Bagian – bagian pada APMS Skytrain Bandara Soetta

0
1
Elektrifikasi APMS Bandara Soetta

Bagian – bagian APMS Skytrain Bandara Soekarno – Hatta – Sebelumnya pernah kita bahas sebelumnya Mengenal Kalayang ‘Skytrain’ APMS di Bandara Soekarno Hatta. APMS adalah singkatan dari Automated People Mover System, sebuah sistem angkutan pemandu berskala kecil. Istilah ini umumnya digunakan untuk moda transportasi di wilayah Bandara, Distrik Pusat Kota atau di sebuah tempat taman hiburan.

Istilah ini awalnya digunakan dalam tiga sistem yang berbeda dan dikembangkan secara bersama. Salah satunya adalah Skybus sistem angkutan massal otomatis yang dibuatkan prototipe oleh Westinghouse Electric Corporation yang dimulai pada tahun 1964. Yang kedua, secara bergantian disebut People Mover dan Minirail dibuka di Montreal pada acara Expo 67. Terakhir disebut dengan People Mover atau WEDway People Mover. People Mover yang awalnya dipersembahkan oleh Goodyear Tire and Rubber Company dan dibuka di Disneyland pada tahun 1967.

APMS di dunia sudah banyak digunakan di beberapa Bandar Udara seluruh dunia untuk mengangkut penumpang antar terminal, seperti di negara :

  • Austria;
  • Brazil;
  • China;
  • Perancis;
  • Jerman;
  • Italia;
  • Jepang;
  • Malaysia;
  • Philipines;
  • Portugal;
  • Singapura;
  • Korea Selatan;
  • Thailand;
  • Inggris;
  • Amerika;
  • Venezuela;

APMS yang yang beroperasi selain di Bandara (seperti di area pameran, pusat perbelanjaan, pusat komersial, Kebun Binatang) :

  • Kanada;
  • China;
  • Hongkong;
  • Indonesia (TMII);
  • Jepang;
  • Amerika.

Skytrain atau Kalayang Bandara Soekarno – Hatta

APMS di Bandara Soekarno – Hatta adalah yang pertama ada di Indonesia. Sebuah angkutan layanan penumpang yang beroperasi secara loopline sepanjang 3,05 kilometer yang berjalan melayani 3 terminal, selain melayani 3 terminal Skytrain Bandara Soekarno – Hatta ini juga melayani satu bangunan stasiun integrasi (Terminal Integrated Building) yang terletak diantara Stasiun T2 dan T3.

Terminal Integrated Building (TIB) kedepannya akan menjadi pusat integrasi seluruh moda transportasi. Ada terdapat KA Bandara yang menghubungkan Bandara Soekarno – Hatta sampai dengan Stasiun Manggarai, dan sedang dalam pembangunan gedung integrasi moda transportasi lainnya. Oleh karena itu, dengan pembangunan APMS ini kedepannya diharapkan akan menjadi jantung pergerakan penumpang di Bandara Soekarno – Hatta untuk berpindah-pindah.

Perbedaan APMS dan Kereta Lainnya

Sebelumnya pasti teman-teman bertanya, apa bedanya sih antara APMS dengan KRL atau LRT? yap, sebelumnya kita pernah membahas mengenai perbedaan dan persamaan dari APMS dengan KRL atau LRT yaitu :

NoItemMRTLRTKRLAPMS
Uraian Perbedaan
dan Persamaan
MRT jakartaKRL TM 7000Kalayang skytrain Bandara Soekarno hatta
1RodaBajaBajaBajaBan Karet
2TrackJalan RelJalan RelJalan RelJalan Beton
3Lebar Track1067mm1435 mm, dan
1067 mm.
1067 mm1850 mm
4Beban Gandar12-18 ton12 ton12-18 ton14 ton
5Posisi JalurBawah tanah, Darat,
dan Layang
LayangDarat dan LayangLayang
6Posisi Suplai ListrikListrik Aliran Atas
(LAA)
Listrik Aliran Bawah
(Third Rail)
Listrik Aliran Atas
(LAA)
Listrik Aliran Bawah
(Power rail)
7Voltage1500 vDC750 vDC1500 vDC750 vDC
8Kapasitas Penumpang1950 orang600 orang2000 orang350 orang
9Rangkaian Kereta6 kereta2 – 4 kereta8 – 102
10Penumpang/Hari173.400360.0001.200.00025.000
11Produsen KeretaSumitomo dan
Nippon Sharyo (Jepang)
LRT Jakarta
(Woojin, Korea Selatan)
LRT Palembang dan
LRT Jabodebek (PT.INKA)
Ex Jepang
(selengkapnya)
Hyundai Roterm,
Korea Selatan
12Sistem OperasiGoA 2ETCS Lv.1 (LRT Palembang)
GoA 3 (LRT Jabodebek)
Persinyalan blok TerbukaGoA 4

Bagian – Bagian komponen APMS.

Cara berjalan kereta APMS Skytrain Bandara Soekarno Hatta ini mengingatkan kita seperti mainan mobil balap Tamiya. Mainan Tamiya yang berjalan mengikuti lintasan dengan menggunakan roda kecil (roller) pada ke empat sisi (depan kiri kanan dan belakang kiri kanan), Sama seperti mainan Tamiya tersebut, kereta APMS berjalan menggunakan roda karet seperti kendaraan pada umumnya dan bergerak mengikuti lintasan/jalur dengan menggunakan roda kecil (roller blade) pada sisi kiri dan kanannya. Sedangkan elektrifikasi pada APMS Skytrain ini menggunakan seperti sistem power rail kontak samping.

Kobelco AGT System | Faculty.Washington.edu

Gambar diatas adalah bagian-bagian dari sistem AGT Kobelco yang tidak berbeda jauh dengan APMS Skytrain Bandara Soekarno Hatta, yaitu :

  • Power Collector. power collector adalah sepatu kontak sama seperti LRT ada sepatu kontak (current collector shoe).
  • Power Rail. APMS Skytrain menggunakan listrik 750 vold DC dihantarkan melalui rel konduktor yang menghantarkan listrik bermuatan positif (tingkat pertama) dan listrik bermuatan negatif (tingkat kedua). Sama seperti LRT yang menggunakan third rail / rel ketiga sebagai rel konduktornya. Namun, jika Third Rail LRT bermuatan positif dan diteruskan ke rel yang bermuatan negatif.
  • Guide Roller dan Guide Rail. Guide Roller atau roller blade berbentuk seperti roda kecil seperti di sisi mainan Tamiya. Roller blade berfungsi menuntun kereta APMS berjalan mengikuti alur batang besi (guide Rail) yang berada di sisi kiri dan kanan lintasan / jalur kereta.
  • Feeder Cable dan Power Distribution Cable. Utilitas kabel yang ditempatkan disisi running road untuk elektrifikasi power rail dan kebutuhan listrik pendukung lainnya.
  • Switch Guide Roller. berfungsi sama seperti guide roller, namun bentuk dari switch guide roller ini lebih kecil dari guide roller. Fungsi dari Switch guide roller untuk berbelok ketika berada di wesel (turnout). Switch Guide Roller akan mengikuti batang besi khusus yang berada di wesel dan memaksa kereta untuk berbelok.
  • ATO Responden dan Data communication loop. peralatan ATO dan ATP yang terletak ditengah jalur running road. Seperti alat ballise dan proximite yang ditempatkan di jalur dan dibaca oleh tag reader pada sarananya.
  • Running Surface. berbeda dengan kereta pada umumnya yang menggunakan rel untuk berjalan, APMS atau AGT tidak menggunakan rel tetapi menggunakan jalur beton yang kita sebut running road. Pada APMS Skytrain Bandara Soekarno Hatta, design running road yang digunakan pada gambar sebelah kanan.
  • Telephone dan Maintenance Walkway. Peralatan komunikasi yang ditempatkan pada area jalur perawatan atau juga untuk keadaan darurat untuk penumpang keluar dari kereta.
  • Signal dan Communication cable. Utilitas kabel untuk peralatan persinyalan dan alat telekomunikasi.

Galeri APMS

Berikut adalah galeri dari APMS Skytrain Bandara Soekarno Hatta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here