Tahapan Pengujian Sarana Perkeretaapian

0
49
pengujian sarana kereta

Pengertian

Keretapedia – Setiap sarana kereta api tentunya telah laik untuk dijalankan, sebelum dioperasikan baik itu prasarana ataupun sarana kereta api telah dilakukan suatu tahapan yaitu pengujian prasarana atau pengujian sarana kereta dilakukan guna memastikan suatu objek (sarana dan prasarana) telah laik untuk digunakan guna menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, bahwa setiap sarana dan prasarana serta SDM Perkeretaapian guna menjamin keamanan dan keselamatan dilakukan suatu proses pengujian. Saat ini pengujian kereta api masih dilakukan oleh unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Balai Pengujian Perkeretaapian, kedepannya pelaksanaan pengujian dapat dilaksanakan oleh Badan Hukum atau Lembaga yang telah terakreditasi.

Pengujian Sarana Kereta Api

Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai pengertian, prosedur tata cara dan tahapan permohonan pengujian sarana kereta api. Pengujian Sarana Kereta api berdasarkan PP 56/2009 dan perubahannya pada PP/62017, disampaikan bahwa pengujian sarana kereta api untuk Uji pertama sarana kereta wajib dilakukan terhadap setiap sarana perkeretaapian baru dan sarana perkeretaapian yang telah mengalami perubahan spesifikasi teknis.

Dokumen dan Kelengkapan Permohonan Pengujian Sarana Kereta :

Pemohon atau operator yang akan mengajukan pengujian sarana kereta api dapat melakukan permohonan pengujian sarana kepada Ditektorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. untuk kelengkapan dokumen permohonan dan persyaratan dokumen teknis yang perlu dilengkapi sebagai berikut :

  • Surat permohonan pengujian;
  • Dokumen asal negara;
  • Dokumen manufaktur;
  • Data spesifikasi teknis;
  • Data perawatan;
  • Data pemeriksaan;
  • Foto copy tanda bukti kepemilikan atau penguasaan (untuk permohonan baru);
  • Foto copy sertifikat yang dimiliki (untuk pemohon perpanjangan) atau;
  • Sertifikat yang rusak (untuk penggantian yang rusak).

Uji pertama sarana antara lain meliputi :

Uji rancang bangun dan rekayasa

Uji Rancang Bangun dan Rekayasa adalah kegiatan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui ketepatan atau kesesuaian antara rancang bangun dan fisik sarana perkeretaapian. Uji rancang bangun dan rekayasa meliputi :

  • Uji kekuatan
  • Uji ketahanan
  • Uji kerusakan

Uji Statis

Uji Statis adalah kegiatan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja sarana perkeretaapian dalam keadaan tidak bergerak. Uji statis sarana perkeretaapian meliputi pengujian :

  • Dimensi
  • Ruang batas sarana
  • Berat
  • Pengereman
  • Keretakan
  • Pembebanan
  • Sirkulasi udara
  • Temperature

Untuk lokomotif, kereta dengan berpenggerak sendiri, dan peralatan khusus dengan penggerak sendiri, selain dilakukan uji statIs juga dilakukan pengujian :

  • Kelistrikan
  • Kebisingan
  • Intensitas cahaya
  • Emisi gas buang
  • Klakson
  • Peralatan komunikasi
  • Kebocoran

Untuk kereta yang ditarik lokomotif dan peralatan khusus yang ditarik lokomotif, selain dilakukan uji statis juga dilakukan pengujian :

  • Kelistrikan
  • Kebisingan
  • Intensitas cahaya
  • Kebocoran

Uji Dinamis

Uji Dinamis adalah kegiatan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan dan kemampuan kerja sarana perkeretaapian dalam keadaan bergerak. Uji dinamis meliputi pengujian :

  • Pengereman
  • Temperatur
  • Getaran
  • Pembebanan
  • Sirkulasi Udara

Untuk lokomotif, kereta dengan penggerak sendiri, dan peralatan khusus dengan penggerak sendiri selain dilakukan uji dinamis juga dilakukan pengujian :

  • Kelistrikan
  • Kebisingan
  • Kemampuan Tarik
  • Percepatan

Untuk kereta yang ditarik lokomotif dan peralatan khusus yang ditarik lokomotif selain dilakukan uji dinamis juga dilakukan pengujian :

  • Kelistrikan
  • Kebisingan

Sedangkan untuk uji berkala sarana perkeretaapian dilakukan uji berkala tahunan yang dilakukan secara rutin setiap tahun dan uji berkala lengkap yang dilakukan setelah perawatan akhir sarana kereta api. Uji berkala sarana kereta api antara lain meliputi

  • Uji berkala statis
  • Uji berkala dinamis

Kemudian didalam perubahan PP 56/2017 yang tertuang pada PP 6/2017 terkait dengan pengujian kereta api, khususnya terkait dengan tempat pengujian, disampaikan bahwa tempat pengujian kereta api harus memenuhi persyaratan :

  • Sesuai dengan rencana umum tata ruang
  • Sesuai dengan rencana induk perkeretaapian
  • Tidak mengangganggu kelestarian fungsi lingkungan hidup

Tempat pengujian kereta api paling sedikit dilengkapi dengan fasilitas pengujian antara lain berupa :

  • Jalur uji
  • Bangunan utama untuk pengujian
  • Bangunan untuk peralatan bantu
  • Bangunan kantor

Dalam PP 56/2009 dan perubahannya pada PP 6/2017 disampaikan bahwa setiap prasarana, sarana, dan sumber daya manusia perkeretaapian wajib dilakukan penilaian sistem keselamatan, pada saat :

  • Sebelum dioperasikan untuk pertama kali
  • Terjadi perubahan spesifikasi teknis prasarana dan sarana perkeretapian

Badan Hukum dan Kelembagaan

Terkait dengan kelembagaan pengujian sarana perkeretaapian, dalam PP 56/2009 dijelaskan bahwa pengujian sarana perkeretaapian dilakukan oleh Menteri, dimana Menteri dapat melimpahkan pelaksanaan pengujian kepada badan hukum yang mendapat akreditasi Menteri atau lembaga yang mendapat akreditasi dari Menteri. Untuk mendapatkan akreditasi bagi Lembaga atau badan hukum perlu memenuhi persyaratan administrasi yaitu berbadan hukum Indonesia, memiliki npwp, dan adanya keterangan domisili, serta persyaratan teknis dengan memiliki :

  • Tenaga penguji bersertifikat keahlian;
  • Kantor dan tempat pengujian; dan
  • Fasilitas dan peralatan pengujian.

Baca Juga : Menelisik Kecanggihan Kereta Ukur Jalan Rel Galunggung

Badan hukum atau lembaga pengujian sarana perkeretaapian wajib :

  • melaksanakan pengujian sesuai dengan sertifikat akreditasi;
  • mempertahankan mutu pengujian yang diselenggarakan;
  • membuat perencanaan dan pelaporan untuk setiap penyelenggaraan pengujian;
  • menggunakan peralatan pengujian; dan
  • mengikuti tata cara pengujian sarana perkeretaapian.

Penutup

Bahwa setiap sarana perkeretaapian wajib dilakukan pengujian pertama untuk sarana yang baru atau mengalami perubahan spesifikasi teknis dan dilakukan pengujian berkala setiap tahunnya guna memastikan kelaikan sarana kereta api tersebut tetap terjaga. Demikian informasi dan artikel dari kami mengenai prosedur dan tahapan pengujian sarana kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi website resmi ujidjka.dephub.go.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here