Tata Cara dan Syarat Pemilihan Lokasi Stasiun Kereta Api

1
26

A. DEFINISI

Stasiun kereta api  didefenisikan sebagai pusat pengaturan perjalanan kereta api , tanpa persetujuan stasiun ,kereta api tidak bisa berjalan. Dengan kata lain mereka membentuk unit  kontrol lapangan  dimana stasiun digunakan sebagai tempat menunggu.
(tag : tata cara dan syarat pemilihan lokasi stasiun)

Stasiun kereta api sebagai pilihan area dan melayani khusus pengontrolan  dan reparasi  gerbong dan memberikan kenyamanan dan keamanan operasi kereta api.

Selain itu juga, Stasiun sebagai tempat naik turun penumpang, bongkar muat barang, langsiran kereta dan lokomotif. dalam penentuan lokasi stasiun kereta api ada tata cara dan syarat pemilihan lokasi stasiun kereta api.

B. TUJUAN PEMBUATAN STASIUN KERETA

Sebuah stasiun kereta api adalah tempat menyeleksi jalan kereta api yang digunakan untuk tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengontrol gerakan kereta.

Menyiapkan jalur track untuk kereta yang datang dari arah yang berlawanan, dan juga  memberi jalan kereta cepat mendahului kereta lambat   pada kereta yang mempunyai  arah yang sama.

  • Menyediakan fasilitas air bagi lokomotif/ kereta
    Menyediakan fasilitas untuk mengganti lokomotif  dan operasi staf
  • Menyiapkan fasilitas langsir untuk kereta ( penggabungan dan pemisahan gerbong)
  • Menyediakan tempat untuk lokomotif cadangan, lokomotif yang tidak beroperasi atau lokomotif yang dalam perbaikan.

2. Untuk Pelayanan Penumpang.

  • Fasilitas untuk pergantian penumpang
  • Fasilitas untuk menunggu, dan booking penumpang dan barang
  • Pusat pemberian pelayanan untuk penumpang dalam hal terjadinya kecelakaan.

C. FUNGSI STASIUN

Fungsi Stasiun Dapat dikatakan  bahwa pelayanan kereta api yang efesien tergantung pada fungsi kenyamanan pelayanan stasion atau yard.

Stasiun kereta api adalah area tempat :

  1. Pelayanan naik dan turunnya penumpan
  2. Bongkar muat barang angkutan
  3. Penyusunan rangkaian kereta api, menambah, mengurangi dan mengatur rangkaian, pengontrolan pergerakan kereta api.
  4. Tempat berpapasan kereta api, tempat dimana membolehkan kereta api berjalan dengan arah yang berlawanan pada jalur tunggal , melakukan gerakan menyilang KA satu sama lain
  5. Memungkinkan kereta api cepat mendahului kereta api brang yang lebih lambat
  6. Tempat pemeliharaan dan perbaikan kendaraan jalan rel
  7. Tempat pengambilan bahan bakar ( diesel atau batu bara dan air ) untuk lokomotif
  8. Tempat pergantian lokomotif dan staf bekerja.

D. PEMILIHAN LOKASI STASIUN KERETA

Dalam pemilihan lokasi stasiun beberapa kriteria yang harus diperhatikan ;

  1. Area stasiun Kereta api haruslah dekat ke kota atau desa yang akan dilayani
  2. Area haruslah pada permukaan tanah yang baik secara teknis.
  3. Lokasi Stasiun berada pada bagian jalur jalan kereta api  yang lurus.
  4. Lokasi stasiun haruslah mempunyai akses yang baik yang menghubungkan kota atau desa terdekat.
  5. Lokasi stasiun harus mempunyai sistem fasilitas drainase yang baik .
  6. Lokasi stasiun harus dapat memenuhi kebutuhan pergerakan masyarakat seperti juga kebutuhan meliter.
  7. Lokasi stasiun kereta api mampu menyiapkan fasilitas-fasilitas , seperti kebutuhan air minum/ drinkable water,  electricity, dsb. Kemampuan akan memenuhi kebutuhan air yang dapat diminum dari sumber terdekat  dalah merupakan hal yang sangat diperlu.
  8. Area yang cukup untuk jalur tunggal atau jalur ganda, penambahan jalur, bangunan stasiun, platform, staff quarters dan untuk pengembangan stasiun pada waktu yang akan datang , haruslah mungkin dapat dilakukan dilapangan.

F. SYARAT SYARAT TEKNIS LOKASI STASIUN KERETA

Secara teknis  aperasional untuk lokasi stasiun tergantung pada :

  1. Ketersediaan area yang cukup
  2. Berlokasi pada area yang lurus ( Straight approach)
  3. Sistem drainase yang efesien
  4. Jaringan jalan raya dari stasiun dekat dengan kota
  5. Ketersediaan kelengkapan suatu stasiun
  6. Type dari stasiun yard

1. Ketersedian area yang cukup

Suatu komplek stasiun akan mencakup  hal sebagai berikut.:

Luas area yang cukup untuk gedung stasiun, bangunan untuk ruang kerja pegawai, emplasemen/ platform, area penambahan jalur bila diperlukan pada waktu yang akan datang ,good shed, sidings dan yard area dan loco sheds.

Lokasi disarankan bebas dari area tempat aktivitas agama seperti mesjid, gereja , pagoda yang tidak dapat dibebaskan.

Umumnya mendudukkan panitia yang sangat kompeten dalam penentuan lokasi seperti, pemerintah daerah, pejabat teknis, pejabat keamanan, dan pejabat teras perkereta apian.

Penempatan mereka dalam team ini dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa  area yang dibutuhkan yang akan dibebaskan untuk komplek stasiun kereta api  tidak diganggu dan menghindarkan kemungkinan telah diajukan penggunakan oleh departemen lain.

Area yang diusulkan sejauh mungkin bebas dari struktur bangunan lainnya seperti pembebasan lahan  perumahan yang biayanya akan sangat mahal.

2. Jalur masuk yang lurus ( Straight approaches).

Stasiun tidak akan berada pada daerah tikungan dimana berbagai-bagai sinyal harus terlihat dari stasiun.

3. Drainase yang efesien

Kemiringan minimum 1 : 1000 akan memadai sepanjang stasiun yard. Pada waktu bersamaan sejauh mungkin  minimum gradient 1 :1000 merupakan ketentuan yang baku dari ketentuan drainase, yang cukup haruslah mendekati 1 : 1000 sebisa munkin dan tidak akan menjadi lebih curam dari 1 : 400.

4. Jaringan jalan raya dari stasiun dekat dengan kota

Perkeretaapian mempunyai tugas utama memberi pelayanan pada masyarakat. Selanjutnya perlu bahwa  kota terdekat atau desa terdekat haruslah dihubungkan dengan maksud pendekatan dengan  dengan jalan masuk atau jalan pengumpan. Tidaklah perlu sewaktu memilih lokasi untuk komplek stasiun  satu dari jalan tersebut sudah ada. Semua perencana sudah menetapkan  bahwa  hal tersebut bukanlah hambatan  atau halangan  antara penghubung kota atau desa dan stasiun kereta api. Keberadaan kota, desa atau komplek industri  itu sendiri merupakan  sebagai suatu titik keterpaduan  dalam memilih suatu lokasi stasiun.

5. Ketersediaan kelengkapan  stasiun

Kebutuhan stasiun dibagi dalam 2 kategori :

  • fasilitas yang dibutuhkan sebagai bagian integral dari komplek stasiun dan yard
    • fasilitas yang harus sudah tersedia dalam pembangunan komplek stasiun dan yard , seperti penyedian air bersih , batu bara, diesel listrik dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas ini harus sudah dimasukkan dalam perencanaan.

6. Tipe Stasiun Yard

Stasiun dapat dibagi dalam kategori A,B,C atau D dan memerlukan site dan area yang akan berbeda sesuai dengan kategori stasiun yang akan dibangun. Hal yang sama stasiun dapat mempunyai jalur samping (Siding track), persimpangan, atau terminal stasiun  dan kebutuhan dari tipe ini akan berbeda.

Baca Juga :
1. Biaya-biaya pada jasa transportasi.
2. Persyaratan teknis peron stasiun kereta api.
3. Fungsi dan Jenis-jenis Coupler (Kopler) Kereta api

G. SYARAT TEKNIS PELAYANAN YANG HARUS DIPENUHI SUATU STASIUN KERETA API.

Dalam pemilihan lokasi stasiun, tata cara dan syarat pemilihan lokasi stasiun kereta api yang sudah dijelaskan diatas adapun syarat teknis pemilihan yang harus dipenuhi suatu stasiun yaitu :

1. Kebutuhan Masyarakat

Stasiun Kereta Api harus memberikan fasilitas kepada masyarakat ;

  • Kantor pemesanan tiket untuk penumpang
  • Pengaturan untuk pemesanan barang
  • Peron untuk penumpang dan barang dengan atau tanpa gudang.
  • Papan nama stasiun.
  • Ruang tunggu dan ruang istirahat.
  • Sistem penyedian yang memadai akan kebutuhan air minum
  • Toilet  dan untuk kebutuhan mandi.
  • Pengaturan lampu penerangan yang baik pada waktu malam hari.
  • Kantor penerangan
  • Penyiapan papan petunjuk perjalanan kereta api
  • Sistem tata suara untuk mengumumkan kedatangan dan keberangkatan kereta api
  • Fasilitas lain seperti, telepon umum, area untuk bersantai, kantor telegram , pos polisi dsb.

2. Kebutuhan kegiatan Staff dan keamanan (polisi)

Stasiun kereta api haruslah menyediakan fasilitas-fasilitas sbb untuk keperluan staff dan polisi:

  • Ruangan-ruangan kerja staff                   
  • Retiring rooms dan rest houses
  • Tempat tinggal staff kereta api seperti kepala stasiun, pemeriksa tiket, operator malam, masinis kereta api dsb dan untuk polisi

3. Kebutuhan  kereta api

Stasiun harus menyediakan fasilitas untuk pengontrolan pergerakan kereta api dan penaganannya.

  • Pengaturan pengontrolan geraka kereta api dengan peralatan sinyal.
  • Jumlah yang cukup jalur simpang/siding track untuk penerimaan , penyeleksian, penyimpanan dan pemisahan kereta api.
  • Jumlah yang cukup dari peron untuk area untuk menangani  kereta penumpang dan barang.
  • Pengaturan untuk pengontrolan dan pencatatan  gerakan kereta api.

4. Kebutuhan Lokomotif

Stasiun kereta api harus menyediakan kebutuhan fasilitas lokomotif ;

  • Pengaturan penyiapan untuk operasional lokomotif seperti suplai bahan bakar dan air untuk lokomotif   seperti  tangki-tangki minyak kran untuk suplai batu bara, pipa air dsb.
  • Pengaturan untuk pencucian, pengcekan, inspeksi, dan perawatan lokomotif,  seperti , pit pembersihan abu( bila menggunakan batu bara), pit untuk inspeksi, hydrolic jacks etc.
  • Turn- table untuk merobah arah mesin.

5. Kebutuhan akan pengembangan perkerataapian

Stasiun kereta api haruslah mempersiapkan fasilitas untuk pengembangan perkeretaapian;

  • Pencapaian yang mudah dan nyaman jalan akses dari kota atau desa terdekat ke stasiun  tanpa kemacetan.
  • Kemampuan penyejuk mencapai peron stasion
  • Jam penunjuk waktu yang tepat , peta petunjuk dari kota tempat stasiun berada, papan petunjuk terpisah yang menginformasikan kedatangan dan keberangkatan KA serta  nomor peron posisi kereta.
  • Ruang tunggu yang besar / big waiting halls, Cinema hall dsb

H. PERSYARATAN DAN FASILITAS STASIUN KERETA API.(Requirement and amenities of a railway station)

 Dalam suatu komplek stasiun , diperlukan minimum fasilitas untuk efesiensi fungsi yang harus dilengkapi oleh setiap stasiun kereta api. Pada stasiun kereta api dimana penumpang harus menunggu berjam-jam dan volume lalu lintas yang padat , sejumlah fasilitas tambahan perlu disediakan dan dengan kata lain dipersiapkan .

Disana bagaimanapun juga tidak ada batasan yang baku antara dua fasilitas  ( Requirement dan amenities)  yang harus disediakan pada stasiun kereta api. Sebagai contoh ketentuan adanya ruangan untuk mamakan dan minum atau restauran (provision of a refreshment room) mungkin dicakup dibawah kedua kategori ini. Dalam pandangan diatas , hal ini lebih baik kelompok requirement dan amenities  bersama-sama diklasifikasikan dalam ungkapan  perlu (essential) dan keinginan (desirable).

Selanjutnya suatu stasiun disini dapat dibagi dalam  berbagai klas menurut  pengguna untuk siapa mereka dimaksudkan. Pada dasarnya stasiun  dapat dibagi  untuk kepentingan sebagai berikut :

  1. Public
  2. Traffic
  3. Loco Department
  4. General.
  1. Public Requirement.
    • Perlu/ Essential
    • Booking office
    • Platform
    • Drinking water
    • Light
    • Sanitary arrangements
    • Inquiry office
    • Name-board of the station.
    • Keinginan / Desirable
    • Platform coverings
    • Waiting rooms and Retairing room
    • Refreshment rooms
    • Public Telephones
    • Microphones
    • Guides
    • Refrigerator and hot water.
  1. Traffic Requirements
    • Essential
      Booking office : Signals and signal Cabin, Sidings.
    • Desirable.
      Platform for loading, unloading and sorting of goods wagons.
      Retairing room and waiting room for staff the traffic department.
  1. Loco Department
    • Essential : Supply of fuel, water ( hanya untuk stasiun utama)
      – Clearing and examining of locomatives.
      – Inspection and repair vehicle
      – Arrangement of accomodation of loco staff ( hanya untuk stasiun utama)

4. General
Essential :
Suitabel approach roads from surrounding areas
Availablility of porters on the platform of station

Demikian artikel tentang arti dan fungsi dari stasiun kereta api serta sedikit penjelasan tentang tata cara dan syarat pemilihan dalam penentuan lokasi stasiun kereta api. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. jangan lupa untuk komen dibawah ini. Terima kasih

Sumber : Bpk. Padri H. Aksah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here