Mengenal Kereta Ukur Jalan Rel atau Si kereta penggaris

0
17
kereta ukur ciremai
Kereta Ukur Jalan Rel Ciremai

Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR)

Keretapedia – Kita jarang sekali melihat salah satu jenis kereta khusus ini. Yap, dialah si kereta penggaris sebutan bagi kereta ukur jalan rel yang digunakan untuk melakukan pengukuran jalan rel kereta api dan jaringan listrik aliran atas. Kereta ukur jalan rel atau KUJR adalah kendaraan inspeksi dan pengukuran rel yang berjalan untuk menguji beberapa parameter pengukuran pada lintasan tanpa mengganggu operasional kereta reguler.

Kereta ukur jalan rel berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian merupakan bagian dari jenis sarana khusus. Sarana khusus ini melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter yaitu : Parameter posisi, kelengkungan, kesejajaran batang rel, keluwesan jalan rel, kelandaian, peninggian jalan, dan masih banyak lagi.

Sejarah Kereta Ukur

Pada tahun 1920 ketika lalu lintas kereta api menjadi sangat padat sehingga proses inspeksi manual jalur rel kereta api sudah tidak praktis lagi. Serta pada saat itu peningkatan kecepatan kereta api juga harus seimbang dengan prasarana yang bagus.

Sejak tahun 1925 Chemins de fer de I’Est melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta ukur dengan membawa alat pengukur percepatan atau akselerograf, kemudian dikembangkan oleh Emile Hallade, penemu Metode Hallade. Akselerograf dapat merekam pergerakan horizontal dan vertikal serta gerakan menggelinding. Alat ini dilengkapi dengan alat untuk merekam patok KM dan stasiun.

Pada tahun 1927, Atchison, Topeka and Santa Fe Railway mulai memiliki KUJR disusul Estrada de Ferro Central do Brasil pada 1929. Kedua KUJR ini diproduksi oleh Baldwin Locomotive Works menggunakan teknologi giroskop yang dikembangkan oleh Sperry Corporation.

Pada tahun 1929, Kereta ukur jalan rel pertama di Jerman dioperasikan oleh Deutsche Reichsbahn. eralatan untuk KUJR ini dibuat di perusahaan Anschutz di Kiel, yang saat ini dimiliki oleh Raytheon. Di Swiss, alat pengukur geometri jalan rel pertama diintegrasikan dalam kereta dinamometer yang sudah beroperasi sejak tahun 1930.

Salah satu KUJR paling awal adalah Car T2 yang digunakan dalam Project HISTEP (High-Speed Train Evaluation Program) oleh Departemen Transportasi AS. KUJR ini dibuat oleh Budd Company untuk Project HISTEP untuk mengevaluasi kondisi lintasan jalan rel antara Trenton dan New Brunswick, New Jersey, tempat departemen tersebut telah merencanakan salah satu petak di lintas ini untuk menguji kereta berkecepatan tinggi. Car T2 dijalankan dengan kecepatan 150 mil per jam atau lebih cepat.

Pada tahun 1977, GC-1 milik Southern Pacific (dibuat oleh Plasser American) adalah Kereta ukur pertama yang menggunakan 12 roda pengukur, terhubung dengan alat ukur regangan dan komputer serta menghasilkan keluaran berupa lembatang sebar untuk menghasilkan gambaran yang jelas tentang kondisi jalan kereta api bagi operatornya.

Pada tahun 1981, Encyclopedia of North American Railroads menyebut KUJR ini tercanggih di Amerika Utara.

Kelebihan Menggunakan Kereta Ukur

Dahulu peran pemeriksaan prasarana jalur rel kereta api dilakukan oleh seorang juru penilik jalan rel (JPJ). JPJ melakukan pemeriksaan secara manual setiap lintasan yang dilewatinya. Namun, Seiring dengan operasional kereta yang semakin padat dan kecekapatan kereta yang semakin tinggi. Pekerjaan JPJ menjadi sangat beresiko.

Peran JPJ yang sangat terbatas, digantikan oleh kereta ukur jalan rel. Manfaat utama jika menggunakan kereta ukur adalah dapat menghemat waktu dan tenaga dibandingkan dengan pemeriksaan secara manual. Kereta ukur dapat berjalan dengan kecepatan 217 mph atau 349 km/h.

Kereta ukur dapat berjalan pada seluruh lintas dalam satu hari. Sering kali, petugas pemeriksa jalan rel menumpang di Kereta ukur dan memperbaiki kerusakan rel. Kereta ukur dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang geometri jalan rel yang sedang dilintasinya (dibandingkan dengan metode manual).

Akhirnya, data tentang geometri jalan rel mudah disimpan dan dapat digunakan untuk memantau penurunan kondisi lintasan. Data ini dapat digunakan untuk menentukan dan memprediksi titik masalah di lintas dan digunakan dalam menyusun rencana perawatan yang sesuai.

Parameter Pengukuran

Kereta ukur jalan rel melakukan pengukuran dengan beberapa parameter. Secara umum, parameter yang diukur oleh Kereta ukur adalah:

  • Kerataan – Kerataan jalan rel adalah proyeksi geometri lintasan setiap batang rel atau sumbu tengah sepur menurut bidang horizontal. Juga dikenal sebagai “kelurusan” dari rel.
  • Peninggian dan perubahan lengkung peralihan – Variasi dalam kemiringan sepanjang ukuran lengkung peralihan yang telah ditentukan sebelumnya (umumnya 62 kaki). Pada jalur yang lurus, tidak boleh ada peninggian, sementara pada tikungan, umumnya peninggian perlu ditentukan.
  • Kelengkungan – Besarnya perubahan peralihan jalan rel dari lurus menjadi lengkung. KUJR menguji kelengkungan sesungguhnya (dalam derajat kelengkungan) terhadap tikungan versus kelengkungan desain.
  • Kabel listrik aliran atas – Mengukur tinggi kawat kontak, pemancangan tiang LAA, dan posisi jembatan kawat jika ada.
  • Lebar sepur – Jarak antara kedua batang rel. Seiring waktu, rel dapat menjadi terlalu lebar atau terlalu sempit. Di Amerika Utara dan sebagian besar dunia, ukuran standar adalah 4 kaki, 8,5 inci (1.435 mm).
  • Penampang rel – Digunakan untuk memeriksa keausan rel dan penyimpangan bentuk penampang rel dari standar.
  • Panjang lengkung peralihan maksimum pada peninggian (umumnya 62 kaki).

Metode Pengukuran

1. Metode Pengukuran berbasis non-kontak

  • Pengukuran dengan laser – mengukur penampang dan keausan rel, peninggian, dan lebar sepur
  • Akselerometer
    • Pengukuran kerataan jalur rel dengan mencari batas percepatan dan diintegrasikan sampai posisi tertentu. Posisi ini kemudian digunakan untuk mengukur berbagai parameter.
    • Digunakan untuk mendapatkan pengukuran kualitas perjalanan. Jika batas percepatan tertentu terlampaui, barang yang diangkut kereta api menjadi rusak atau penumpang merasa tidak nyaman.
  • Video – merekam video ruang milik jalan rel untuk analisis lebih lanjut, serta untuk inspeksi berbasis visi mesin terhadap komponen lintas tertentu
  • Giroskop – Berorientasi vertikal, digunakan untuk mengukur peninggian jalan dan peralihannya. Giroskop sudah usang, digantikan oleh laser.
  • Sensor jarak – Digunakan untuk mengukur permukaan, perataan, dan lebar sepur. Sensor ini sudah usang, dan telah digantikan oleh sistem pengukuran laser.

2. Metode pengukuran berbasis kontak

  • Roda-roda pengukur – Kebanyakan usang, awalnya digunakan untuk mengukur hampir semua parameter, sekarang digantikan oleh laser
  • Alat ukur regangan – Digunakan bersama dengan roda-roda pengukur untuk menerjemahkan gerakan roda pengukur menjadi format yang dapat digunakan.

Kereta Ukur Jalan Rel di Indonesia

Macam-macam kereta ukur di Indonesia sendiri hingga saat ini. Terhitung sudah ada 5 unit yang dimiliki oleh regulator dan operator kereta api. Berikut ini adalah beberapa jenis kereta ukur milik dari Regulator atau Direktorat Jenderal Perkeretaapian ada 4 unit kereta ukur jalan rel yaitu :

  • Kereta ukur Ciremai
  • Kereta ukur Galunggung
  • Kereta ukur Sumatera (belum ada penamaan khusus); dan,
  • Kereta ukur Sulawesi yang menggunakan lebar rel 1435mm.

Sedangkan jenis kereta ukur jalan rel milik kepunyaan dari Pihak Operator PT.Kereta Api Indonesia yaitu ada 1 jenis yaitu

  • EM-120.

Jenis Kereta Ukur Jalan Rel Punya Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Kereta Ukur Ciremai

kereta ukur jalan rel ciremai
Kereta Ukur Jalan Rel Ciremai | Yayang Ari Nugraha

Kereta ukur jalan rel buatan PT.INKA pada tahun 2014 ini memiliki bernomor identitas unit No.SU 3 14 01. Kereta ukur ciremai dilengkapi teknologi alat ukur geometri atau Track Geometry Measurement System (TGMS old) dari pabrikan ENSCO dan alat ukut ketinggian kawat LAA atau Overhead Wire Measurement System (OWMS) dari pabrikan Dr.Wehrhahn.

Kereta Ukur Galunggung

kereta ukur jalan rel galunggung
Kereta Ukur Galunggung

Selain KA Ukur Ciremai yang dimiliki Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan yaitu kereta ukur Galunggung buatan PT.INKA tahun 2016 dengan nomor identitas No.SU 3 16 01. Dari penampilan Fisik dan dimensi, Kereta ukur Galunggung sama seperti kereta ukur ciremai dan sama-sama dibekali dengan teknologi alat ukur.

Baca Juga : Parameter Pengukuran Kereta Ukur Galunggung

Alat ukur geometri jalan rel (Track Geometry Measurement System) versi terbaru dari Ensco dan yang membedakan adalah alat kereta ukur ini dilengkapi dengan alat ukur ketinggian dan devisiasi kawat LAA (Overhead Wire Measurement System) dari Db.

Kereta Ukur Sulawesi

kereta ukur di makassar
Kereta Ukur di Sulawesi Selatan (1435mm)

Kereta ukur buatan PT.INkA pada tahun 2017, kereta ukur khusus untuk ditempatkan di Makassar, Sulawesi Selatan dengan nomor identitas No.KA SU 3 17 01 dengan menggunakan lebar rel 1435mm. Teknologi alat ukur kereta ukur Sulawesi sama dengan Kereta Ukur Galunggung.

Kereta Ukur Sumatera

kereta ukur di sumatera
Channel YT : Yayang Ari Nugraha

Kereta buatan tahun 2017 pabrikan PT.INKA (Persero) dengan nomor identitas No.KA SU 3 17 02. Teknologi sama seperti kereta ukur Sulawesi dan galunggung. Untuk saat ini penamaan kereta ukur Sumatera dan Sulawesi ini masih belum memiliki nama khusus seperti Galunggung dan Ciremai.

Jenis Kereta Ukur punya PT.Kereta Api Indonesia

Kereta Ukur Jalan Rel EM-120

kereta ukur jalan rel pt.kai
Channel YT : Yayang Ari Nugraha

Kereta ukur jalan rel EM-120 milik dari PT.Kereta Api Indonesia (Persero) ini adalah pabrikan dari Plasser and Theurer, Linz, Austria tahun 1995.

(Sumber : wikipedia, kereta ukur jalan rel).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here