Alat Pendeteksi Sarana Kereta Api

0
263
alat pendeteksi sarana kereta api
Alat Sensor roda (Axle Counter)

PENGERTIAN ALAT PENDETEKSI SARANA

Keretapedia – Kereta api sangat erat kaitannya dengan sistem keamanan yang berlapis-lapis. salah satunya penggunaan alat pendeteksi keberadaan sarana pada lintasan/jalur kereta api. Sebagian besar jalur kereta api menggunakan alat pendeteksi sarana sebagai peralatan untuk mendeteksi keberadaan sarana pada jalur kereta api baik di emplasemen maupun di petak jalan / lintasan tertentu.

Alat pendeteksi sarana kereta api yang kita kenal ada 2 (dua) jenis yang digunakan yaitu :

  1. Track Circuit,
  2. Axle Counter .

Kedua alat tersebut memiliki fungsi yang sama untuk mengetahui dan menentukan bagian lintasan mana yang ditempati oleh kereta api. hanya saja cara kerjanya yang berbeda. apa bedanya track circuit dengan axle counter? mari kita bahas bersama.

ARTI TRACK CIRCUIT

Perangkat ini sebenarnya cukup sederhana dalam desain, dan telah digunakan sejak 1872. Agar sistem bekerja, jalur / track dibagi menjadi blok dengan panjang yang berbeda-beda. Setiap blok dibagi dari blok yang berdekatan dengan sambungan terisolasi antara rel. Blok sering memiliki sinyal di setiap ujung untuk mengontrol gerakan kereta. Sinyal ditransmisikan ke kabin kereta, dan tidak ada di sebelah trek kecuali di sakelar. Setiap blok memiliki sirkuit lintasan yang menentukan apakah ada kereta.

SISTEM KERJA TRACK CIRCUIT

Track Circuit bekerja dengan menjalankan sirkuit dengan rel untuk menghubungkan sumber daya di salah satu ujung blok dengan relai di ujung. Relai dan sumber daya terhubung ke setiap rel dengan kabel. Daya tegangan rendah mengalir di satu rel, melalui relai, dan kembali ke sumber daya melalui rel lainnya.

Jika selesai, relai akan diberi energi, yang menjaga sinyal pada posisi “bersih”. Jika sirkuit rusak, sistem gagal dengan cara yang aman. Rel yang rusak atau sumber listrik yang gagal menyebabkan relai menjadi tidak berenergi dan melaporkan bagian jalur seperti diduduki.

KERETA KONVENSIONAL

Perhatikan gambar dibawah ini, dibawah ini adalah posisi Track Circuit sedang tidak diduduki kereta atau kosong. Sumber daya terletak di angka “1”, dengan relai ditunjukkan di nomor “2”. Sirkuit yang sudah selesai ditunjukkan dengan warna kuning pada diagram.

track circuit kereta konvensional

Pada gambar dibawah ini adalah posisi Track Circuit sedang dalam posisi diduduki atau ada kereta yang lewat. Kereta api terdeteksi karena menyingkat sirkuit. Dalam railroading, ini disebut “shunting” sirkuit. Ketika kereta memasuki blok, roda dan poros logam melakukan sirkuit sebagai jalan pintas yang memotong relay. Ini menghilangkan energi relai, yang menyebabkan sinyal melaporkan blok yang ditempati. Ini tercermin dalam diagram 1 menunjukkan sumber daya 3 adalah roda / poros kereta, dan 4 adalah relai yang tidak di-energized.

track circuit kereta konvensional

KERETA METRO ATAU MODERN

Sistem Track Circuit pada kereta Metro sedikit lebih maju. Dalam kasus kereta Metro, setiap blok memiliki relai di setiap ujungnya yang disebut “Wee-Z bond”. Obligasi ini dibagi antara blok, masing-masing bertindak sebagai pemancar untuk satu blok dan penerima untuk blok yang berdekatan. Jika pemancar blok yang diberikan (“5”) dan penerima (“6”), yang terletak di ujung yang berlawanan dari blok, memiliki rangkaian lengkap, blok tersebut dianggap kosong, dan oleh karena itu aman bagi kereta untuk masuk.

track circuit pada kereta metro, LRT

Namun, jika kereta ada di blok, sirkuit pemancar / penerima rusak, menghentikan kereta berikutnya memasuki blok. Perintah kecepatan dikirim ke kereta di blok melalui ikatan pemancar. Perintah dikirim sebagai gelombang audio frekuensi tinggi melalui rel yang berjalan. Komputer ATC menggunakan data dari blok untuk menentukan blok mana yang ditempati, dan oleh karena itu bagaimana cara melatih ruang.

Baca Juga : Sinyal Mekanik pada Kereta Api

Secara umum sinyal kereta api bekerja seperti sinyal lalu lintas – mereka tidak dapat mencegah kereta api melewati sinyal berhenti, mereka hanya mengingatkan pengemudi untuk berhenti. Namun, banyak kereta api dan operator transit memiliki sistem yang dapat menghentikan kereta. Saat merah, lengan berada di posisi atas, dan menyentuh katup di kereta yang melewatinya yang menggunakan rem darurat.

Sistem pada kereta Metro menggunakan sistem keamanan berupa Automatic Train Control (ATC) untuk menegakkan perintah berhenti dan menjaga jarak kereta dengan aman dengan mengendalikan kecepatan kereta. Karena sinyal tidak ada di pinggir jalan, operator tahu apakah jelas untuk melanjutkan melalui pensinyalan kabin. Sistem ATC mengirimkan perintah kecepatan ke kereta dan kecepatan muncul di konsol operator. Dalam operasi manual dan otomatis, sistem ATC secara otomatis menerapkan rem jika kecepatan kereta melebihi kecepatan yang diatur selama lebih dari 2 detik.

JENIS TRACK CIRCUIT

Terdapat beberapa jenis track circuit yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.44 Tahun 2018 tentang Persyaratan Teknis Peralatan Persinyalan Perkeretaapian yaitu :

  1. Track circuit arus searah (DC);
  2. Track circuit arus bolak balik (AC);
  3. Track circuit frekuensi suara (AF);
  4. Track circuit impulse tegangan tinggi (HVI).

Persyaratan Teknis Track Circuit

Persyaratan Operasi

  1. Pada alat pendeteksi sarana jenis track circuit arus searah dan frekuensi suara dipasang untuk lintas yang tidak menggunakan jaringan listrik aliran atas arus searah atau sesuai dengan desain;
  2. track circuit arus bolak balik tidak dapat dipasang untuk lintas yang menggunakan jaringan listrik aliran atas arus bolak-balik atau sesuai dengan desain;
  3. track circuit impulse tegangan tinggi dipasang pada lintas baik yang menggunakan jaringan listrik aliran atas atau tidak;
  4. alat pendeteksi harus mampu mendeteksi keberadaan sarana kereta api; dan
  5. mekanisme kerja peralatan tidak boleh terganggu oleh induksi elektro magnetik lain yang bukan peruntukannya.

Persyaratan Material

Track Circuit AC

  1. Terdiri atas double rail track circuit dan single rail track circuit dengan frekuensi komersial 50 Hz;
  2. Double rail track circuit dipasang di luar emplasemen dan single rail track circuit dipasang di emplasemen;
  3. Dilengkapi dengan impedansi bond untuk perpindahan arus balik gardu traksi dari single rail ke double rail;
  4. Pada lilitan sekunder impedansi bond dilengkapi surge arester,
  5. Pada setiap sambungan rel harus ditambah rel bonding untuk arus balik gardu traksi menggunakan minimal kabel;
  6. Minimum alumunium 4 x 150 mm2 atau dengan tembaga minimal 2 x 150 mm2 atau sesuai dengan desain;
  7. Tahanan balas minimum per kilometer 2 Ohm atau sesuai dengan desain;
  8. Tahanan shunt gandar kereta maksimum 0,3 Ohm/roda atau sesuai dengan desain; atau
  9. Sesuai desain dan standar yang berlaku.

Track Circuit DC

  1. Harus mampu mendeteksi bagian track yang diduduki oleh sarana kereta api;
  2. Track circuit bekerja berdasarkan terhubung singkatnya kedua rel oleh kedua roda kereta api;
  3. Rangkaian listrik dengan sistem closed circuit;
  4. Polaritas rel di titik isolasi (IRJ) harus berlawanan;
  5. Panjang track circuit maksimum 1100 m atau sesuai dengan desain;
  6. Tahanan balas minimum 2 Ohm/km atau sesuai dengan desain;
  7. Tahanan hubung singkat maksimum 0,3 Ohm/roda atau sesuai dengan desain;
  8. Catu daya sesuai pabrikasi;
  9. Track rele tipe fail safe relay;
  10. Mekanisme kerja peralatan tidak boleh terganggu induksi elektro magnetik lain yang bukan untuknya; atau,
  11. sesuai desain dan standar yang berlaku.

ARTI AXLE COUNTER

Penghitung gandar atau Axle Counter merupakan salah satu peralatan pendeteksi sarana kereta api yang juga digunakan. Axle counter memiliki fungsi yang sama seperti Track Circuit sebagai alat pendeteksi.

Selain sebagai alat pendeteksi, axle counter juga memiliki fungsi yang lain yaitu untuk menghitung jumlah gandar sarana kereta api yang masuk dan keluar pada area sensor axle counter. Peralatan pendektesi sarana jenis axle counter memiliki dua jenis yaitu Double counting head sensor dan single counting head sensor.

Peralatan axle counter dibagi kedalam dua peralatan ruangan dan peralatan luar ruangan, untuk peralatan dalam ruangan yaitu evaluator, sedangkan untuk peralatan luar ruangan yaitu wheel sensor/flange detector dan trackside connection box.

SISTEM KERJA AXLE COUNTER

Peralatan axle counter sama seperti namanya, sistem kerja dari alat pendeteksi sarana kereta api axle counter dapat mendeteksi sarana kereta api tiap-tiap section sejauh 15 km. dengan cara menghitung jumlah gandar yang masuk dan keluar. jika jumlah gandar kereta yang masuk kedalam sensor sama dengan yang keluar dari sensor berarti status sensor clear. Sedangkan jika jumlah gandar yang masuk lebih besar daripada jumlah gandar yang keluar berarti status Occupied / terduduki. Kalkulasi clear / occupied dilakukan oleh evaluator.

Persyaratan Material.

  1. Bekerja berdasarkan deteksi dan perhitungan jumlahgandar input/ output. Pendeteksian harus mampu meliputi area yang bersangkutan;
  2. Harus dilengkapi proteksi terhadap arus lebih akibat Switching tegangan tinggi maupun induksi petir;
  3. Setiap hubungan peralatan pendeteksi sarana kereta api ke track dapat menggunakan terminal box;
  4. Terminal box memisahkan kabel dari evaluator dengan kabel yang menuju wheel detector,
  5. Terminal box harus terbuat dari bahan anti karat; dan
  6. Sistem penghitung gandar dapat terdiri atas:
    a) Peralatan luar yaitu pendeteksi roda, track conection box, dan kabel; dan.
    b) Peralatan dalam terdiri dari evaluator dan sistem transmisi.
  7. Karakteristik peralatan luar axle counter.
    a) Dilengkapi elemen pelindung induksi petir dan pelindung fisik;
    b) Tahan terhadap getaran;
    c) Dapat beroperasi pada suhu 0°C sampai 60°C;
    d) counting head mempunyai tingkat proteksi IP67;
    e) Tahan/kebal terhadap pengaruh medan magnet yang timbul dari rel;
    f) rekuensi sesuai pabrikasi; dan tegangan sesuai pabrikasi.
  8. Karakteristik peralatan dalam:
    1) sistem modul dengan plug-in;
    2) tegangan tak terputus sesuai pabrikasi;
    3) dapat beroperasi pada suhu CPCsampai 60°C
    4) dilengkapi dengan tombol reset;
  9. Output yang harus dihasilkan:
    (a) indikasi track clear, dan
    (b) indikasi track occupied.

PENUTUP

Demikian adalah pembehasan mengenai alat pendeteksi sarana kereta api yaitu track circuit dan axle counter yang sering kita liat dan gunakan pada jalur kereta api. sedikit rangkuman bahwa track circuit mendeteksi keberadaan sarana kereta api pada jalur rel, sedangkan axle counter menghitung jumlah gandar yang keluar dan masuk.

Semoga penjelasan tentang artu fungsi dari alat pendeteksi sarana kereta api bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. aamiin

sumber : ggwash.org; cbtcsolutions.ca; railsystem.net, PM.44/2018,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here