Pengujian Prasarana Perkeretaapian

0
14
pengujian prasarana perkeretaapian
Proses Pengujian Prasarana Perkeretaapian | sumber : twitter balai pengujian KA

Pengujian Prasarana Perkeretaapian

Keretapedia – Guna menjamin kelaikan suatu Sarana dan Prasarana kereta api yang akan beroperasi maka dilakukan pengujian. Pengujian prasarana perkeretaapian adalah : suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara persyaratan teknis dan kondisi dan fungsi prasarana atau sarana perkeretaapian.

Jenis Pengujian :

Pengujian Prasarana Perkeretaapian terdapat 2 (dua) jenis yaitu : Uji Pertama yang dilaksanakan pada prasarana kereta api yang baru dibuat atau mengalami perubahan spesifikasi teknis, dan Uji Berkala yang dilaksanakan pada prasarana perkeretaapian yang telah habis masa berlakunya 4 tahun.

Objek Pengujian :

  • Pengujian Jalur dan Bangunan kereta api, yang meliputi pengujian jalur kereta api, bangunan stasiun, jembatan kereta api dan terowongan kereta api.
  • Pengujian Fasilitas Operasi kereta api, yang meliputi pengujian sistem persinyalan kereta api, sistem telekomunikasi kereta api dan sistem kelistrikan kereta api.

Prosedur Permohonan :

Seperti yang dikutip dari website resmi Balai Pengujian Perkeretaapian (ujidjka.dephub.go.id). Saat ini pelaksanaan pengujian masih dilaksanakan oleh Pemerintah cq Balai Pengujian Perkeretaapian. Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Berikut ini adalah prosedur permohonan pengujian prasarana perkeretaapian :

Prosedur Pengujian :

  1. Pemohon mengajukan surat permohonan pengujian kepada Dirjen KA untuk melaksanakan pengujian pertama /berkala
  2. Dirjen Perkeretaapian memberikan disposisi kepada Balai Pengujian Perkeretaapian tentang permohonan pengujian prasarana perkeretaapian.
  3. Pemohon menyerahkan dokumen teknis pengujian diantaranya Detail Engineering Design (DED), Spesifikasi Teknis, Shop Drawing dan As Built Drawing.
  4. Balai Pengujian Perkeretaapian memeriksa kelengkapan dokumen teknis sebelum melakukan pengujian.
  5. Setelah pemeriksaan dokumen teknis, penetapan dan pelaksanaan pengujian.
  6. Jika hasil pengujian menyatakan Lulus lanjut untuk penerbitan sertifikat.
  7. Jika hasil pengujian menyatakan belum lulus, maka pemohon diberikan waktu untuk dilakukan perbaikan.
  8. Setelah pemohon melakukan perbaikan, maka dilanjutkan pengujian terhadap hasil perbaikan tersebut.
  9. Proses penerbitan sertifikat dilakukan di Direktorat Teknis.

Tahapan Pengujian :

Seperti penjelasana diatas, dalam tahapan pengujian prasarana perkeretaapian. Untuk menjamin kelaikan teknis dan operasional prasarana kereta api, maka wajib dilakukan pengujian dan pemeriksaan. Pengujian meliputi uji pertama; dan uji berkala Uji pertama wajib dilakukan untuk prasarana perkeretaapian baru dan prasarana perkeretaapian yang mengalami perubahan spesifikasi teknis Uji pertama terdiri atas:

  1. Uji rancang bangun, yang dilakukan untuk memastikan prasarana perkeretaapian dapat berfungsi sesuai dengan desain dan persyaratan teknis. Uji rancang bangun tidak perlu dilakukan terhadap tipe struktur dan/atau komponen struktur yang dibangun di tempat lain dengan menggunakan tipe yang sama dengan tipe struktur dan/atau komponen struktur yang telah mendapat sertifikat uji pertama.
  2. Uji fungsi, dilakukan tehadap jenis fungsi prasarana perkeretaapian. Uji fungsi meliputi uji :
  3. Jalan Rel, uji fungsi jalan rel paling sedikit meliputi uji ruang bebas, kecepatan, beban gandar, dan drainase.
  4. Jembatan dan terowongan, paling sedikit meliputi uji ruang bebas dan beban gandar
  5. Stasiun, uji fungsi stasiun paling sedikit meliputi uji ruang bebas, kapasitas Gedung, kapasitas peron, kecepatan, dan beban gandar
  6. Peralatan persinyalan, uji peralatan persinyalan paling sedikit meliputi uji negative check, indikasi pelayanan, akurasi, dan jarak tambap
  7. Peralatan telekomunikasi, uji peralatan telekomunikasi paling sedikit meliputi uji kejelasan informasi/suara yang diterima dan rekam suara
  8. Instalasi Listri, uji instalasi listrik paling sedikit meliputi uji tegangan yang dihasilkan harus stabil dan tegangan dan kapasitas harus sesuai dengan keperluan

Pengujian prasarana perkeretaapian harus dilakukan di lokasi dan/atau di tempat pengujian sesuai dengan jenis atau komponen prasarana perkeretaapian. Pengujian prasarana perkeretaapian dilakukan dengan menggunakan peralatan pengujian oleh tenaga penguji yang memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan tata cara pengujian yang ditetapkan.

Baca Juga :
1. Proses dan Tahapan Pengujian Sarana Perkeretaapian.
2. Mengenal Jenis-Jenis jembatan kereta api
3. Mengenal Jenis-Jenis Bantalan kereta api.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here