Mengenal Jenis-Jenis KRL yang ada di Indonesia

0
412
KRL Tokyu 8000

Keretapedia | Kereta Rel Listrik atau biasa kita sebut dengan KRL, adalah sarana kereta api berpenggerak tenaga listrik yang saat ini baru tersedia di kota besar Jabodetabek. Kita sering kali menggunakan sarana KRL di Jabodetabek tanpa kita pahami sedikitpun jenis-jenis KRL yang lalu lalang beroperasi mengangkut para kaum commuter diwilayah Jabodetabek untuk menemani kegiatan sehari-hari.

Berbagai macam KRL yang berada di Indonesia berasal dari Jepang baik yang di dapat secara hibah ataupun beli. KRL yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan KRL bekas yang sudah pernah dipakai untuk operasi dibeberapa lintas di Jepang. beberapa jenis KRL dari Jepang yang sudah ada di Indonesia seperti KRL Toei, KRL rapid toyo, KRL Tokyu Mitsuhi, dan masih banyak lagi jenis-jenis KRL yang ada di Indonesia.

KRL pada tahun 2000 menjadi titik bermulanya masa modernisasi armada kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, dengan datangnya armada KRL berfasilitas pendingin ruangan (AC) dari negara Jepang menjadi awalmula sejarah hadirnya KRL eks Jepang di Negara Indonesia. Dimulai dari hibahnya 72 Unit KRL AC Seri 6000 milik dari Biro Transportasi Pemerintah Wilayah Kota Tokyp (Tokyo Metropolitan Goverment atau disebut TOEI) hingga sampai saat ini ada beberapa jenis-jenis KRL eks Jepang sudah ada di Indonesia. Berikut adalah Jenis-jenis KRL eks Jepang yang sudah beroperasi ada di Indonesia.

1. KRL TOEI Seri 6000

Saat ini KRL Toei KRl seri 6000 sudah tidak beroperasi di Indonesia. Awal kedatangan Kereta ini adalah Hibah pertama dari Negara Jepang untuk Indonesia pada tahun 2000 dan menjadikan sebagai seri pembuka hadirnya KRL AC eks Jepang yang masuk ke Indonesia. Status pertamanya sebagai KRL hibah pertama dari Jepang sering kali disebut sebagai “KRL Hibah” oleh masyarakat dan pecinta kereta api. Pemeritah Indonesia mendapat KRL hibah Toei seri 6000 sebanyak 72 Unit diberikan untuk menunjang pengoperasian KRL di wilayah Jabodetabek serta sekitarnya.

Di Jepang, Krl ini beroperasi pada kereta dasar tanah (Subway/ Metro) di jalan Toei Mita. Krl berbodi Stainless- steel ini di bangun bersama oleh Hitachi, Alna serta Nippon Sharyo di Jepang, mulai beroperasi pada tahun 1968. Seri KRL ini mempunyai citra sedikit negative akibat unit AC yang acapkali tidak bisa mendinginkan ruang penumpang dengan sempurna. Tetapi dikala ini sudah di jalani normalisasi Ac supaya bisa berperan menyejukan ruangan secara maksimal.

2. Tokyu Dentetsu 8000

KRL seri 8000 buatan dari Tokyo Kyuko Electric Railway (Tokyu Dentetsu) yang berbodi stainless stell ini sebelumnya beroperasi di jalur Tokyu Oimachi dan Toyoko. Tugas KRL seri 8000 di tanah asalnya berakhir pada tahun 2005, dan setelahnya memulai tugas barunya di Jakarta. KRL yang di bangun oleh anak perusahaan Tokyu Corporation yaitu Tokyu Car Corporation sejak tahun 1970.

Tokyu Dentetsu seri 8000 mulai beroperasi pada tahun 2005 hingga saat ini. KRL berteknologi Chopper yang pertama kali beroperasi di Indonesia Sebanyak 24 Unit yang terbagi dalam 3 rangkaian. 2 rangkaian pertama hadir pada tahun 2005 sedangkan 1 rangkaian berikutnya datang pada akhir 2007.

Untuk orang awam, masih menjadi pertanyaan apa perbedaan antara KRL seri 8000 dengan seri 8500 keluaran Tokyu Dentetsu ini? Yap, cara membedakannya hanya pada kacanya yang lebih menjorok ke arah bawah serta terdapat 1 penanda tujuan diatas pintu darurat di kabis masinis.

3. KRL JR East Seri 103

Datang tahun 2004, Krl seri 103 eks East Japan Railway Company  (JR East) adalah seri pertama KRL Ex JR East yang hadir di Jakarta. Seri 103 adalah KRL dengan populasi terbanyak di jepang, dan rekor tersebut masih bertahan hingga saat ini. Formasi asli seri 103 yang beroperasi di Jakarta adalah 10 kereta per rangkaiannya sewaktu beroperasi di jalur Musashino dan keiyo.

Krl berteknologi Rheostatik dengan bodi dari bahan Mild Steel. Seri Krl yang dibangun bersama oleh Kawaski, Nippon Sharyo, Toktu Car dan Teikoku ini terdiri dari 2 tampilan kabin masinis yakni berkabin masinis rendah dan berkabin masinis tinggi. 103 dengan kabin masinis rendah adalah rangkaian yang di produksi pada awal – awal kemunculan seri ini, sedangkan rangkaian berkabin tinggi adalah rangkaian dengan tahun pembuatan lebih muda. Karena di buat dari  bahan mild steel tampilan body Krl ini bisa diberi aneka warna. Seri 103 ini telah mengalami perubahan tampilan ke berbagai warna bodi selama hamper 12 tahun beroperasi di Indonesia. Warna asli bawaan dari jalur Musashino dan keiyo pada saat itu adalah jingga, sebelum di ubah menjadi kombinasi coklat dan kuning pada tahun 2006, kemudian berganti menjadi warna biru dengan kombinasi biru muda mulai tahun 2008.

Baca Juga : Mengenal Sistem Suspensi di Kereta Api

Pada kesempatan pemeliharaan akhir (PA) kemudian di tahun 2010 dan 2011, Krl ini berganti skema warna menjadi putih dengan garis warna kombinasi jingga dan hijau, terinspirasi dari salah satu warna seri 103 yang beroperasi di Jepang dan pada tahun 2014 Krl seri 103 kembali berganti seragam kali ini dengan skema warna khas KCJ, menjadi putih pada warna dasar dengan garis kombinasi Merah – Putih – Kuning dengan warna muka merah dengan garis kuning.

4. KRL Tokyu Seri 8500

Tokyu Dentetsu Seri 8000 sudah masuk ke Indonesia lebih awal pada tahun 2005 lalu, kemudian datang saudara mudanya yaitu Tokyu Dentetsu Seri 8500 eks jalur Tokyu Denentoshi mulai datang ke Indonesia sejak tahun 2006. KRL Seri 8500 dilengkapi dengan teknologi Filed Chopper Control dan body-nya terbuat dari stailess steel. Ciri khas dari KRL ini adalah menggunakan AC dan kipas angin sebagai penyejuk ruangan.

KRL Tokyu Dentetsu Seri 8500 ini dibuat pada tahun 1975 sampai dengan 1991 oleh Tokyu Corporation dan mulai beroperasi pada tahun 1975 hingga saat ini. Indonesia sendiri membeli kereta ini bersamaan dengan KRL Tokyu Dentetsu Seri 8000 dan datang ke Indonesia pada tahun 2006 sebagai KRL seri keempat yang didatangkan setelah Toei seri 6000, JR East seri 103 dan Tokyu Seri 8000.

5. KRL Tokyo Metro Seri 5000

Seri 5000 eks jalur Tokyo Metro Tozai adalah seri pertama Krl Tokyo Metro yang menghabiskan kehidupan kedua nya di Jakarta. Hadir di Indonesia mulai akhir 2006 dan mulai berdinas pada tahun 2007, kehadiran seri ini kembali menambah variasi armada Krl sejumlah 30 unit( 3 Rangkaian ) dengan formasi asli 10 kereta tiap rangkaiannya hadir secara bertahap, dimulai dari rangkaian pertama pada akhir 2006, dan diikuti 2 rangkaian berikutnya pada tahun 2007. Pada kenyataannya Krl ini beroperasikan di Jakarta hanya dengan formasi 8 kereta per rangkaiannya , karena prasarana yang belum mendukung.di lintas pada masa itu , Krl bawah tanah (subway)berbodi stainless stell yang diproduksi oleh Kawasaki , Tokyu car, Teikoku dan kinki ini beroperasi di jepang mulai 1966 dan memasuki masa akhir operasi pada tahun 2006.

6. KRL Toyo Rapid Seri 1000

KRL ini adalah produksi dari Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo dan Tokyu Car Corporation serta Teikoku Sharyo pada tahun 1964 adalah hasil modifikasi dari KRL Tokyo Metro Seri 5000 menjadi seri 1000 pada tahun 1994. Modifikasi meliputi penggantian tampilan muka Krl, Penggantian Bentuk kaca jendela pintu, serta rehabilitasi pada interior dan mengganti warna garis eksterior rangkaian kereta.

Julukan untuk KRL Toyo Rapid 1000 dengan julukan “piyuts” oleh para pecinta kereta api karena khas dari suara remnya yang khas. Setelah semakin banyak KRL pendatang yang lebih baru dan lebih muda dari segi umur operasional KRL ini sudah resmi dipensiunkan pada tahun 2019.

7. KRL Tokyo Metro Seri 7000

Pada Tahun 2010 adalah tahun pembuka bagi KRL Ex-Jepang yang masuk ke Indonesia. KRL Seri ini pertama bertugas sebagai kereta bawah tanah di jalur Tokyo Metro Yurakucho. KRL Tokyo Metro 7000 dibuat oleh Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyo dan Tokyu Car Corporation pada tahun 1974 – 1990. KRL ini mulai beroperasi pada tahun 1994 sampai dengan saat ini. KRL ini menggunakan teknologi sistem traksi Chopper Control dan bebadan alumunium alloy pertama di Indonesia.

8. KRL Tokyo Metro Seri 05

KRL Tokyo Metro Seri 05 dibuat oleh Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Hitachi, Kinki Sharyo, dan Tokyu Car Corporation pada tahun 1988 hingga 2004. Seri ini menggunakan sistem traksi High frequency field chopper control dengan bahan body menggunakan aluminium alloy.

PT KAI dan KCJ turut mendatangkan KRL bawah tanah (subway) asal jalur Tokyo Metro Tozai ini menyusul beberapa kakaknya (seri 5000) untuk beroperasi di Jakarta, sejumlah 80 unit (8 rangkaian) dengan formasi 10 kereta per rangkaiannya.

9. KRL Tokyo Metro Seri 6000

KRL TM 6000 ini adalah saudara kembar dari TM 7000 yang mulai hadir di Indonesia pada tahun 2011 silam, KRL Tokyo Metro 6000 diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Kisha Seizo, Nippon Sharyo, Tokyu Car Corporation pada tahun 1968 sampai dengan 1990. untuk saat ini KRL ini masih beroperasi di Indonesia.

Seri ini hadir pada tahun 2011, setelah kedatangan seri 05 pada tahun yang sama. Krl dari jalur Tokyo Metro Chiyoda ini didatangkan dalam jumlah sebanyak 130 unit atau 13 rangkaian. KRL TM seri 6000 menggunakan sistem traksi Chopper seperti seri sebelumnya bahan body dari seri ini menggunakan bahan aluminium alloy.


10. KRL JR East Seri 203

KRL JR East Seri 203 dibuat oleh Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo dan Tokyu Car Corporation pada tahun 1982 hingga tahun 1986. Seri ini berboperasi di berbagai jalur di jelang tepatnya di jalur joban line dan terusannya tokyo metro chiyoda. akan tetapi karena ketidakcocokan sistem keamanan dan sistem keselamatan kini KRL seri ini tidak beroperasi lagi dan kini digantikan oelha JR East E233-2000 dan unitnya dihibahkan kepada Indonesia untuk operasi lintas komuter jabodetabek.

PT.KCI mendatangkan KRL seri ini pada tahun 2011. KRL ini dihibahkan oleh East Japan Railway Company (JR East) merupakan hibah kedua di Indonesia setelah KRL Toei seri 6000.

11. KRL JR East Seri 205

Seri KRL AC dengan jumlah terbanyak, yakni 180 unit ( 18 rangkaian ) berformasi 10 kereta tiap rangkaiannya Krl ini mencatat sejarah sebagai Krl dengan jumlah terbanyak yang beroperasi di jabodetabek. Pertama kali tiba pada akhir 2013 dan berdinas perdana sejak 5 maret 2014, Krl ini secara resmi memulai pengoperasian Krl Jabodetabek dengan formasi 10 kereta per rangkaiannya. Krl dengan Bodi stainless steel ini adalah Krl termodern yang di miliki KCJ saat ini bersama dengan seri 05.

KRL yang di bangun bersama Tokyu Car, Kawasaki, Hitachi, Kinki dan Nippon Sharyo sejak 1985 ini termasuk KRL Berpopulasi banyak di jepang , seperti seri 103, jika tidak ada halangan serta perubahan rencana, setelah kedatangan 180 unit ( 18 rangkaian) pertama seri 205 yang berasal dari jalur JR Saikyo – Kawagoe pada tahun ini akan direncanakan kembali dating sekitar 176 unit ( 22 rangkaian ) seri 2015 dari jalur JR Yokohama dengan formasi 8 kereta per rangkaiannya. Jika seluruh Krl Seri 205 dari jalur JR Yokohama telah tiba di Jakarta, seri 2015 akan semakin kukuh sebagai KRL eks jepang dengan populasi terbanyak yang beroperasi di Jabodetabek.
Ada 3 seri KRL AC buatan dalam negeri yang saat ini beroperasi di lintas Jabodetabek , produk dari PT.Industri Kereta Api  ( INKA ) di Madiun, Jawa Timur.

12. KRL – Indonesia ( KRLI )

Pada tahun 2001 PT INKA merampungkan pembuatan seri KRL AC pertama buatan Indonesia yang di namai Kereta Rel Listrik Indonesia ( KRLI ) “ Prajayana “ KRL ini merupakan produk KRL AC pertama INKA berupa rangkaian percontohan yang kemudian menjadi desai acuan untuk produk KRL INKA selanjutnya yaitu krl INKA – Bombardier yang dikenal dengan sebutan KRL KFW.

Krl ini selalu beroperasi dengan rangkaian tunggal ( 1Trainset) sejak awal beroperasinya hingga saat ini.Rangkaian pertama mulai beroperasi pada 17 Februari 2003 dan rangkaian kedua pada tanggal 16 maret 2003. Rangkaian TS1 yang dahulu wajahnya berwarna jingga sering beroperasi sebagai Krl Serpong Ekspres atau Sudirman Ekspress lintas serpong – tanah abang – Manggarai pp, sedangkan TS2 dengan tampilan warna wajah hijau dan ungu acap beroperasi sebagai Krl Bogor Ekspress di lintas bogor – Tanah abang pp.

Pada 30 November 2007, Krl ini beralih fungsi menjadi Krl Ekonomi Ac lingkar ciliwung lintas Manggarai – Tanahabang – Kampungbandan – Pasarsenen – Jatinegara – Manggarai dan sebaliknya. Tampilan krl pun seketika berubah, kedua rangkaian mengalami perubahan warna wajah menjadi biru sesuai namanya “Ciliwung Blue Line “ secara bertahap. Seiring Berlakukannya pola operasi loop line Krl jabodetabek , krl ini tak lagi beroperasi mengelilingi Jakarta namun bukan berarti Krl ini seketika menganggur. Dua rangkaian krl ini beralih fungsi menjadi krl pengumpan (feeder) lintas kampong bandan – Jakarta kota pp dan manggarai  – tanah abang – kampong bandan – Jakarta kota pp

13. KRL INKA – Bombardier ( KFW )

Pada tahun 2009, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memesan 40 unit KRL baru kepada PT.INKA pembuatan KRL ini di sponsori oleh bank milik Pemerintah Republik Federal Jerman, Yakni Kreditanstalt Fur Wiederaufbau (KFW) yang kemudian namanya di identikan dengan seri KRL ini.

INKA menggandeng perusahaan asal jerman bombardier Transportation membangun KRL ini dan selesai sepenuhnya pada tahun 2011. Total 40 unit ( 10 rangkaian ) berformasi 4 kereta tiap rangkaiannya , mulai di kirim dari pabriknya di madiun ke Jakarta sejak 2011 dan menjalani serangkaian uji coba untuk melihat performa dan kehandalannya dan mulai awal tahun 2013 KRL dengan bentuk fisik menyerupai KRLI ini menjalani uji coba operasi sebelum akhirnya berlanjut untuk di operasikan hingga saat ini. Pada awal uji coba operasi , KRL ini hanya berdinas di lintas Duri – Tangerang PP, Tanah Abang – Maja PP, serta Feeder lintas Kampung Bandan – Jakarta Kota PP, dan Manggarai – Tanah abang – Jakarta Kota PP sebelum akhirnya beroperasi juga di lintas lainnya di jabodetabek.


14. KRL Repowering ( Holec Ac )

KRL ini bukanlah barang baru di KRL Indonesia, KRL hasil dari KRL Non-AC Holec yang telah dilakukan perubahan di pabrik asalnya PT.INKA (Persero) Madiun, Jawa Timur. dengan jumalah unit sebanyak 24 unit. Membenahi bagian dalam dan instrumen serta komponen utama KRL yang tadinya di pasok oleh Bombardier serta Holec Ridderkerk digantikan oleh instrument serta komponen baru dari Woojin Industrial Systems, Ltd, pabrikan asal Korea Selatan serta PT. LEN Industri, manufaktur asli Indonesia. Saat ini KRL Holec telah menggunakan AC untuk pendingin udara.

Demikian adalah artikel tentang jenis-jenis KRL yang ada di Indonesia dari awal tahun 2000 sampai saat ini, bahan artikel dan foto yang didapat dari berbagai sumber seperti wikipedia, google, facebook, flickr, semboyan35. semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. (Jenis-jenis KRL ada di Indonesia, KRL Hibah Jepang, KRL Jepang).

Jaya Selalu Kereta Api Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here