Keretapedia – Beberapa hari yang lalu, salah satu admin kita berkesempatan untuk mencoba sarana transportasi di salah satu Kota Palembang, Sumatera Selatan. Yap, mencoba LRT Palembang. LRT Palembang memiliki panjang jalur kurang lebih 24 Km dengan rute LRT Palembang di mulai dari Stasiun Bandara sampai dengan Stasiun DJKA yang terletak dekat Mall OPI. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit mengenai beberapa bagian dan komponen dari third rail (3rd rail) yang digunakan LRT Palembang.

lrt palembang
Elektrifikasi LRT Palembang dengan menggunakan Third Rail (rel konduktor)

Third Rail atau Rel Ketiga

Sistem Third Rail (3rd rail) atau rel ketiga adalah sarana untuk menyediakan daya traksi listrik ke kereta menggunakan rel tambahan yang disebut rel konduktor. Pada kebanyakan sistem, rel konduktor ditempatkan pada sisi ujung sarana yang sedang berjalan. Rel konduktor ditopang pada isolator keramik (dikenal sebagai “pot”) atau braket berinsulasi, biasanya dengan interval sekitar 10 kaki (3,0 m).

Sedangkan pada Kereta memiliki blok kontak logam yang disebut CCS “Current Collector Shoe” (atau sepatu kolektor atau sepatu kontak atau sepatu pikap). CCS yang bersentuhan langsung dengan third rail atau rel konduktor. Prinsip kerja Third rail di LRT sama saja dengan Pantograf KRL yang menerima arus dari kawat LAA kemudian diterima dan diteruskan.

CCS Third Rail LRT
Sepatu Kontak (CCS) yang berada di sisi kiri dan kanan Sarana (LRT Palembang)

Third Rail atau Rel konduktor biasanya terbuat dari baja konduktivitas tinggi atau baja yang dibaut ke aluminium untuk meningkatkan konduktivitas. Di tempat lain di dunia, konduktor aluminium ekstrusi dengan permukaan atau tutup kontak baja tahan karat adalah teknologi yang disukai karena hambatan listriknya yang lebih rendah, masa pakai yang lebih lama, dan bobot yang lebih ringan.

CCS (Current Collector Shoe) atau Sepatu kontak dapat ditempatkan di bawah, di atas, atau di samping rel ketiga, tergantung pada jenis rel ketiga yang digunakan, rel ketiga ini masing-masing disebut sebagai kontak bawah, kontak atas, atau kontak samping. Pada posisi wesel, persilangan atau air section gardu Rel konduktor harus terputus.

posisi third rail kereta

Posisi CCS atau sepatu kontak antara kereta dan rel bervariasi, beberapa sistem yang paling awal menggunakan kontak atas (top contact), tetapi perkembangan selanjutnya menggunakan kontak samping (side contact) atau kontak bawah (bottom contact), hal ini memungkinkan rel konduktor (3rd rail) dapat ditutup guna melindungi tenaga perawatan terhindar dari sengatan listrik akibat tersentuh/terjadi kontak yang tidak disengaja. Selain itu, posisi third rail dibawah atau disamping dapat melindungi rel konduktor dari embun beku, es, salju dan daun-gugur.

Baca juga : Persamaan dan Perbedaan KRL, MRT, LRT dan APMS.

Third rail yang digunakan pada LRT Palembang di Sumatera Selatan adalah menggunakan jenis kontak bawah (bottom contact). Seperti gambar dibawah ini :

third rail lrt palembang
Third Rail LRT Palembang

Komponen Third Rail atau Rel Ketiga pada LRT

Berikut adalah beberapa bagian – bagian dan komponen – komponen third rail atau rel ketiga.

Third Rail / Rel Konduktor

Third rail adalah rel konduktor yang terbuat dari aluminium ekstrusi dengan permukaan atau tutup kontak baja tahan karat, yang berfungsi sebagai penghantar listrik.

Splice Joint

Splice joint adalah sepasang sambungan yang terbuat dari aluminium yang diekstrusi dan berbentuk seperti pelat yang dipasang untuk menyambungkan rel konduktor dengan sambungan baut.

Ramp

Ramp adalah posisi rel konduktor yang agak condong/miring, yang berfungsi untuk transisi keluar dan masuknya sepatu kontak.

Insulator dan Bracket

Insulator yang didesign untuk memutus arus listrik, dan bracket yang digunakan telah dibuat sedemikian rupa agar mampu menahan gaya mekanik dari gaya yang timbul akibat kontak antara rel konduktor dengan sepatu kontak.

Cover

Cover adalah penutup third rail, yang berfungsi untuk meminimalisir dan melindungi para tenaga perawatan agar terhindar dan tidak terjadi kontak langsung dengan third rail.

Insulated Joint

Dirancang untuk memisahkan bagian listrik dari rel ketiga (joint).

Terminal Kabel

Sebagai terminal untuk kabel-kabel menhantarkan listrik ke rel konduktor yang berasal dari gardu.

Expansion Joint

Dirancang untuk mengakomodasi pemuaian dan kontraksi termal dari rel konduktor. karena variasi suhu lingkungan dan kenaikan panas.

Mid Point Anchor

Dirancang untuk mengatur pemuaian dan kontraksi dari rel konduktor karena perubahan suhu.

Kereta dengan menggunakan third rail atau rel ketiga sudah sangat umum dinegeri seberang, Indonesia saat ini memasuki era teknologi baru di dunia kereta api. Banyak sekali teknologi baru yang masuk dan berkembang di Indonesia. Seperti Third rail, ETCS, CBTC, APMS, LRT dan MRT tidak lupa juga saat ini ada pembangunan kereta cepat jakarta bandung tentu teknologi di sarana dan prasarana sangat canggih.

Jangan sampai kita tertinggal. Perkeretaapian Indonesia pasti akan maju.

Sumber :
pandrol.com
Wikipedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here