Inilah mengapa perlu mengukur tegangan listrik aliran atas

0
30
LAA KRL Indonesia

Keretapedia – Kaum commuter di kota besar Jabodetabek pasti sudah familiar dan sering menggunakan moda transportasi kereta rel listrik atau biasa kita sebut KRL. Kereta Rel Listrik mendapat sumber tegangan listrik dari jaringan listrik aliran atas / LAA. Untuk KRL Indonesia menggunakan sumber tegangan jenis DC (Direct Current) sebesar 1500 volt.

Nah, coba teman-teman perhatikan kalau sedang naik KRL, ada batangan besi yang menyentuh kabel LAA itu bernama Pantograf. Fungsi dari batang Pantograf adalah untuk menyalurkan arus listrik positif yang bersumber dari gardu ke kereta rel listrik (KRL) untuk berjalan dan menjalankan segala peralatannya.

Baca juga :
Mengenal Sistem Jaringan Listrik Aliran Atas.
Jenis-jenis listrik aliran atas KRL

Perhatikan gambar dibawah ini, dalam gambar tersebut keterangan sumber listrik adalah kawal LAA yang berkontak langsung dengan pantograf dari sarana KRL itu sendiri. Saat pantograf kontak langsung dengan kawat LAA secara kontinyu tanpa cepat mengalami aus.

bagian - bagian KRL
Komponen pada KRL | sumber : https://konversi.wordpress.com/

Kalau untuk pantograf sarana KRL ada beberapa macam atau jenis tipe Pantograf pada KRL yaitu :

  • Tipe Diamond – Shaped
  • Tipe Single Arm
jenis - jenis pantograf KRL
Jenis – Jenis Pantograf KRL | Sumber Wikipedia.com

Kedua tipe pantograf sama – sama memiliki fungsi yang sama untuk mengalirkan arus listrik dari kawat LAA ke konverter kemudian ke motor sarana KRL sehingga KRL dapat berjalan. Oleh karena itu, KRL dapat berjalan normal ketika kondisi dan arus listrik yang masuk berjalan baik tanpa hambatan.

Tegangan Minimum dan Maksimum KRL

Beberapa hari yang lalu, ada rekan kami menanyakan. “apakah ada batasan tegangan listrik yang masuk ke KRL?” kita mencoba berdiskusi dengan teman-teman dilapangan. Betul sekali bahwa ada batasan tegangan minimum dan tegangan maksimal listrik yang masuk ke KRL. Contohnya KRL di wilayah Jabodetabek menggunakan batas minimal tegangan 1300 volt DC dan tegangan maksimal yang masuk ke KRL adalah 1800 voltDC saat terbebani.

Kenapa tegangan KRL ada batasan minimum dan maksimumnya? sederhananya begini, bila tegangan minimum yang masuk ke KRL tidak dibatasi, tidak mampu menggerakan motor listrik secara maksimal. Hal ini akan dengan cepat merusak motor listrik KRL itu sendiri. Namun, jika batasan maksimum tegangan listrik yang masuk tidak dibatasi akan berakibat cepat merusak motor listrik dan komponen lainnya yang berada di dalam KRL itu sendiri. oleh karena itu, tegangan yang masuk ke KRL harus kita batasin dan dimonitor guna menghindari hal yang akan berakibat lebih lagi.

Dimana kita dapat melihat tegangan yang keluar dari gardu ke kawat LAA? kita dapat melihat tegangan yang keluar pada kotak feeder di Gardu / Substation KRL. (perhatikan foto dibawah). Pada kotak feeder gardu menyatakan angka tegangan sebesar 2013 vDC posisi belum terbebani KRL.

Selain itu, kita dapat juga melihat tegangan yang yang keluar pada jaringan outdoor seperti di kawat LAA atau Disconecting Switch (DS). Cara mengukur tegangan pada kawat LAA dan DS Gardu menggunakan alat ukur stick voltmeter khusus kereta api, stickmeter ditempelkan pada kabel / batang DS (arus positif) dan Meteran tegangan ditempatkan pada rel (arus negatif) perhatikan seperti foto dibawah ini.

Cara ukur tegangan listrik LAA KRL
Pengukuran tegangan pada DS Gardu

Demikian sedikit informasi dari kita tentang batasan minimum dan maksimum tegangan listrik aliran atas LAA Kereta Rel Listrik (KRL). Jika sobat keped ada saran dan masukan terhadap kemajuan artikel ini, atau ada pertanyaan / diskusi dapat mengirim email ke cs@keretapedia.com. Segala bentuk email, dengan senang hati akan kami balas. Terima Kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here