Peran dan Fungsi Sinyal dalam Operasi Kereta Api

0
33
sinyal kereta api

Keretapedia – Operasi kereta api tentunya tidak lepas dari peran dan fungsi sinyal kereta api sebagai alat isyarat perjalanan kereta api. tanpa tanda atau aba-aba atau semboyan dari sinyal operasi kereta api tidak akan berjalan. Berikut adalah artikel tentang fungsi sinyal kereta api dalam meningkatkan operasi kereta api.

1. Pada Permulaan Operasi Kereta Api

Pada permulaan operasi kereta api di Pulau Jawa dan sampai dengan tahun 1970, persinyalan untuk operasi kereta api  berubah dari sifat yang sangat sederhana sampai dengan yang bersifat lebih mengamankan perjalanan kereta api. Untuk pengamanan perjalanan kereta api dengan mempergunakan perangkat persinyalan dapat diuraikan peranan dan fungsi persinyalan dalam operasi kereta api  sebagai berikut :

a. Untuk mengamankan perjalanan kereta api keluar stasiun dan masuk  stasiun
b. Mengamankan langsiran kereta api didalam emplasemen suatu stasiun.
c. Menjamin petak jalan antara dua stasiun dalam keadaan aman atau tidak aman (adanya kereta api di petak jalan).

Peranan pada butir.a dan b dapat dilaksanakan dengan perangkat persinyalan model Krian, Alkmaar dan S&H tanpa hubungan blok. Pemberangkatan dan penerimaan kereta api dari/ke suatu stasiun dilakukan dengan bantuan pesawat telepon dan telegrap.

Baca Juga : Mengenal Sistem Sinyal Mekanik Kereta Api

Peristiwa pemberian informasi ini dinamakan warta KA peranan butir c. dapat dilaksanakan dengan perangkat persinyalan model S&H dengan hubungan blok.

Hubungan blok ini selain untuk melaksanakan warta KA tanpa tulisan, juga merupakan alat pemberitahuan disuatu jalan itu atau keadaan petak jalan itu tidak aman (ada kereta api yang sedang berjalan dipetakjalan itu).

Sistem pengamanan perjalanan kereta api sampai tahun 1975 masih terbatas dengan mempergunakan perangkat persinyalan model Krian dan Alkmaar dan sekarang sudah tidak digunakan lagi.

2. Perkembangan Peningkatan Operasi Kereta Api

Kemajuan Zaman membuat pula peningkatan lalu-lintas manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain, baik untuk keperluan pribadi, keluarga atau bisnis. Demikian pula dengan lalu-lintas pengiriman barang baik dengan moda transportasi darat, laut maupun udara makin hari makin meningkat.

Dengan ditunjang oleh kemajuan teknologi dibidang listrik dan elektronika, maka model perangkat persinyalanpun dibuat lebih canggih dan peranan serta fungsi persinyalan dalam operasi kereta api menjadi bertambah pula, yaitu:

a. Menjaga jarak  aman antara kereta api-kereta api yang berjalan berurutan disuatu jalur yang sama.
b. Menjamin keselamatan pergerakan kereta api pada jalan perlintasan sebidang.
c. Mengatur alur perjalanan kereta api dan kecepatan yang diinginkan.
d. Mengatur penyusunan kereta api barang di emplasemen langsiran dan pendistribusian dengan cepat dan aman.
e. Mengambil sebagian fungsi dari fungsi dari peningkatan kapasitas lintas.

Baca Juga : Menelisik Stasiun Pangkalan Brandan Lama dan Baru

Peranan pada butir a dan b dapat dilaksanakan oleh perangkat sistem persinyalan blok otomatis (Automatic Block Signalling) disingkat ABS. Sedang peranan pada butir.c dapat dilaksanakan dengan menggunakan sistem persinyalan elektrik Pengendalian Perjalanan Kereta Api Terpusat (Centralized Traffic Control) yang disingkat CTC seperti di Manggarai. Peranan butir.d dapat dilaksanakan dengan sistem persinyalan elektrik dan retarder otomatis. Akhirnya peranan pada butir.e dapat dilaksanakan dengan menggunakan perangkat persinyalan modern seperti sistem ABS atau sistem CTC.

Teknologi Tampilan Pusat Operasional Manggarai masih menggunakan Mimic Panel berupa Mozaik, bila terjadi perubahan jalur dan sebagainya, untuk menata ulang tidaklah mudah, karena harus mengganti susunan mozaik dan cenderung mimic panel semakin besar dimensinya.

Kini Teknologi Pusat Operasional Kereta Api dapat menggunakan Mimic Panel LCD-Monitor, lebih mudah dalam melakukan modifikasi software dengan menata ulang tampilannya tidak lagi harus mengganti layar.

3. Peranan Persinyalan Dalam Meningkatan Kapasitas Lintas

Instalasi jenis peralatan persinyalan dalam suatu stasiun dalam satu lintas sangat menentukan kapasitas lintas tersebut yang dikaitkan dengan jumlah lalu-lintas yang dapat dilayani dalam satu hari (24 jam). Jenis peralatan persinyalan mekanik dan persinyalan elektrik mempunyai kemampuan pelayanan yang berbeda. Waktu pelayanan ini juga mempengaruhi operasi perjalanan kereta api.

Jarak petak jalan dan jarak sinyal blok yang terpanjang sangat mempengaruhi kapasitas lintas. Dengan adanya persinyalan elektrik dapat ditingkatkan kapasitas lintasnya ditetapkan untuk petak jalan yang jaraknya lebih besar dari 9 kilometer ( >9 km) dilengkapi sinyal blok antara. Bila dikehendaki dilintas yang masih menggunakan sinyal mekanik dapat dilengkapi dengan Blok Pos. Namum harus dijaga dan dilayani operator.

Bila jarak antara kereta api yang berurutan antara kereta api yang satu dengan kereta api berikutnya sudah ditetapkan untuk jangka panjang maka, sistem persinyalan elektrik yang digunakan harus dapat menjamin dengan pengaturan jarak antara kereta api dengan sinyal blok otomatis terbuka. Dengan menempatkan banyak sinyal dipetak jalan dengan jarak yang dapat mengatur perjalanan kereta api secara otomatis.

Demikian adalah peranan dan fungsi dari sinyal kereta api dalam menunjang operasi kereta api, semakin padat lalu lintas operasi kereta api, maka diperlukan suatu sistem persinyalan kereta api yang lebih modern dalam pengamanan perjalanan kereta. Seperti di Kota Besar sudah tidak menggunakan lagi sinyal mekanik namun sudah menggunakan sistem sinyal otomatis blok terbuka. Selanjutnya kita akan coba bahas Sinyal otomatis blok tertutup dan Sistem blok terbuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here