Kerusakan pada Rel Kereta Api

0
202
kerusakan rel kereta api

KERUSAKAN REL

Keretapedia – Rel kereta api yang terbuat dari baja tentu juga bisa rusak. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang macam-macam penyebab kerusakan rel kereta api dan juga jenis-jenis kerusakan rel kereta api.

Penyebab Kerusakan pada rel kereta api pada umumnya merupakan hasil akhir dari suatu retak akibat kelelahan pada jangka waktu tertentu. Retakan yang berkembang dari cacat yang kecil atau konsentrasi tegangan. Dengan demikian memungkinkan ditemukannya retakan pada rel sebelum terjadinya patahan.

Peralatan untuk pemeriksaan dengan ultrasonic juga umum dapat dipakai, dalam pemakaiannya rel dapat mengalami kerusakan dengan berbagai cara. Kerusakan ini telah diklasfikasikan oleh UIC pada lembaran No 712 R [115]. Penetapan kode UIC ini berdasarkan tabel di bawah. Butir-butir berikut akan membahas kerusakan rel yang paling umum dan juga paling mahal yang terjadi.

Berikut adalah macam-macam kerusakan yang terjadi pada rel kereta api.

1. KERUSAKAN DI UJUNG REL

a. Retakan Horizontal Di Lengkungan (Fillet) Antara Badan Dan Kepala Rel

Kerusakan pada retakan ini berawal dari ujung rel dan cenderung memisahkan antara kepala rel dengan badan rel. Pada awalnya merambat sejajar dengan fillet (gambar 1.a) dan kemungkinan menyebar melengkung baik ke arah atas (gambar 1.b) atau ke bawah melewati lobang plat sambung (gambar 1.c) atau ke atas dan ke bawah secara bersamaan (gambar 1.d).

Pada semua kasus retakan ini menyebabkan terpisahnya kepala rel atau pecahnya badan rel. Kerusakan ini dihilangkan dengan memotong dan menyisipkan rel baru.

kerusakan di ujung rel

b. Retakan Pada Lobang Plat Sambung (Star Crack)

Kerusakan yang diakibatkan oleh beban yang diterima. Cirinya adalah retakan yang berawal dari lobang plat sambung (gambar 2.a). Retakan umumnya dimulai pada sudut 45° dan dapat mengakibatkan rel patah (gambar 2.b). Perbaikannya dengan memotong dan menyisipkan rel baru.

kerusakan rel akibat retakan pada lobang plat sambung

c. Patahan Melintang Tanpa Asal Yang Jelas

Suatu patahan melintang (gambar di samping) yang penyebab maupun asalnya tidak dapat ditentukan seketika. Patahan semacam ini terjadinya secara tiba-tiba, terutama pada waktu cuaca dingin. Bagian rel yang terkena harus diperiksa dan salah satunya secara khusus diperiksa apakah patahan tidak disebabkan oleh:

kerusakan patahan melintang rel
  • suatu retakan melintang yang berawal di kepala 211;
  • roda selip 2251, 2252;
  • karatan 234, 254;
  • retakan vertikal longitudinal di kaki 253;
  • bruising 301;
  • cacat dari pabrik 302; dan lain-lain.

Karena penyebab patah tidak dapat ditentukan maka secara prinsip seluruh bagian rel harus dibuang. Akan tetapi dengan pemeriksaan ultrasonik dapat ditentukan panjang rel yang harus dibuang.

Baca Juga : Jenis-Jenis KRL yang ada di Indonesia

2. KERUSAKAN DI KEPALA REL

a. Patahan Melintang Progresif (Patahan Berbentuk Ginjal)

Cacat pada waktu pembuatan (3.a dan b) yang berkembang dari pusat atau inti kepala rel, dari retakan dalam horizontal atau pengelupasan yang dalam di sisi dalam rel yang sangat jarang terjadi. Dinamakan tache ovale atau berbentuk ginjal karena bentuk retakan progresif ini memang seperti demikian. Jangan keliru dengan retakan melintang di bawah tambalan (471) maupun retakan progresif pada las-lasan (411, 421, 431, 481). Dalam kurun waktu tertentu retakan menjangkau bagian kepala rel (gambar 3.c). Retakan itu kemudian terlihat di permukaan badan rel (gambar 3.d). Dalam tahap ini rel sudah dekat kepada pecah/patah.

kerusakan rel pada kepala rel

b. Rel Keriting Pendek

Kerusakan yang diakibatkan oleh beban lintas, rel keriting pendek (gambar di bawah) mempunyai ciri adanya lekukan tak teratur dengan punggung terang dan dasar gelap dipermukaan atas rel. Panjang lekukan ini berkisar antara 3 sampai 8 cm. Cara perbaikannya adalah dengan menggerinda pada tahap awal timbulnya cacat.

rel keriting

c. Rel Keriting Panjang

Kerusakan yang diakibatkan oleh beban lintas, rel keriting panjang (gambar di bawah) tidak menunjukkan perbedaan antara punggung dan dasar lekukan. Rel keriting panjang mempunyai ciri adanya penurunan/lekukan di permukaan rel, keparahan dan ketidakteraturannya sangat beragam dan ukurannya antara 8 sampai 30 cm dan biasanya terjadi pada rel dalam di lengkung. Perbaikaannya dengan menggerinda pada tahap awal timbulnya cacat.

rel keriting memanjang

d. Pengelupasan Permukaan Rel

Cacat produksi, cacat ini terjadi terutama pada daerah yang menerima perlakuan panas. Deformasi yang tidak teratur pada permukaan (gambar 4.a) diamati sebelum terjadinya pengelupasan setebal beberapa mm (gambar 5.b). Jangan keliru dengan 221-2251. Penampang yang mengelupas ini sangat bervariasi. Pengelupasan bukanlah cacat setempat karena selalu terjadi pada wilayah yang luas. Pada tahap awal dapat digunakan gerinda, kalau tidak, ya relnya diganti.

pengelupasan rel dipermukaan

e. Pengelupasan Permukaan Sisi Dalam

Kerusakan pada rel kereta api khususnya pada permukaan sisi dalam pada mulanya timbul bercak panjang berwarna gelap pada permukaan sisi dalam rel (gambar 6.a). Bercak ini merupakan pertanda awal adanya pemisahan di bawah permukaan yang pada kurun waktu tertentu akan berubah membentuk lapisan yang terpisah,  retakan dan pada akhirnya terjadilah pengelupasan pada permukaan sisi dalam rel dan bisa terjadi pada daerah yang sangat luas (gambar 6.b). Pada tahap ini terjadi proses merayapnya logam karena beban lintas yang mengakibatkan terjadinya lekukan pada permukaan atas rel.

pengelupasan rel di sisi dalam

Kerusakan rel kereta api dari baja keras akibat pengelupasan ini mempunyai pola yang tidak jauh berbeda. Sisi dalam rel pada awalnya menunjukkan adanya retakan halus di permukaan, baik itu melintang, miring dan saling berdekatan. Pada tahap selanjutnya terlihat adanya pemisahan yang lebih jelas. Tahap yang paling parah adalah mengelupasnya permukaan sehingga timbul lekukan (gambar 6.c).

f. Akibat Roda Selip

Roda selip dapat mengakibatkan timbulnya lapisan pada permukaan rel yang berbentuk elips. Lapisan ini bisa hilang atau berkembang:

  • ke arah horizontal pada kepala rel yang segera berubah menjadi pengelupasan setempat yang tidak bertambah dalam tetapi mengakibatkan turunnya permukaan rel karena pembebanan yang berulang (gambar 7.a dan b).
  • atau melintang pada kepala rel yang mengakibatkan retakan di dalam yang mengarah ke badan rel yang disertai dengan penurunan kepala rel tanpa pemindahan lokal (gambar 7.c).
kerusakan rel akibat roda selip

Retakan dalam ini segera akan mencapai permukaan dan mengakibatkan patah, polanya sangat khas (gambar 7.d). Jangan keliru dengan 211. Pada tahap awal bisa diperbaiki dengan penambalan atau memotong dan menyisipkan rel baru.

g. Cacat Akibat Roda Selip Berulang

Terjadi akibat beban lintas, pada bagian yang terkena oleh roda yang selip atau yang direm atau saat roda selip sarana dalam keadaan berjalan maka pada permukaan rel akan menjadi bergelombang (gambar 8.a).

Peristiwa ini dapat ditandai dengan munculnya sederet retakan kecil yang dalam pada permukaan rel (gambar 8.b). Hal ini akan menambah kerapuhan rel terutama pada saat cuaca dingin dan bisa mengakibatkan rel patah (gambar 8.c).

Cacat ini pada umumnya ditemukan di depan sinyal masuk. Cacat sejenis juga terdapat pada rel luar di lengkung yang disebut head checks. Untuk memperbaikinya rel harus digerinda pada tahap awal terjadinya cacat, kalau tidak, ya ganti rel.

kerusakan akibat roda selip

h. keausan rel di jalur lengkung

contoh rel aus
alat ukur keausan rel
alat ukur keausan rel

Baca Juga : Cara Perhitungan Rel Gongsol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here