Metode Kerja Pekerjaan Bored Pile

0
155

Keretapedia – Pembangunan jalur kereta api khususnya jalur layang (elevated) dalam pemasangan tiang atau pier salah satunya menggunakan pondasi bawah dengan teknik bored pile. Pada artikel ini, kita akan sedikit membahas tentang metode kerja dalam pekerjaan pemasangan bored pile.

1. ARTI BORED PILE

Bored pile adalah sebuah pondasi bawah yang terdiri dari elemen beton bertulang yang dimasukan kedalam lubang bor. Pondasi bored pile berfungsi pada konstruksi sipil untuk meneruskan beban berat pada konstruksi atas atau bangunan ke bawah tanah atau batuan yang lebih keras. Konstruksi tersebut dilaksanakan dengan metode pengeboran secara berturut dengan menggunakan getaran/pukulan rendah.

2. METODE KERJA PEKERJAAN BORED PILE

2.a PERSIAPAN LAPANGAN

Dalam persiapan lapangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Menyediakan jalan kerja yang memadai
  2. Memasang patok/titik pengeboran sesuai dengan gambar kerja.
  3. Membuat dan memelihara drainase selama proses pekerjaan.
  4. Apabila diperlukan disediakan landasan pelat beton atau pelat baja sebagai landasan untuk menahan crane dan beton mixer agar dapat mencapai titik bored pile.
  5. Mempersiapkan penerangan yang cukup dilokasi-lokasi penting dalam proyek.

2.b Metode Pengeboran

metode kerja bored pile dilapangan

Metode pengeboran dilakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadi ketidak lurusan lubang bor secara vertikal.Sebelum menyentuh MAT, mata bor yang digunakan adalah auger sedangkan bila sudah menyentuh MAT, mata bor yang digunakan adalah bucket. Ada dua metode pengeboran, yaitu :

  • Sistem dry drilling: tanah dibor dengan menggunakan mata bor spiral dan diangkat setiap interval kedalaman 0,5 meter. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai kedalaman yang ditentukan.
  • Sistem wash boring :tanah dikikis dengan menggunakan mata bor cross bit yang mempunyai kecepatan putar 375 rpm dan tekanan +/- 200 kg. Pengikisan tanah dibantu dengan tiupan air lewat lubang stang bor yang dihasilkan pompa sentrifugal 3″. Hal ini menyebabkan tanah yang terkikis terdorong keluar dari lubang bor.

Setelah mencapai kedalaman rencana, pengeboran dihentikan, sementara mata bor dibiarkan berputar tetapi beban penekanan dihentikan dan air sirkulasi tetap berlangsung terus sampai cutting atau serpihan tanah betul-betul terangkat seluruhnya.Setelah cukup bersih, stang bor diangkat dari lubang bor. Selama pembersihan ini berlangsung, casing pipa baja, baja tulangan dan pipa tremi sudah disiapkan di dekat lubang bor.

Setelah kedalaman sampai dengan yang ditentukan maka dilakukan pemasangan casing pipa baja  yang diangkat menggunakan alat berat untuk kemudian dimasukan pada lubang bor, pemasangan pipa baja ini harus hati-hati supaya terhindar dari kelongsoran. Pekerjaan bored pile dimulai dari sisi sebelah kanan ke ujung depan, dan kiri pilar 4. Setelah pilar 4 selesai baru pindah ke pilar 3 dan seterusnya.

2.c Slurry

Slurry digunakan untuk berbagai kepentingan dalam metode bored pile, biasanya untuk mencegah kelongsoran. Slurry yang digunakan pada metode bored pile adalah air, polimer, dan bentonite. Polimer berfungsi untuk mempercepat terjadinya pengendapan sedangkan bentonite berfungsi untuk mencegah kelongsoran. penggunaan slurry disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. berikut ini merupakan bentonite properties yang perlu dicapai saat pelaksanaannya:

-pH appatus : 7.5-11
– viscosity : 32-45 s
– density : 1.02-1.2
– sand content : <3% vol
– fluid loss : 20-40ml
– cake : <1-3mm

semuanya itu harus dilakukan percobaan saat pembuatan bentonite sesuai kebutuhan. namun biasanya yang dilakukan hanyalah pH appatus, viscosity, dan density. padahal fluid loss dan cake penting juga untuk dilakukan. namun batasan waktu dan biaya menyebabkan fluid loss and cake tidak dilakukan. Lalu dalam pelaksanaan pembuatan bentonite juga perlu diperhatikan, baik dalam pembuatan maupun pembuangannya.jangan sampai dibuang sembarangan karena akan menyebabkan masalah lingkungan.

2.d Pembuangan Tanah

Pembuangan tanah pada metode bored pile perlu diperhatikan karena bila tidak dapat menimbulkan permasalahan di lapangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam metode bored pile adalah:

  • Tanah hasil pengeboran di kumpulkan disamping crane bor.
  • Tanah tersebut segera dikeluarkan agar tidak mengganggu proses pengeboran.
  • Disiapkan suatu lokasi dalam proyek untuk penampungan sementara tanah  galian untuk kemudian dikeluarkan dari lokasi proyek pada malam hari.

2.e Desanding / Recycling

Proses recycling ini perlu dilakukan untuk memisahkan tanah dan bentonite, dan excavation soil.

2.f Pemasangan Pembesian

Pekerjaan ini biasa dilakukan parallel dengan pekerjaan persiapan, maka pembuatan penulangan tiang bor telah dapat dilakukan.Ini penting, karena jangan sampai lubang bor telah siap dan tulangannya belum siap.Jika tertunda lama, tanah pada lubang bor bisa rusak (mungkin karena hujan atau lainnya).

Pemilihan tempat untuk merakit tulangan juga penting, tidak boleh terlalu jauh, masih terjangkau oleh alat-alat berat tetapi tidak boleh sampai mengganggu manuver alat-alat berat itu sendiri.

Dalam pemasangan pembesian, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Pembesian ini perlu dipasang spacer betondigantung ke casing dengan menggunakan batang besi.
  • Penurunan besi tulangan kedalam lubang bored pile apabila dasar galian cukup bersih.
  • Bagian bawah pembesian dimasukan terlebih dahulu kedalam lubang dan digantung di dinding casing.
  • Besi berikutnya dimasukan menyusul diatas besi pertama serta dilakukan penyambungan.
  • Penyambungan umumnya menggunakan sistem pengelasan pada sejumlah overlap besi utama dengan panjang overlap 30 – 40 D.
  • Setelah pembesian terpasang dimana kedalaman galian diukur ulang untuk memeriksa adanya pengendapan atau kelongsoran selama pemasangan besi.
  • Mengangkat pembesian sebelum melakukan pengecoran jika lumpur lebih dari 10 cm
  • Apabila terjadi sedimentasi maka  proses pembersihan dasar galian dapat dilakukan dengan menurunkan pompa submersible untuk menyedot kotoran.
  • Apabila kelongsoran terjadi maka pembesian harus diangkat ulang.

2.g Pemasangan Tremie Pipe

Tremie pipe merupakan pipa yang digunakan untuk memasukan beton ke dalam lubang bor agar beton tidak rusak akibat bercampur dengan cairan pengisi lubang.Di bagian ujung atas tremei pipe dipasang concrete bucket (corong cor) yang disambung dengan system drat untuk memudahkan penuangan dalam pengecoran. Jika beton yang di cor sudah semakin ke atas (volumenya semakin banyak) maka tremei pipe harus mulai ditarik ke atas.

Baca juga : Cara pemilihan lokasi stasiun

2.h Pengecoran

Setelah proses pemasangan tulangan baja maka proses selanjutnya adalah pengecoran beton dengan mutu beton K-350. Pengecoran disebut gagal jika lubang pondasi tersebut tidak terisi benar dengan beton, misalnya ada yang bercampur dengan galian tanah atau segresi dengan air, tanah longsor sehingga beton mengisi bagian yang tidak tepat.

Dalam proses pengecoran, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Slump beton: 16mm sampai 20mm.
  • Tremie pipe : diameter dalam 220mm dengan panjang yang variatif, 0.5m, 1m, 2m, dan 4m yang disambung dengan sistem drat.
  • Tremie pipe harus tetap tertanam dalam beton dengan kedalaman minimal 1 meterselama proses pengecoran.
  • Jika diperhitungkan waktu pengecoran yang lama diperlukan retarder untuk menjaga agar beton masih belum set selama proses pengecoran
  • Selama proses pengecoran, perlu dilakukan pencatatan serta pembuatan grafik ketinggian muka beton vs volume beton serta dibanding dengan perhitungan teoritis.
  • Pembuatan sampel beton masing-masing 3 buah untuk 7, 14, dan 28 hari.
  • Jika batas atas pengecoran berada dibawah level permukaan proyek maka diperlukan penimbunan dengan material yang cukup stabil setelah beton set.
  • Jika galian mengalami kelongsoran total, maka lubang harus di tutup dengan dengan menggunakan lean concrete

Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan:

  1. Manajemen lapangan
  2. Proses penggalian yang menggunakan air atau slurry dapat berpeluang merusak ke bersihan serta kestabilan permukaan lapangan.
  3. Perlu sistem drainase lapangan yang baik dan perawatan sistem drainase tersebut.
  4. Lapangan yang rusak akibat permukaan yang terendam air akan menyebabkan resiko crane yang tidak stabil serta mixer beton yang sulit mencapai lokasi.
  • Posisi Pembesian
  • Dengan adanya aliran beton disaat pengecoran dapat mengangkat pembesian sehingga tidak berada di level yang diinginkan.
  • Posisi pembesian ini perlu diperhatikan selama pengecoran agar besi tidak naik.
  • Biaya perbaikan posisi besi ini biasanya melibatkan angka yang sangat besar.

2.i Pekerjaan Pile Cap

Prosedur pelaksanaan pekerjaan pile cap secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Pekerjaan pile cap dilakukan jika beton sudah betul-betul kering, yang selanjutnya pemasangan begisting pada top casing pipa
  • Pekerjaan Begisting dilaksanakan setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan dengan jarak 10 m antar bored pile pada sisi kanan pilar 4 .
  • Pemasangan besi tulangan pile cap setelah begisting selesai dikerjakan.
  • Setelah pembesian pile cap selesai dikerjakan dan bersih dari kotoran kemudian dilakukan pengecoran pile cap dengan mutu beton K-225.
  • Pekerjaan pile cap dilakukan secara kontinu setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan dengan jarak 10 m antar bored pile berikutnya.
  • Pada pekerjaan di pilar 3 & 2 sama dengan pekerjaan di pilar 4.

Baca Juga : Mengenal KA Layang / Skytrain APMS Bandara Soekarno Hatta

3. TESTING MATERIAL

Semua material yang digunakan dalam pelaksaan metode kerja pekerjaan bored pile seperti semen, air, aggregat kasar, agregat halus dan besi beton ditest di laboratorium untuk memeriksa kualitasnya.

Pengujian Slump test adalah pengujian slump biasa dilakukan untuk mengetahui workability adukan beton yang ada. Pengujian dilakukan di Batching Plant dan lokasi pekerjaan. Apabila setelah sampai lokasi pekerjaan hasil pengujian slump tidak sesuai dengan yang direncanakan karena waktu perjalanan, maka diperlukan retarder untuk mengembalikan slump seperti semula. Retarder yang digunakan type F (Sikament LN).

Pengujian Kubus adalah test kubus dengan compressive strength test dilakukan pada umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu beton yang dihasilkan.Pengujian dilakukan dapat dilakukan di beberapa badan usaha atau juga dapat dilakukan perbandingan dilakukan juga pengujian di laboratorium lembaga/instansi lain yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here