High Speed Diesel Jenis Bahan Bakar Lokomotif Diesel

0
29
Bahan Bakar Lokomotif
@chirag.r sagar

Keretapedia – Kereta dapat berjalan dengan menggunakan lokomotif atau kereta berpenggerak sendiri (seperti KRD dan KRL). Kesempatan sekarang, kita akan membahas tentang jenis bahan bakar untuk lokomotif diesel dan kereta diesel. Yap, Nama bahan bakar untuk Lokomotif diesel dan KRD adalah Solar High Speed Diesel atau biasa kita sebut Solar HSD.

Penjelasan High Speed Diesel ‘HSD’

Salah satu bahan bakar ini biasa masyarakat panggil dengan sebutan solar HSD. Kepanjangan dari bahan bakar HSD adalah High Speed Diesel. High Speed Diesel merupakan salah satu jenis bahan bakar minyak yang memiliki performa ‘cetane number 45’ seperti penjelasan dari website bphmigas.go.id.

Baca juga : cara ukur lengkung kereta api. kereta ukur jalan rel Indonesia.

Arti dari bilangan cetane merupakan ciri yang menunjukkan kualitas pembakaran atau penyalaan bahan bakar untuk mesin diesel. Pada mesin diesel, khususnya mesin diesel kecepatan tinggi, pada umumnya bahan bakar dengan Cetane Number lebih tinggi yang akan memberikan hasil pembakaran yang lebih baik daripada bahan bakar dengan Cetane Number yang lebih rendah.

Penggunaan Pemakaian HSD

Umumnya fungsi bahan bakar solar HSD untuk mesin transportasi mesin diesel yang umum dengan menggunakan sistem injeksi pompa mekanik (injection pump) dan electronic injection. Bahan Bakar High Speed Diesel untuk jenis kendaraan transportasi dan mesin industri.

Pada umumnya, bahan bakar HSD untuk semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (1.000 RPM). Regulasi Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015 mengamanatkan pentahapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebagai campuran  bahan bakar minyak.

Kapasitas bahan bakar pada kelas lokomotif kelas CC adalah :

  • CC 202 dan CC 205 : 3850 liter
  • CC 201, CC 203, CC 204 dan CC 206 : 3028 liter

HSD sendiri tidak boleh benar-benar habis tanpa sisa dalam tangki. PT KAI menerapkan kebijakan sisa HSD 500 liter, dengan toleransi maksimal sisa 100 liter dalam tangki HSD.

Keuntungan bahan bakar HSD

ada beberapa keuntungan dari HSD yaitu :

  • Putaran lebih ringan, karean solar HSD mampu menggerakan mesin diesel alat berat diatas > 1000 RPM.
  • Termperatur mesin diiesel terjaga.
  • Mesin tidak mengalami batuk-batuk.
  • Tidak perlu sering mengganti filter. dan,
  • Produktifitas alat / mesin terjaga.

Ciri – Ciri High Speed Diesel (HSD) yang baik.

  • Bewarna orange tua.
  • Tidak ada endapan.
  • Tidak berbusa.
  • Bening dan akan tetap bening walau disimpan dalam waktu lama. Kebeningan ini merupakan indikator kandungan sulfur yang rendah.

Kriteria Solar yang baik

  • Sulfur tidak lebih dari 0.3
  • Ash Content ( 0.0021 % density 0.84 )

Syarat kualitas solar yang baik

  • Mudah terbakar.
  • Engine bekerja lembut dengan sedikit knocking.
  • Encer pada suhu dingin.
  • Daya pelumasan yang baik. Solar juga berfungsi sebagai pelumas pada pompa injeksi dan nosel.
  • Kekentalan yang memadai.
  • Kandungan sulfur yang rendah untuk mencegah kerusakan mesin.
  • Stabil dalam kualitas, tidak mudah larut selama disimpan.

Spesifikasi Teknis High Speed Diesel ‘HSD’

KARAKTERISTIKUNITBATASAN MINIMALBATASAN MAX.
Angka Setana45
Indeks Stana48
Berat Jenis pada 15 0 CKg/m3815870
Viskositas pada 40 0 CMm2/sec2.05.0
Kandungan Sulfur% m/m0.35
Distilasi : T95°C370
Titik Nyala°C60
Titik TuangoC18
Karbon ResidumeritKelas I
Kandungan AirMg/kg500
Biological GrouthNihil
Kandungan FAME% v/v10
Kandungan Metanol & Etanol% v/vTak Terdeteksi
Korosi bilah tembagaMeritKelas I
Kandungan Abu% m/m0.01
Kandungan Sedimen% m/m0.01
Bilangan Asam KuatmgKOH/gr0
Bilangan Asam TotalmgKOH/gr0.6
PartikulatMg/l
Penampilan VisualJernih dan terang
WarnaNo.ASTM3.0
Spesifikasi sesuai Surat Keputusan Dirjen Migas 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006

Bahan Bakar B20

Penggunaan bahan bakar HSD untuk lokomotif akan berganti dengan B20 atau biodiesel 20%. Pada tahun 2018, mulai dari bulan februari hingga agustus 2018. Pemerintah melalui Kementerian ESDM dengan instansi lain telah melakukan uji coba bahan bakar Biodiesel 20% atau B20.

Uji coba B20 dilakukan pada Lokomotif CC 205 dan lokomotif CC 206 dengan menarik kereta batu bara rute Tanjung enim sampai Tarahan yang berjarak sekitar 800 km. Hasil dari uji coba itu bahan bakar B20 dapat digunakan sesuai spesifikasi standar dari pabrikan lokomotif.

hasil dari uji coba untuk konsumsi CC 205 lebih banyak menggunakan bahan bakar sebanyak 2,5% daripada B0. Sedangkan untuk CC 206, menggunakan bahan bakar lebih banyak 1 % dibandung B0. Bahan bakar B20 lebih ramah lingkungan. Hasil uji gas buang CC 205 parameter NOx lebih rendah 10% dibanding B0. Lalu, untuk CO lebih rendah 10% dibanding B0. Untuk lokomotif CC 206 kadar CO-nya lebih rendah 10% dibanding B0.

Penutup

Demikian adalah artikel tentang bahan bakar HSD untuk menjalankan lokomotif diesel dan kereta diesel. HSD singkatan dari High Speed Diesel dengan cetane number 45. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here