumas.

3. Biaya Semi Variabel

Biaya yang sebagian sifatnya tetap dan sebagian lagi variabel.

Misalnya : biaya staf operasi lalu lintas, biaya pemeliharaan kendaraan.Kalau biaya operasi kendaraan dirangkum akan diperoleh pengelompokan sebagai berikut :

a)Biaya Tetap
(1)  Biaya staf administrasi
(2)  Depresiasi dan pemeliharaan gedung
(3)  Sewa, upah dan asuransi,
(4)  Administrasi umum.

b)  Biaya Variabel
(1)  Gaji ABK dan pengeluaran
(2)  Bahan bakar dan pelumas
(3)  Pembayaran sewa kendaraan
(4)  Ban

c)  Biaya Semi Variabel
(1)  Biaya staf operasi lalu lintas
(2)  Biaya STNK dan pajak-pajak
(3)  Pengeluaran untuk bengkel
(4)  Pemeliharaan kendaraan
(5)  Depresiasi kendaraan

4.Biaya Langsung VS Biaya Tidak Langsung

1) Biaya langsung

adalah biaya yang dapat dikaitkan   sebagai keseluruhan secara langsung kepada   pusat biaya atau satuan produk atau jasa   tertentu.

Misalnya : biaya bahan bakar langsung berkaitan   dengan perjalanan tertentu.

2) Biaya tidak langsung

merupakan biaya yang tidak   dapat dikaitkan secara langsung dengan keluaran   ( produk / jasa ) tertentu.

Misalnya : Biaya izin operasi, biaya STNK tidak   dapat dikaitkan secara langsung dengan keluaran   atau perjalanan tertentu.

5.Biaya Pribadi VS Biaya Sosial

1)  Biaya pribadi

adalah biaya yang dibayar sungguh-  sungguh oleh individu atau pengusaha para transit,   bis atau pengusaha yang lain. Biaya-biaya ini   merupakan biaya internal bagi perusahaan, biaya ini   mencakup pajak.Kepada pusat biaya atau satuan produk atau   jasa   tertentu.

2)  Biaya sosial

merupakan biaya yang ditanggung   oleh masyarakat secara keseluruhan.

Misalnya : Biaya kemacetan, biaya polusi, biaya   kecelakaan. Biaya yang ditanggung oleh masyarakat   sebagai akibat pengoperasian kendaraan bermotor.

6.Biaya Kesempatan ( Opportunity Cost )

Biaya kesempatan dari suatu sumber adalah nilai dari   apa yang hilang karena tidak menggunakan sumber   tersebut pada alternative penggunaan terbaik   berikutnya.

Misalnya : Bila seseorang menghadapi pilihan   kesempatan menggunakan sumber (dana) tertentu,   seperti mendepositkan di Bank, membuka toko dan   mengusahakan metromini. Menurut evaluasi orang yang bersangkutan pilihan paling baik metromini,   menyusul toko dan deposito. Dia memutuskan   menginvestasi pada metromini, maka penghasilan dari   mengusahakan toko jadi hilang. Perkiraan pendapatan   yang hilang juga merupakan opportunity cost bagi   sumber yang digunakan untuk metromini.

7.Eksternalitas

1)   Bila suatu biaya tidak langsung terjadi dan ia berjalan   tanpa dikenakan harga sejauh berkenaan dengan unit   produksi, ia disebut externalitas. Biaya ini merupakan   biaya   extern bagi pengusaha yang menimbulkannya,   pengusaha   atau organisasi yang lain atau masyarakat   secara   keseluruhan   membayar biaya tersebut.

2)  Eksternalitas dapat positif yaitu biaya atau keuntungan   misalnya : biaya untuk menjaga keamanan jalan   ditanggung   polisi dan bukan oleh pengemudi yang   membuat kesalahan   di jalan. Polusi dan debu akan dialami   oleh mereka yang   tinggal di sepanjang jalan tapi mereka para operator yang   menimbulkan biaya itu, tidak   membayar biaya itu.

3)  Sebagian dari biaya kecelakaan mungkin tidak dibayar   oleh   mereka yang cedera dalam kecelakaan atau tentu   tidak   oleh mereka yang menimbulkan kecelakaan, karena   rumah sakit harus merawat korban yang memerlukan.

8.Biaya yang difahami ( Perceive Cost )

1)  Biaya yang di fahami adalah biaya-biaya yang seseorang   menyadari sungguh-sungguh akan adanya bila ia mengambil   keputusan.

2)  Para ekonomi tertarik pada biaya-biaya yang mempengaruhi   tingkah laku dan dengan demikian merupakan biaya-biaya   dimana para pemakai dan para operator sebenarnya   menyadari.   Misalnya banyak pengusaha menemukan bahwa   apa yang   mereka harus simpan di Bank untuk penggantian tiba   waktunya.   Biaya yang disadari mereka untuk penggantian   ternyata lebih   rendah daripada biaya yang sebenarnya.

3)  Banyak pengusaha berfikir tentang tambahan perjalanan, hanya   dalam tambahan bahan bakar yang diperlukan itu merupakan   perceived cost mereka, tetapi tiap perjalanan juga akan   menimbulkan tambahan pemeliharaan kendaraan, biaya crew   dan   biaya ban.

Penumpang mungkin menganggap tarif yang benar-benar   dibayar merupakan biaya yang sepenuhnya bagi perjalanan   mereka, tetapi biaya sepenuhnya seharusnya   memperhitungkan waktu mereka.

9.Biaya yan dapat Dipisah, Biaya Gabungan dan Biaya Bersama)

a) Biaya yang dapat dipisah

Biaya yang dapat dipisah merupakan biaya-biaya yang dapat   dimasukkan seluruh kepada output dari bagian tertentu dari   sistem angkutan.

Misalnya : biaya penjualan tiket kereta api dpat dihubungkan   langsung dengan biaya pengoperasian suatu perjalanan.   Demikian juga bahan bakar yang digunakan pada rute tertentu   dapat digolongkan sebagai biaya yang dapat dipisahkan. Oleh   karena itu ia dapat dengan jelas ditelusuri kepada perjalanan   pada rute tertentu, dan dengan demikian dapat dibedakan dari   semua tipe biaya yang lain.

b) Biaya Gabungan (joint cost)

adalah dimana penyediaan suatu   pelayanan secara otomatis mengharuskan produksi pelayanan   yang lain. Ada satu contoh yang sangat umum dibidang angkutan,   yaitu angkutan balik ( back haul ). Bila sebuah bis, truk atau   kereta api memulai dari pangkalannya kepada tujuan, angkutan   kembali belakangan itu merupakan joint cost.

c) Bila Operasi Kereta Campuran

Bila suatu kereta api direncanakan sebagai kereta campuran penumpang dan barang, operasinya secara otomatis akan mengarah kepada output   pelayanan penumpang dan barang. Biaya   pengoperasian kereta campuran itu merupakan   gabungan dua macam output tersebut.

d) Bila pada Terminal

Suatu terminal bis dengan beberapa rute akhir di situ, akan berperan baik sebagai terminal untuk   penumpang yang lain, dan dengan memberikan   satu pelayanan secara   otomatis ia menghasilkan   pelayanan lain. Biaya   menggunakan terminal   tersebut merupakan biaya   gabungan   terhadapdua   pelayanan yang menyediakan   tujuan akhir dan   suatu persimpangan.

Masalah yang timbul dari joint cost selalu bagaimana   mengalokasikan biaya-biaya itu kepada pelayanan yang   berlainan dan pemakai yang berlainan. Mengapa demikian,   karena merupakan masalah penting bila menentukan   berapa tarif yang harus dikenakan pelayanan yang   berlainan.

e) Biaya Bersama (common cost)

Biaya bersama ( common cost ) merupakan biaya yang   dibagi antara berbagai pelayanan, tetapi dapat ditelusuri   dengan cara yang diteruskan dengan baik kepada masing-  masing pelayanan. Common cost seperti joint cost dalam   pengertian, keduanya merupakan biaya yang dihasilkan dari   menyediakan pelayanan terhadap satu rangkaian pemakai,   tetap common cost berbeda dari joint cost dalam hal   penggunaan sumber-sumber untuk menyediakan satu   pelayanan tidak mesti menghasilkan pelayanan lain. Salah   satu contoh adalah biaya crew tersebut bekerja dalam satu   minggu, sebagian pada pelayanan bis antar kota, sebagian   pada bis wisata.

f) Upah

Upah mereka adalah biaya bersama ( common cost ) kepada tiga pelayanan itu, tetapi dengan mudah dapat ditelusuri   kepada masing-masing pelayanan dengan melihat kepada   banyak waktu yang dialokasikan kepada masing-masing   pelayanan, maka pelayanan yang lain akan terjadi juga.   Contoh yang   lain adalah biaya mengoperasikan peti   kemas, yang semua, dan makanan didinginkan, atau   perdagangan yang melayani Jepang, USA, ASEAN, Eropa, atau   peti kemas 20 ft dan 40 ft.

Biaya bersama tersebut dapat dengan segera dipecah-pecahkan kepada pelayanan yang berbeda menurut tingkat tersebut penggunaan yang masing-masing dilakukan pada   terminal. Penyediaan lintas utama kereta api akan mempunyai   biaya bersama terhadap pelayanan penumpang dan barang,   tetapi memungkinkan untuk mengalokasikan common cost   kepada masing-masing pelayanan barang, dan membiarkan   semua biaya track dibayar oleh pelayanan penumpang,   dengan demikian output dari suatu pelayanan tidak otomatis membawa kepada produksi pelayanan lain. Sebagaimana join   cost, ada juga masalah dalam mengalokasikan common cost diantara pelayananan dan diantara pemakai.

10. Biaya yang dapat Dielakkan

1)  Biaya yang dapat dielakkan kadang-kadang biaya yang   dapat dihindarkan (capable cost). Biaya terelakkan   adalah biaya-biaya yang secara pasti akan tidak terjadi   bila pelayanan angkutan atau kegiatan usaha berhenti   bekerja. Atau sebaliknya, biaya terelakkan adalah biaya   tambahan yang terjadi bila kegiatan angkutan yang   baru ditambahkan kepada sistem angkutan yang ada.

2)  Disamping itu dapat diidentifikasikan dengan bertanya   “biaya-biaya apa akan dapat dihindarkan/dihemat bila   kegiatan tetentu tidak dilaksanakan”. Biaya yang dapat   dielakkan adalah biaya marginal ( secara tepatnya biaya   marginal jangka panjang ) menurut definisi, ini juga   merupakan biaya kesempatan. Mereka secara luas   digunakan dalam analisis ekonomi transportasi.

B. Berbagai Biaya Dari Proyek

  Bagian terbesar dari baiay financial untuk mewujudkan satu proyek harus diperhitungkan dalam membandingkan antara manfaat dan biaya ekonomis yang dikeluarkan untuk proyek tersebut. Tetapi ada juga yang tidak dimasukkan dan hendaknya diabaikan dalam analisis benefit cost.

a.  Sunk Cost

Sunk Cost adalah biaya yang sudah dikeluarkan dalam   waktu   yang lampau untuk sesuatu proyek, atau biaya yang   sudah   dikeluarkan sebelum diambil keputusan untuk   menjalankan   proyek. Biaya ini tidak dihitung dalam   analisis karena proyek   menyangkut manfaat di masa   depan, maka yang dihitung   adalah biaya yang ada   kaitannya dengan timbulnya manfaat   tersebut, yaitu   biaya yang timbul sesudah diambil keputusan   untuk   melaksanakan proyek.

b. Depresiasi

Penyusutan atau depresiasi merupakan pengalokasian biaya investasi suatu proyek setiap   tahun sepanjang umur ekonomis proyek tersebut.   Depresiasi merupakan biaya tapi tidak disertai   pengeluaran, sehingga karena sifatnya biaya ini   dinamakan juga book cost.

Pengeluarannya terjadi dalam rangka investasi atau pembelian barang modal atau aktiva tetap   kecuali tanah. Dlam benefit cost analisis depresiasi diperlakukan lain daripada neraca dan laporan   rugi laba. Penyusutan termasuk cash flow benefit   tahunan bersih dari proyek tersebut.

c. Pelunasan Hutan Beserta Bunganya

Dimasukkan tidaknya pelunasan angsuran beserta bunganya tergantung pada ada beban sosial masyarakat yang berkaitan dengan pelunasan pembiayaan proyek.

Perhitungan biaya suatu proyek dapat dilakukan pada waktu :

  1. investasi trsebut dikeluarkan
  2. Pinjaman untuk investasi tersebut beserta bunganya dilunasi.

Perhitungan dilakukan pada waktu investasi tersebut   dikeluarkan apabila investasi dibiayai dengan dana investasi   yang tidak terkait pada proyek tertentu. Dalam hal ini dana   yang tersedia dapat digunakan untuk proyek-proyek lain   yang menguntungkan. Dana semacam ini misalnya adalah   dana pinjaman dari sumber-sumber resmi, seperti C.G   (Pengganti IGGI).

d. Engineering dan Studi Kelayakan Proyek

Studi engineering mencakup :
1) Desain pendahuluan
2)Desain akhir

Biaya investasi kelayakan proyek dan desain pendahuluan tidak diperhitungkan dalam biaya Investasi. Biaya tersebut sebelum proyek diputuskan untuk dilaksanakan, jadi dianggap sunk Cost. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk desain akhir diperhitungkan dalam biaya investasi karena terjadi sesudah ada keputusan untuk melaksanakan proyek. Kalau biaya diatas ada diperhitungkan dan ada yang tidak diperhitungkan, ada pula biaya yang hampir selalu termasuk dalam biaya-biaya ekonomis,

e. Tanah

Biaya diperhitungkan apabila tanah yang digunakan adalah lahan yang menghasilkan sehingga ada pengorbanan produksi (production forgone). Dalam hal ini net present value dari produksi yang dikorbankan dihitung sebagai biaya. Harga keluaran (output) yang dikorbankan dinilai dengan harga pasar.

f. Biaya Konstruksi atau Pengadaan Peralatan

1)  Peralatan

Dalam perhitungan nilai peralatan perlu diteliti apakah   barang impor atau tidak. Kalau ada yang diimpor perlu   diteliti apakah perlu diterapkan “harga bayangan” bila nilai   tukar devisa dikendalikan tukar resmi lebih rendah dari   nilai tukar pasar.

2)  Bahan-bahan

Perlu diteliti apakah bahan itu bersifat “trediable” yaitu   bahan impor atau bahan-bahan yang dapat diekspor. Jika   barang bersifat trediable maka harga yang relevan adalah   “border price”.

  Border price :
a)  Barang impor memakai C.I.F (Cost Insurance   Freight).
b)  Barang yang dapat diekspor memakai F.O.B (Free   on Board).

3) Tenaga Kerja

Perlu diteliti apakah tenaga kerja itu dibayar terlalu tinggi, misalnya pengangguran mestinya nilainya tidak ada, tetapi karena adanya upah minimum harus dibayar dengan upah minimum.

Tenaga ahli dibayar terlalu rendah padahal keahliannya mahal. Karena adanya peraturan gaji yang membatasi perbedaan gaji terendah dan tertinggi, maka tidak dapat dikenakan upah yang seharusnya.

Dalam hal tenaga terlatih dan memerlukan pelatihan, maka semua biaya pelatihan boleh diperhitungkan sebagai biaya ekonomi.

Untuk memperhitungkan biaya konstruksi/pengadaan peralatan perlu diperhatikan :

  • Perlu dihindari terjadinya double-counting
  • Apakah investasi dibebankan pada waktu dikeluarkan atau berupa cicilan pengembalian.
  • Salvage value, yaitu nilai dari cost yang tidak habis dipakai sebagai nilai residual mengurangi biaya investasi.
  • Porsi salvage value biasanya kecil dibandingkan manfaat proyek.

Pengaruh salvage value dlam evaluasi proyek   bila periode analisis pendek dan capital besar.

g. Bunga Selama Masa Konstruksi

Adakalanya bunga investasi selama masa konstruksi sudah termasuk dalam investasi (capitalized cost). Dalam hal ini bunga selama masa konstruksi tidak diperhitungkan sebagai biaya ekonomis.

Apabila social opportunity cost terdiri dari arus perlunasan beserta bunga selama waktu yang akan datang, maka bunga selama masa konstruksi tidak dihitung sebagai biaya ekonomis.

h. Modal Kerja

Modal kerja terikat pada proyek, karena itu tidak tersedia untuk kepeluan lain. Seharusnya dianggap sebagai biaya ekonomis dan diperhitungkan sebagai biaya investasi pada tahun pertama digunakan dan pada akhir proyek diperhitungkan sebagai dari salvage value.

i. Biaya Operasi dan Pemeliharaan

Dalam hal ini yang diperhatikan sebagai biaya ekonomis adalah biaya tahunan untuk keperluan rutin selama umur proyek, mencakup :

  • Personalia air
  • Bahan-bahan
  • Rupa-rupa keperluan kantor
  • Listrik dan telekomunikasi
  • Barang/jasa untuk pemeliharaan

j. Biaya Penggantian

Misalnya initial investment akan tahan sampai 50 tahun. Tentu ada peralatan-peralatan yang umurnya hanya 10 tahun, dan hal ini memerlukan penggantian.

k. Biaya Terduga

Biaya ini untuk menampung perhitungan under estimate dan ditambahkan kepada banyak investasi. Pengaruh inflasi tidak boleh dimasukkan, jadi semua biaya diukur atas dasar harga tahunan dasar penelaahan terhadap proyek.

l. Biaya Intangible

Biaya-biaya yang nyata tetapi sulit dihitung dengan uang mencakup pencemaran air, udara, suara, rusaknya pemandangan dan sebagainya.

Demikian artikel tentang biaya pada jasa transportasi, semoga dengan artikel tersebut dapat membantu para pencari literasi di dunia transportasi dan dapat di terapkan dalam menghitung biaya pada jasa transportasi umum dan menjadi acuan dalam cara menghitung biaya jasa transportasi umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here