Menelisik kecanggihan Kereta Ukur Jalan Rel Ciremai

0
46
KUJR Ciremai

Kereta Ukur Jalan Rel Ciremai

Keretapedia – Sepertinya ada yang kurang rasanya, pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang kecanggihan dan parameter pengukuran kereta ukur jalan rel Galunggung. Kali ini kita akan sedikit menelisik kecanggihan dari sebuah kereta ukur jalan rel Ciremai.

Kereta ukur jalan rel ciremai adalah salah satu kereta ukur jalan rel (KUJR) milik dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan selain dari kereta ukur ciremai ada juga kereta ukur Galunggung, Kereta ukur Sulawesi dan Kereta ukur Sumatera. Kereta ukur Ciremai memiliki nomor identitas kereta SU 3 14 01 yang saat ini sarana tersebut di kelola oleh Balai Perawatan Perkeretaapian.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Kereta Ukur Jalan Rel yang ada di Indonesia

Kereta ukur jalan rel Ciremai diproduksi oleh PT. INKA (Persero) pada tahun 2014. Seperi pada kereta ukur Galunggung, KUJR Sumatera dan KUJR Sulawesi, KUJR Ciremai dilengkapi dengan alat pengukuran berupa track geometry measurement system (TGMS) dan alat untuk mengukur ketinggian kawat listrik aliran atas (LAA) dan Deviasi kawat LAA dengan pantograp sarana.

Teknologi Kereta Ukur Ciremai

Teknologi pada KUJR Ciremai dibalut dengan teknologi Track Geomtery Measurement System (TGMS) dari ENSCO dan teknologi pengukuran listrik aliran atas dari OVMS Dr Wehrhahn.

Track Geometry Measurement System (TGMS) ENSCO

Sistem pengukuran trek didasarkan pada pendekatan modular dan arsitektur yang dapat diskalakan untuk mendukung berbagai sistem pengukuran dan pencitraan pada kendaraan perekam trek. Sistem inspeksi track dapat dibuat menjadi kendaraan inspeksi atau dipasang ke kendaraan yang sudah ada.

TGMS | image by @wisnuadika

Track Geometry Measurement System (TGMS) ENSCO menyediakan pengukuran inersia non-kontak dari semua parameter geometri track kritis dan pemberitahuan kerusakan secara real-time berdasarkan berbagai ambang yang dapat dikonfigurasi pengguna. Pilihan pengukuran perataan jalur dan profil longitudinal kecepatan rendah / penjajaran juga tersedia.

Track Geometry Measurement System (TGMS) menyediakan data track yang akurat dan andal untuk perencanaan pemeliharaan jangka pendek dan jangka panjang. Sistem ini dapat dipasang di hampir semua kendaraan yang terikat rel dan menyediakan semua data yang diperlukan untuk pengelolaan aset lintasan yang optimal. Dengan menggunakan sistem pengukuran laser ENSCO, pengukuran lintasan dapat dilakukan di semua kondisi cuaca. Hasil disediakan dalam stripchart waktu nyata dan laporan pengecualian.

Rail Profile Measurement System (RPMS)

RPMS Kereta Ukur Ciremai
RPMS | Image by @wisnuadika

Selain TGMS, dilakukan pengukuran juga terhadap profil rel kereta api dengan alat yaitu Rail Profile Measurement System (RPMS).

Sistem Pengukuran Profil Rel transversal ENSCO (RPMS) adalah sistem berkinerja tinggi yang dapat mengukur profil rel melintang, keausan rel, dan rel cant secara real time pada laju sampel satu kaki hingga kecepatan maksimum mobil. Parameter seperti keausan rel dan cant dapat ditampilkan bersama data geometri track secara real time. Sistem ini juga mendeteksi rel kereta dan pengecualian keausan rel secara real time. Sistem profil rel ENSCO memiliki tingkat keberhasilan pengenalan ukuran rel otomatis yang sangat tinggi, meminimalkan kebutuhan pemrosesan pasca profil rel.

OWMS Dr.Wehrhahn.

Overhead Measurement System (OWMS) adalah sistem pengukuran garis kontak non-taktil untuk menentukan tinggi garis kontak dan simpang atau deviasi dengan dan atau tanpa pengangkatan.

alar ukur listrik aliran atas
Prinsip pengukuran | drwehrhahn

OVHWizard mengukur jarak dengan ultrasound dan metode pulse echo, yaitu pulsa sonar yang ditransmisikan oleh sensor kemudian dipantulkan oleh kabel kontak dan kembali ke sensor. Waktu yang berlalu (runtime) sebanding dengan jarak. Posisi kabel kontak yang tepat ditentukan oleh titik potong kedua sensor jarak. Data yang diukur diambil dalam sinkronisasi dengan garis kilometering, dipicu oleh pulsa dari sensor jarak.

Pemancar pulsa kendaraan atau penghalang cahaya dan reflektor berperekat untuk dipasang ke roda dapat digunakan untuk menentukan jarak. Data yang diukur ditampilkan secara online, direkam dan ditampilkan dan disimpan dalam bentuk grafik atau tabel dengan menggunakan perangkat lunak yang disertakan. Proses pasca memungkinkan pengukuran berjalan untuk dievaluasi secara lokal atau di kantor.

Sistem ini dapat dilengkapi dengan sistem kamera opsional. Kondisi kabel kontak dicatat sejajar dengan pengukuran. Nilai terukur untuk tinggi dan jarak ditampilkan pada gambar di layar. Gambar kabel kontak tersedia untuk setiap nilai yang diukur untuk pengamatan selanjutnya dari nilai yang diukur.

Data yang diukur dapat dievaluasi secara ekstensif nanti dengan perangkat lunak FMA yang dikembangkan bersama dengan Siemens. Pengukuran tersebut dapat dikorelasikan dengan data jalur yang ada. Selain itu, dimungkinkan untuk menunjukkan setiap pipet dari garis yang diukur dan membuat daftar penyimpangan pada masing-masing titik ini di sebelah desain dalam tabel. Fungsi ini memungkinkan tim perawatan untuk bergerak tepat ke posisi yang terpengaruh dan membuat koreksi yang ditentukan. Selain data yang diukur untuk ketinggian dan goyangan arus angin, rentang longitudinal, elastisitas, dan nilai lain yang relevan dengan kabel kontak dihitung.

Sistem ini digunakan untuk mengukur troli, kendaraan dua arah, kendaraan dinas (MTW) ​​dan kereta ukur. Sistem dapat dikirimkan dengan kompensasi opsional dari pergerakan kendaraan.

OWMS dapat digunakan pada :

  • road rail vehicles
  • contact wire laying vehicles
  • measuring trolleys
  • measuring trains
  • rail laying machines

7 (Tujuh) Parameter Pengukuran Kereta Ukur Jalan Rel Ciremai

Dalam Pengukuran jalan rel, terdapat tujuh parameter pengukuran yang dilakukan KUJR Ciremai, Yaitu :

1. Lebar Jalur Rel

Pengukuran lebar kedua batang rel dengan cara diukur 14mm kebawah dari atas kepala rel secara vertikal. Lebar jalur dalam waktu tertentu dapat menjadi melebar atau menyempit. Lebar antar kedua rel ini sangat penting untuk diukur karena dapat mempengaruhi kestabilan, daya angkut dan kecepatan kereta tersebut.

Di Indonesia sendiri menggunakan 2 lebar jalur rel yang digunakan yaitu lebar 1067 mm dan 1435 mm. dengan toleransi untuk jalur baru dibuat adalah 0 dan +2mm serta untuk jalur rel lama adalah -2 dan +4

2. Angkatan

Terjadinya perbedaan beda tinggi rel pada bentang rel tertentu. Yang dicari adalah nilai vertikal dari beda tinggi rel tersebut.

3. Listringan

Tidak berbeda jauh dengan profile atau angkatan, Listringan mencari beda nilai secara horisontal.

4. Crosslevel

Sering juga disebut sebagai peninggian rel atau juga cant. Crosslevel dapat berbahaya jika terdapat pada lengkung atau disebut reverse elevation.

5. Twist atau Skilu

Pada kondisi tertentu akibat angkatan yang kurang baik maka dapat terjadi kondisi Skilu. Ketika 4 roda dari suatu sumbu bogie atau pasangan roda harus sebidang. Terjadi perbedaan pertinggian yang sebenarnya antara 2 titik sepanjang 3 meter.

6. Curvature

Sebuah derajat kelengkungan jalan rel yang menyatakan derajat dari panjang chord 100 ft.

7. Warp

Mirip dengan Twist, namun tidak terbatas pada jarak tertentu (continue).

Output Pengukuran

Hasil dari pengukuran jalan rel menggunakan kereta ukur jalan rel ini adalah untuk mengetahui nilai dari sebuah kualitas jalan rel itu sendiri atau disebut dengan Track Quality Index (TQI). TQI ini menandakan sebuah kualitas dan kenyamanan bagi para penumpang dalam suatu lintas jalur kereta yang dilewati. Kemudian, hasil TQI menjadi dasar dan petunjuk bagi tim perawatan untuk melakukan perawatan dan perbaikan agar lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here