Mengukur Beda tinggi dan Deviasi Listrik Aliran Atas KRL

0
135
Cara ukur deviasi kawat LAA

Keretapedia – Teman-teman keretapedia pasti sering mendengar istilah Kawat LAA atau Listrik Aliran Atas yang bersentuhan langsung dengan Pantograph KRL. Tahukah kalian, bahwa pemasangan kawat Listrik Aliran Atas (LAA) tidak asal pasang. Ada standar dan ukuran sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagaimana sih cara mengukur beda tinggi dan deviasi kawat listrik aliran atas? kesempatan ini kita akan bahas.

Listrik aliran atas berfungsi sebagai pengantar listrik dari gardu traksi (sub-station) melalui kawat trolley dan bersentuhan dengan pantograph KRL sebagai current collectornya (selengkapnya disini). Dalam proses pembangunan atau pemasangannya penempatan kawat trolley tidak serta merta asal ditempatkan, namun ada standar yang telah ditetapkan seperti posisi peninggian dari permukaan kepala rel dan deviasi rata kiri-kanan diukur dari posisi as rel (tengah rel).

Standar Ukuran

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2018 tentang Persyaratan Teknis Instalasi Listrik Perkeretaapian bahwa listrik aliran atas (overhead condutor rail) dipasang dengan digantung sepanjang jalan kereta api dan dipegang oleh pemegang conductor rail pada setiap penggantung dengan ketentuan :
a) tinggi minimal : 430 cm;
b) tinggi nominal : 530 cm;
c) tinggi maksimal : 570 cm;
d) gradient/ kemiringan : 5 % untuk jalur utama 15 % untuk jalur samping;
e) deviasi maksimum : 200mm untuk jalur lurus, 300mm untuk jalur lengkung.

Selain tinggi dan deviasi kawat Listrik Aliran Atas (LAA), yang perlu dilakukan pengukuran juga adalah jarak tiang antar tiang (pole) dan jarak tiang dari as jalur kereta. Berdasarkan ketentuan yaitu :

  1. Tiang dipasang dalam ruang bebas sebelah kanan atau kiri jalur kereta api minimal dari sumbu rel:
  2. jarak minimal as track ke pinggir tiang 2,75 m;;
  3. jarak normal as track ke pinggir tiang 3,00 m;
  4. Dipasang dengan fondasi tipe I untuk jalur lurus;
  5. Dipasang dengan Fondasi tipe T untuk jalur lengkung;
  6. Jarak antar tiang disesuaikan dengan radius.
  7. Untuk jalur dengan radius R > 1200 meter jarak antar pole 60 meter;
  8. Untuk Jalur dengan radius R > 1050 meter jarak antar pole 55 meter;
  9. Untuk Jalur dengan radius R > 850 meter jarak antar pole 50 meter;
  10. Untuk Jalur dengan radius R > 700 meter jarak antar pole 45 meter;
  11. Untuk Jalur dengan radius R > 550 meter jarak antar pole 40 meter;
  12. Untuk Jalur dengan radius R > 400 meter jarak antar pole 35 meter;
  13. Untuk Jalur dengan radius R > 300 meter jarak antar pole 30 meter;
  14. Untuk Jalur dengan radius R > 200 meter jarak antar pole 25 meter;

Galeri Pengukuran

Sumber : Permenhub No.50 Tahun 2018 tentang Persyaratan Teknis Instalasi Listrik Perkeretaapian, Balai Pengujian Perkeretapian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here