Mengenal Tahapan Pengujian SDM Perkeretaapian

0
44
pengujian praktek sdm perkeretaapian
Credit for Twitter @BalaiUji_KA

Pengertian

Keretapedia – Kereta api merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan diantara Sarana, Prasarana dan Sumber Daya Manusia Perkeretaapian itu sendiri. Ketiga hal tersebut perlu dilakukan pengawasan, pengendalian dan pengaturan guna menjamin kelaikan dan keamanannya agar tercipta transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman dan selamat. Yang akan kita bahas saat ini adalah pengujian sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Nomor Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dan  Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian beserta perubahannya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian. Dalam PP.56/2009 salah satunya adalah membahas terkait dengan penyelenggaraan perkeretaapian baik secara umum maupun teknis penyelenggaraan perkeretaapian. Dalam kaitannya dengan pengujian perkeretaapian.

Objek Uji:

Pada operator kereta api yang diuji meliputi :

  • Penjaga Perlintasan Kereta Api (PJL);
  • Awak Sarana Perkeretaapian (Masinis dan Asisten Masinis);
  • Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dan Pengendali Perjalanan Kereta Api;
  • Tenaga Pemeriksa Sarana Perkeretaapian;
  • Tenaga Pemeriksa Prasarana Perkeretaapian;
  • Tenaga Perawatan Sarana Perkeretaapian;
  • Tenaga Perawatan Prasarana Perkeretaapian.

Pada Regulator kereta api yang diuji meliputi :

  • Tenaga Penguji Perkeretaapian (Sarana dan Prasarana);
  • Tenaga Inspektur Perkeretaapian;
  • Tenaga Auditor Perkeretaapian.

Dalam pelaksanaan uji Keahlian dan/atau Kecakapan SDM dilaksanakan pada Tempat Uji Kompetensi (TUK) dalam hal ini adalah Balai Pengujian Perkeretaapian dan/atau dapat dilaksanakan pada tempat lain sesuai dengan kesepakatan.

3 (tiga) Jenis Pengujian terdiri dari :

Pengujian Teori

Dalam pelaksanaan pengujian Teori, Soal ujian diberikan kepada peserta melalui soal-soal yang telah diaplikasikan dalam server. Soal-soal tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang sebidang dengan tugas mereka atau sesuai permohonan. Jika kita mendaftar untuk melaksanakan pengujian Masinis Kereta api, maka soal yang akan dikeluarkan seputar dengan lingkup pekerjaan masinis.

Atau dalam pelaksanaan uji teori jika dilaksanakan ditempat operator dilaksanakan dengan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Hasil dari uji teori, kemudian dituangkan dalam catatan penilaian. Untuk batas penilaian uji teori ini ditentukan dari pihak penyelenggara sesuai dengan aturan terkait.

Pengujian Praktek

Pengujian SDM Perkeretaapian yang selanjutnya adalah uji Praktek. Dalam pelaksanaan uji praktek contohnya seperti uji praktek untuk Awak Sarana (Masinis dan Asisten Masinis), dan Pengatur Perjalanan Kereta api menggunakan alat simulator lokomotif dan simulator KRD (kereta rel diesel) yang berlokasi di kantor Balai Pengujian Perkeretaapian.

Untuk peralatan uji praktek SDM perkeretaapian yang belum dimiliki oleh penyelenggara, pelaksanaan uji praktek dapat dilaksanakan di tempat pemohon. Misal : uji praktek Masinis KRL, pelaksanaan uji praktek dilaksanakan di Simulator PT.KAI (Persero) yang terletak di Depo Depok. atau contoh lain, uji praktek masinis APMS Bandara Soetta yang dilaksanakan di kereta Bandara Soetta.

Pengujian Wawancara

Selanjutnya adalah pengujian wawancara yang dilakukan oleh para Asesor yang telah ahli di bidangnya.  Semua pelaksanaan pengujian dilakukan dengan wawancara untuk menggali tingkat kepatuhan dan perilaku terhadap regulasi maupun SOP dalam melaksanakan tugas dilapangan. Dalam wawancara diharapkan mendapatkan data sikap dan pengetahuan bagi para peserta uji.

Pengujian Kesehatan

Tahapan terakhir adalah pengujian kesehatan, dalam pelaksanaan uji kesehatan dilakukan oleh instansi/lembaga kesehatan yang bekerjasama dengan pihak penyelenggaran pengujian. Dalam kaitannya hasil dari uji kesehatan ini adalah diharapkan para SDM Perkeretaapian bebas dari narkoba dan bebas buta warna.

Penutup

Kesimpulannya adalah pelaksanan pengujian SDM perkeretaapian dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk meyakinkan bahwa para SDM Perkeretaapian yang akan bekerja adalah para SDM yang memeliki kompetensi yang baik, kesehatan yang prima dan mematuhi aturan dan SOP dilingkungan mereka bekerja.

Baca juga :
Mengenal Balai Pengujian Perkeretaapian
Tahapan Pengujian Sarana Perkeretaapian
Tahapan pengujian Prasarana Perkeretaapian

Dengan tujuan hasil dari ini dapat menjamin operasional kereta api akan berjalan aman, nyaman, selamat dan tepat waktu. Proses penguijan dilaksanakan oleh penyelenggara pengujian perkeretaapian dalam hal ini baru ada di Balai Pengujian Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kedepannya, semoga terdapat badan usaha atau lembaga pengujian perkeretaapian lainnya sesuai yang diamanatkan dalam aturan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here