Metode Pembuatan Terowongan Kereta Api

0
17
Terowongan Kereta Api

Keretapedia – Prasarana kereta api meliputi Jalur rel. Terowongan, Jembatan dan Stasiun kereta api serta fasilitas operasi. Sobat keped yang berbahagia, dalam kesempatan ini kita akan sedikit mengenal metode pembuatan atau pembangunan terowongan kereta api.

Pengenalan

Apa itu terowongan? terowongan adalah sebuah jalan atau jalur tembusan yang berada di bawah permukaan tanah atau gunung. Terowongan umumnya tertutup pada kedua sisi dan hanya terbuka pada kedua ujungnya.

Tujuan

Apa sih tujuan dibuatnya sebuah terowongan? Tujuan dalam pembuatan terowongan umumnya dibuat untuk menjamin suatu pergerakan moda transportasi baik barang, atau penumpang, atau material lainnya dapat menembus atau melewati jalur yang terhalang rintangan alam berupa pegunungan atau bukit, selain untuk menghindari rintangan alam terowongan juga dibuat untuk menghindari aktifitas kegiatan manusia seperti jalur bawah tanah MRT Jakarta.

Manfaat

Pembangunan konstruksi terowongan tentunya memiliki beberapa manfaat terowongan yang dapat dirasakan, diantaranya :

  • Lebih ekonomis daripada metode open and cut (kedalaman dan panjang tertentu);
  • Meminimalisir gangguan pada daerah permukaan tanah/bukit;
  • Memangkas jarak tempuh dibanding memutari suatu bukit / pegunungan.

Tiga jenis terowongan kereta api

Berikut ini adalah tiga jenis terowongan yang digunakan dalam pembangunan untuk kepentingan jalur kereta api, antara lain :

  1. Terowongan Pegunungan (Mountain Tunnel) yaitu terowongan yang dibangun menembus daerah pegunungan. Contoh : Kebasen, Notog, Ijo, dan sebagainya.
  2. Terowongan Perisai (Shield Tunnel) adalah terowongan yang dibangun dengan menggunakan mesin perisai (shield machine) seperi alat Tunnel Boring Machine (TBM) yang ada pada terowongan underground kereta MRT Jakarta.
  3. Terowongan Gali dan Timbun (Cut and Cover Tunnel) yaitu merupakan sebuah terowongan yang dibangun dengan cara penggalian dari permukaan tanah hingga kedalaman tertentu dengan menggunakan sistem penahan tanah (earth retaining) dan ditimbun kembali setelah konstruksi terowongan selesai dibangun.

Metode Konstruksi Terowongan

Dalam pembangunan atau kontruksi atau pembuatan terowongan, ada beberapa metode konstruksi yang digunakan untuk pembuatan terowongan. Metode konstruksi terowongan dibuat tergantung dari beberapa situasi dan kondisi seperti keadaan tanah, peruntukan terowongan, bentuk terowongan dan lokasi terowongan.

Berikut adalah beberapa metode yang digunakan dalam pembuatan terowongan :

Pipe Jacking System (Microtunneling)

TBM TUNNEL

Metode konstruksi Terowongan dengan metode Pipe Jacking Sistem (Micro Tunneling) adalah suatu teknik pembuatan terowongan dengan cara pemasangan (semacam pipa) dengan mendorong pipa pra-cetak kedalam tanah. Pipe Jacking adalah suatu teknik dalam proses pemasangan pipa dengan cara mendorong pipa pra-cetak ke dalam tanah dari sebuah lubang vertikal (pit). Metode pemasangan pipa tanpa galian menggunakan sistem remote-controlled jacking yang menyediakan contiuos support pada excavation face dengan menerapkan tekanan mekanis atau cairan untuk menyeimbangkan tekanan air dan bumi.

Metode Pipe Tunneling bisa dikatakan saat ini adalah proses pemasangan yang paling akurat. Metode microtunneling tidak memerlukan lagi orang untuk rutin bekerja di dalam terowongan.

New Austrian Tunnel Method (NATM)

metode NATM terowongan

Metode konstruksi pembuatan terowongan dapat juga menggunakan New Australian Tunnel Method atau NATM adalah suatu metode pembuatan tunnel dengan menggunakan shortcrete dan rock bolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum di lining concrete.

Penggunaan metode konstruksi NATM ini salah satunya digunakan pada pembuatan terowongan kereta api di Notog, Jawa Tengah. Metode NATM sebelumnya sudah kami bahas pada artikel Mengenal metode pembangunan jembatan dengan NATM.

Metode Mesin Bor Terowongan (Tunnel Bor Machine – TBM)

Penggunaan metode pembuatan terowongan dengan metode mesin bor yang digunakan untuk menggali terowongan dengan penampang bundar melalui berbagai lapisan tanah dan batuan. Penggunaan metode pembangunan tunnel di Indonesia dengan metode TBM digunakan dalam aplikasi konstruksi proyek MRT Jakarta (underground).

Metode Gali dan Timbun (Cut and Cover System)

cut and cover methode
cut and cover methode

Pembangunan terowongan dapat dilakukan dengan metode Gali dan Timbun (Cut and Cover System) dibuat dengan cara menggali sebuah trench pada tanah, kemudian di dinding dan atap terowongan dikonstruksikan di dalam galian. Sesudah itu galian ditimbun kembali dan seluruh struktur berada di bawah.

Metode Immersed-Tube Tunneling System

immerse tube tunneling

Berikutnya adalah metode pembuatan terowongan dengan cara Immersed-Tube Tunneling System merupakan salah satu metode pembuatan atau pembangunan terowongan bawah luat yang terdiri dari segmen, dibangun di suatu tempat dan melayang ke terowongan dan ditenggelamkan ke tempat lain dan kemudian dihubungkan bersama-sama.

Terowongan tabung benam umumnya digunakan untuk jalan dan kereta api pada penyeberangan sungai, muara dan saluran laut / pelabuhan.

Sumber :
1. Ilmubeton.com
2. Wikipedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here