Beberapa masalah Balas rel kereta dan Penanganannya

0
252
mud pumping pada jalur rel

Balas atau Ballast Rel Kereta Api

Keretapedia – Batu balas atau ballast pada konstruksi jalur rel kereta api memiliki peran yang sangat penting. Batu balas atau ballast kereta api berfungsi sebagai pengikat antara bantalan dengan lapisan tanah. Batu balas juga berperan dalam mentransfer beban kereta yang lewat secara merata ke bagian lapisan tanah.

Seiring waktu berjalan, batu balas atau ballast rel kereta api akan mengalami penurunan kualitas karena terjadi tekanan dari kereta, mengakibatkan gesekan antar balas terjadi. Sehingga membuat agregat balas menjadi aus/hancur. Hal ini akan menyebabkan beberapa masalah yang akan terjadi pada balas kereta api dan bagaimana penanganannya.

Fungsi Balas

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya pada artikel tentang balas rel kereta api, sedikit kita segarkan kembali tentang fungsi dari batu balas rel kereta api, yaitu :

  1. Balas mendukung fungsi dari bantalan dan bersifat kenyal.
  2. Menyebarkan beban dari kereta dari bantalan secara merata, sehingga mengurangi tekanan beban vertikal yang diterima tanah dasar.
  3. Berfungsi sebagai drainase atau mampu mengalirkan air.
  4. Sebagai penahan dari dudukan bantalan akibat dari timbulnya gaya yang dihasilkan kereta.

Masalah Balas rel kereta api

kantong balas rel kereta api
Kantong Balas dibawah bantalan, tempat berkumpulnya air yang tidak mengalir secara baik
  1. Akibat dari kondisi balas yang saling bergesekan, agregat balas akan hancur. Hal ini akan mengakibatkan volume dan tebal balas akan berkurang. menyebabkan terjadi penurunan balas.
  2. Volume balas yang semakin berkurang, menyebabkan berkurangnya rongga-rongga antar partikel karena balas akan semakin padat. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya permeabilitas lapisan balas. Sehingga air yang masuk tidak mengalir, dan balas tidak menjadi kenyal atau disebuat balas mati.
  3. Faktor berikutnya adalah tebal balas yang berkurang.Beban yang dihantarkan tidak akan merata, sehingga tanah dasar pada tebal balas yang kurang akan menerima beban yang lebih besar dari keadaan sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan tanah dasar mengalami penurunan dan membentuk kantong balas.
  4. Pada musim hujan, terjadi pemompaan partikel halus balas akibat dari kantong balas ini. Air yang tertampung dalam kantong balas, karena tidak dapat mengalir ke tanah dasar, maka akan terjadi proses pompa atau kecrotan atau mud pumping pada balas ballast jalur rel ketika kereta api melintas. Kecrotan atau mud pumping pada jalan rel adalah proses air yang tertahan didalam kantong balas keluar bersama partikel halus, atau lumpur melalui atas balas. Setelah air keluar melalui atas maka terjadi kekosongan rongga pada balas tersebut. (proses terjadinya mud pumping lihat gambar dibawah).
  5. Jika kantong balas tidak segera diperbaiki, kantong balas akan semakin dalam dan melebar. Bisa menyebabkan hancurnya badan jalan rel.
kecrotan atau mud pumping pada jalur rel kereta api
Mud Pumping pada kantong balas rel kereta api :
a. Kondisi bantalan dan balas belum dilewati beban.
b. ketika beban lewat, bantalan akan menekan kantong balas.
c. Kantong balas yang terisi air, akan keluar bersama dengan partikel halus,
d. Proses berulang terus seperti itu.

Penanganan masalah

Ada beberapa cara dalam pemeliharaan dan penanganan masalah balas jalan rel kereta api sebagai berikut :

  1. Balas dilakukan pembersihan atau cuci balas kotor, balas harus dalam keadaan bersih.
  2. Dilakukan pemadatan balas dengan alat pecok.
  3. Rongga kosong pada balas dilakukan penambahan balas disisi bawah bantalan.
  4. Permukaan balas harus rata dengan permukaan bantalan, baik di sisi maupun di antara kedua rel.
  5. Perbaikan geometri jalan rel agar dilakukan pengangkatan track,
  6. Kelandaian alas balas harus dipelihara > 5 % untuk menjamin mengalirnya air secara sempurna.
  7. Kemiringan talud balas sebesar 1 : 2 harus dapat tetap terpelihara.

Sumber : nursyamsu05.files.wordpress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here