Denda Bagi Penerobos Palang Pintu Kereta Api

0
8
palang pintu kereta api
Sumber : radarsurabaya.jawapos.com

Denda Bagi Penerobos Palang Kereta Api – Ada hal menarik yang biasa kita temukan di jalan mengenai palang pintu kereta. Beberapa orang Indonesia khususnya kota besar ternyata memiliki kesabaran yang minim. Mereka seringkali mengabaikan adanya palang pintu kereta ini. Jadi hasilnya di terobos saja atau bahkan hingga detik-detik kereta akan lewat itu masih saja ada motor atau mobil lalu lalang.

Dari kejadian itu, jelas berdampak pada banyak korban yang berjatuhan. Kereta itu tidak bisa melakukan pengereman mendadak karena kereta butuh waktu dan jarak agar bisa berhenti (baca : jarak pengereman kereta api). Jadi jika ada kendaraan (motor atau mobil) di depannya yang melanggar kemungkinan akan berakibat fatal. Kejadian seperti itu jelas salah penerobos palang kereta. Mereka sudah tahu ada palang, tetapi masih tetap melaju melewati rel kereta yang sebentar lagi akan lewat.

Fungsi Palang Perlintasan Kereta Api

Palang perlintasan kereta api memiliki fungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api yang akan melintas agar tidak terganggu dari pengguna jalan lain. Seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4 bahwa perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang lebih besar adalah kereta, oleh karena itu pengendara kendaraan lain harus mendahulukan jalannya kereta api.

Hal itu sesuai yang diamanatkan dalam Undang – undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Hukuman Bagi Penerobos

Dari zaman dahulu memang kereta sering memakan korban yang mana korbannya itu pengguna jalan raya. Jadi ternyata pengadaan palang kereta api pada saat awalnya tidak se-aman sekarang. Dahulu ketika awal-awal itu kereta dan pengendara lain jaraknya bisa sangat dekat sehingga banyak menimbulkan kecelakaan. Meskipun pada saat itu sudah ada palang pintu kereta, tetapi tetap saja masih ada banyak korbannya.

Maka dari itu ada peraturan yang mengaturnya sejak saat itu. Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Salah satunya mengatur tentang penerobos nakal yang memang sudah banyak korban. Setiap penerobos itu akan di denda sebesar Rp.750.000.

Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Berbunyi bahwa Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Adapun Pasal 114 berbunyi: Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Sejak dikeluarkannya peraturan ini, palang kereta api lebih tertib dan berkurang korbannya. Namun masih tetap saja ada korban lainnya yang mungkin masih belum tahu tentang peraturannya. Penyuluhan dan sosialisasi yang telah dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian, PT.KAI, Komunitas dan Masyarakat serta stakeholder terkait sering memberikan sosialisasi fungsi dan dampak yang akan terjadi jika pengendara melanggar palang kereta api ini.

Hingga sampai tahun inipun, ternyata masih tetap ada kasus kecelakaan akibat menerobos palang kereta. Maka dari itu di sini memang harus adanya kesadaran dari masing-masing pengendara tentang mendahulukan kendaraan lain yang lebih prioritas.

Rambu Lalu Lintas

Jika teman-teman perhatikan ketika melintas perlintasan sebidang kereta api, anda akan melihat rambu-rambu lalu lintas berjajar. Rambu lalu lintas dipasang sebagai memberikan informasi dan penekanan aturan akan bahaya dan sanksi. Jika pengendara kendaraan melewati palang pintu perlintasan, maka pengendara telah melanggar aturan yang dipasang pada rambu lalu lintas tersebut.

Dalam kasus pelanggaran pada pintu perlintasan, Pelanggaran lalu lintas sebidang seperti menerobos termasuk kedalam pelanggaran lalu lintas yang wilayah hukumnya berada dibawah kewenangan kepolisian.

Pengadaan rambu lalu lintas palang kereta api sekarang makin diperbanyak dan posisinya sangat jelas.  Termasuk palang pintu yang kokoh dan tidak bisa di terobos. Rambu lalu lintas kereta ini posisinya semakin jelas terlihat agar setiap pengendara motor atau mobil bisa melihatnya dari kejauhan. Dengan begitu tentu saja menjadi salah satu faktor yang membantu para pengguna jalan lain agar lebih hati-hati lagi.

Di dalam sosialisasinya pun pihak yang terkait jelas memberikan arahan tentang tata cara menghadapi rambu lalu lintas dan palang pintunya itu sendiri. Jadi ternyata ketika palang pintu sudah mulai turun, itu tandanya semua pengemudi harus berhenti dan memprioritaskan kereta yang akan lewat. Namun jika anda akan melewati sebuah perlintasan liar atau resmi tidak dijaga, pengemudi kendaraan harus berhati-hati dengan menengok kiri dan kanan untuk memastikan jalur aman dilalui. Dengan begitu tentu kecelakaan tidak akan terjadi lagi.

Teringat pesan kakek dahulu, “lebih baik luangkan waktu semenit tengok kiri kanan, sabar menunggu 5 menit dari pada masuk rumah sakit 5 bulan atau lebih”. kalau dipikir-pikir lebih baik begitu, kita luangkan agar aman selamat sampai tujuan.

Sumber :
1. Undang – undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian;
2. Undang – undang No.22 Tahun 2009 tentang LLAJ;
3. PP nomor.72 Tahun 2010.

4. kompas.com
5. okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here