Fungsi dan Jenis-Jenis Sistem Pengereman Kereta Api

0
216
Sistem Pengereman pada lokomotif

A. PENGERTIAN

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya tentang cara hitung jarak pengereman yang membutuhkan jarak pengereman yang cukup jauh tidak seperti kendaraan mobil atau motor di jalan raya. Sekarang kita akan membahas mengenai fungsi dan jenis-jenis sistem pengereman yang bekerja pada kereta api.

Dikutip dari wikipedia, pengertian pengereman adalah suatu proses kendaraan dilakukan proses perlambatan atau menghentikan gerakan roda, karena gerakan roda diperlambat maka secara otomatis gerak kendaraan menjadi lambat.

B. FUNGSI PENGEREMAN

B.1 Memperlambat Kecepatan Kereta Api

Sistem pengereman harus dapat bekerja dengan baik, agar pengaturan kecepatan KA di jalan bebas / petak jalan dapat dikendalikan sesuai ketentuan, misalnya pada saat :

  • Melewati taspat / semboyan  2A ; 2B ; 2C.
  • Akan melewati lintas tikungan, turunan.
  • Akan masuk ke spoor belok / masuk ke stasiun dengan semboyan 6.

B.2 Menghentikan Kereta Api

Fungsi pengereman yang baik, harus dapat menghentikan kereta api setiap saat dikehendaki, diantaranya :

  • Apabila kereta api akan berhenti di setasiun tujuan / pemberhentian.
  • Kereta api ditahan semboyan 7 (emplasemen belum aman).
  • Diberhentikan di jalan bebas karena adanya rintang jalan / melihat semboyan 3.

B.3. Faktor Penentu Keamanan Perjalanan kereta api / PERKA

Sebuah rangkaian kereta api dinyatakan siap berangkat, apabila percobaan pengereman telah dilaksanakan dan dinyatakan baik.

KA tersebut tidak akan diberangkatkan, apabila pengeremannya tidak berfungsi dengan baik.

Hal ini menandakan bahwa faktor pengereman adalah merupakan faktor penentu untuk keamanan perjalanan KA , disamping faktor lainnya seperti :

  • Pengaturan jadwal KA  berangkat / bersilang / datang.
  • Pelayanan petugas / crew KA diperjalanan .
  • Faktor luar lainnya / yang tak diduga : misal bencana alam, pengemudi mobil lalai hingga masuk ke jalur KA, dsb.

B.4 Faktor Penentu Ketepatan jadwal PERKA

Perjalanan KA akan tersendat – sendat,  bahkan tidak jarang terjadi kelambatan, apabila pengereman tidak dapat berfungsi dengan baik

Perhatikanlah saat KA di petak jalan, begitu KA telah melewati bagian jalan KA yang dipasangi TASPAT, maka kecepatan KA harus ditingkatkan sesuai tabel KA, tetapi ternyata kecepatan KA tersebut tidak bisa segera menyesuaikan, akibat dari  pelepasan rem tidak segera berfungsi secara sempurna, sehingga rem blok masih mengikat pada bandage.

Hal ini membuktikan bahwa teknik perawatan dan pelayanan pengereman yang belum memenuhi standard ketentuan, yang selanjutnya menimbulkan / mengakibatkan keterlambatan atau tidak tepatnya jadwal perjalanan KA.

C. JENIS – JENIS SISTEM PENGEREMAN KERETA API

C.1 Pengereman Tangan

Pada kereta api tempo dulu (kereta kayu : CR; DR  maupun gerbong : GR ; KR: dst mengunakan sistem pengereman tangan) yaitu untuk pelayanan pengereman dengan menggunakan tenaga tangan / secara manual. sistem pengereman ini secara berangsur akan dihilangkan, karena untuk kereta api kecepatan tinggi sistem ini sudah tidak bisa dihandalkan.

C.2 Pengereman Hampa Udara

Sistem pengereman hampa udara atau biasa disebut rem pakem, Pada kereta tempo dulu ( kereta kayu : CL, DL  maupun gerbong : GL ; Kl: dst mengunakan sistem pengereman hampa udara) yaitu untuk pelayanan pengereman dengan memanfaatkan udara luar yang bertekanan 1 atmosfir guna menekan piston pada silinder abar, sehingga batang piston dapat bekerja menekan tuas-tuas / stang rem, sehingga treangle bergerak yang selanjutnya rem blok dapat mengikat bandage roda.

Sama seperti sistem pengereman tangan, pengereman tangan juga sudah ditinggalkan sejak dekade 70an, karena sudah tidak sesuai lagi dengan tingkat kecepatan kereta api sekarang (saat ini sudah tidak digunakan lagi).

C.3 Pengereman Udara Tekan

Penggunaan sistem pengereman dengan udara tekan (air brake system) digunakan untuk menggantikan 2 sistem pengereman manual dan hampa udara.

Pada kereta / gerbong saat ini hampir semua  pengeremannya dilayani dengan pengereman udara tekan. bahwa pelayanan pengereman memerlukan udara bertekanan sekitar 5 kg/cm2 yang disupply secara terus menerus oleh kompresor (tekanan udara pada kompresor minimal 8 kg/cm2 berada di lokomotif).

Metode sistem pengereman udara tekan sebagai sumber tenaga untuk menggerakan sistem pengereman ini menggunakan udara yang dimampatkan sampai tekanan tinggi, dan tekanan udara ini yang digunakan untuk menggunakan untuk mendorong/menekan blok rem, sehingga daya rem nya akan kuat/besar, dan sampai sekarang sistem ini masih relevan untuk dipakai pada operasional kereta api

C.4 Pengereman Dinamic

Pada kereta listrik, terdapat traksi motor ( TM ) yang berfungsi untuk menggerakkan roda adhesi, apabila kecepatan KA dikurangi, maka TM tak berfungsi sebagai penggerak, maka terdapat  momen torsi yang menghambat laju / kecepatan KA.

Sistem pengeraman ini hanya dipakai untuk mengerem lokomotif diesel elektrik, sumber tenaga untuk mengerjakan pengereman adalah dengan cara mengubah sirkuit listrik pada traksi motor, sehingga yang semula sebagai motor diubah menjadi generator. Dengan berubahnya fungsi ini maka motor yang sudah jadi generator tersebut perlu tenaga untuk memutar, dan tenaga inilah yang diambilkan dari putaran roda. Sehingga sebagian tenaga untuk memutar generator, akhirnya putaran roda menjadi menurun, dan berakibat kecepatan juga menurun

Sumber : Materi Bpk. Sugiyarto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here